Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Yayan Hartono
TRIBUNBENGKULU.COM, SELUMA - Dua anak yang berasal dari satu keluarga di Desa Talang Rami, Kecamatan Seluma Utara, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu terindikasi mengalami stunting.
Wakil Bupati Gustianto yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) langsung turun memastikan kondisi kedua anak tersebut.
Dalam kunjungannya, Wakil Bupati Seluma tidak hanya meninjau langsung kondisi keluarga, tetapi juga mendatangkan dokter anak guna melakukan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh terhadap kedua anak yang terindikasi stunting tersebut.
Selain pemeriksaan medis, pemerintah daerah juga memberikan bantuan makanan bergizi sebagai langkah awal penanganan untuk meningkatkan asupan gizi anak-anak tersebut.
Wakil Bupati Gustianto membenarkan bahwa dua anak dari satu keluarga di Desa Talang Rami tersebut memang terindikasi stunting berdasarkan hasil pengecekan awal.
“Iya, benar. Ada dua anak dari satu keluarga di Desa Talang Rami Kecamatan Seluma Utara yang terindikasi stunting. Tadi kita sudah langsung mendatangkan dokter untuk memeriksa kondisi anak-anak tersebut,” jelas Gustianto, Rabu (14/1/2026).
Menurut Wabup, faktor utama yang menyebabkan indikasi stunting pada kedua anak ini bukan semata-mata persoalan ekonomi, melainkan pola asuh yang kurang tepat akibat minimnya pengetahuan orang tua terkait pemenuhan gizi dan perawatan anak.
“Ini disebabkan pola asuh yang salah. Kurangnya pengetahuan orang tua menjadi faktor utama. Oleh karena itu, selain pemeriksaan kesehatan, kita juga memberikan bantuan makanan bergizi untuk membantu meningkatkan asupan gizi anak,” ungkap Gustianto
Gustianto menegaskan bahwa kasus ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Seluma, mengingat stunting masih menjadi salah satu persoalan kesehatan yang harus ditekan secara bersama-sama.
Ia memastikan ke depan pihaknya akan lebih mengencarkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya terkait pola asuh anak yang benar, pemenuhan gizi seimbang, serta pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak sejak usia dini.
“Harus ada pemahaman bagaimana pola asuh yang benar, termasuk pola makan, kebersihan, dan perawatan kesehatan anak. Jadi kita akan maksimalkan sosialisasi ini dengan melibatkan OPD terkait,” kata Wakil Bupati Seluma.
Wabup juga mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melaporkan jika menemukan anak-anak dengan indikasi pertumbuhan tidak normal, agar dapat segera ditangani oleh tenaga kesehatan dan pemerintah daerah.
"Dengan kolaborasi lintas sektor, Pemerintah Kabupaten Seluma berharap angka stunting dapat terus ditekan demi mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas," jelas Gustianto.
Baca juga: Daftar 16 Pejabat Eselon II Pemkab Seluma yang Baru Dilantik Bupati Teddy Rahman, 8 Jabatan Bergeser