Pakatuan Wo Pakalawiren, Renungan Lansia GMIM 18-24 Januari 2026, Manusia Ditempatkan di Taman Eden
January 14, 2026 06:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pakatuan Wo Pakalawiren, renungan lansia GMIM dalam sepekan mulai 18 - 24 Januari 2026.

Pembacaan alkitab terdapat pada Kejadian 2:8-17.

Tema perenungan adalah Manusia Ditempatkan di Taman Eden untuk Mengusahakan dan Memelihara Taman Itu.

Khotbah:

Ibu, Bapak Lansia yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus, 

Hanya oleh anugerah Tuhan Allah, kita boleh jumpa lagi dan beribadah dalam kelompok Pelayanan lansia saat 
ini.

Menikmati Lanjut Usia adalah anugerah Tuhan Allah bagi kita. Selayaknya  kita  bersyukur kepada-Nya yang 
memperkenankan kita di tempatkan di dunia ciptaan-Nya dan oleh kesaksian Alkitab ditempatkan di taman Eden.

Tema Ibadah kita ialah: Manusia ditempatkan di taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara Taman itu. 

Kitab Kejadian menceritakan bahwa setelah Tuhan Allah menciptakan langit dan bumi serta segala isinya, pada hari ke 
tujuh Ia menguduskannya (Kejadian 2: 1-3).

Artinya Tuhan Allah telah mempersiapkan segala sesuatu kebutuhan hidup dan tempat tinggal.

Setelah Tuhan Allah membentuk manusia dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup, maka manusia menjadi mahluk yang hidup (Kejadian 2:7).

Kejdian 2:8-17 memberi gambaran bahwa, Pertama: Tuhan Allah membuat taman dan menempatkan manusia di dalamnya. 

Taman itu disebut Eden, Bahasa Ibrani artinya menyenangkan atau menggernbirakan dan letaknya di sebelah timur. 

Ibu, Bapak lansia yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus, 

Di taman Eden, Tuhan Allah menumbuhkan berbagai pohon yang menarik dan baik untuk dimakan buahnya.

Artinya Tuhan Allah menyediakan kebutuhan makanan dan juga di tempatkan di taman pohon kehidupan yang menunjuk pada keadaan di dalam taman dijamin kehidupan.

Tetapi ada juga pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat di mana manusia hidup yang boleh dan tidak boleh dimakan.

Ayat 10-14. Eden adalah taman yang menyenangkan mengalirkan kehidupan yang digambarkan sungai yang membasahi taman dan dari taman itu sungai mengalir dan terbagi menjadi empat cabang.

Sungai menggambarkan sumber air yang mengalirkan kehidupan ke empat penjuru dunia.

Sungai yang mengalir itu Pertama: Sungai Pison. Mengalir mengeliling seluruh tanah Hawila tempat emas ada yaitu kualitas baik, ada damar bedola atau jenis getah yang harum dan batu krisopras atau batu yang mengandung Nikel. 

Kedua Sungai Gihon, mengalir mengelilingi seluruh tanah Kush. Ketiga Sungai Tigris mengalir di sebelah timur Asyur dan 
 Keempat Sungai Efrat.

Artinya Tuhan Allah tidak saja mengalirkan berkat hanya pada satu tempat atau daerah tertentu saja tetapi ke seluruh dunia milik-Nya. 

Ayat 15-16. Manusia di tempatkan di Taman Eden untuk mengusahakan dan memeliharanya.

Mengusahakan bahasa Ibrani "maaseh" artinya mengelola dengan baik, bijak dan bertanggung jawab agar ada keseimbangan hidup antara sesama ciptaan yang hidup berdampingan satu dengan yang 
lainnya.

Memelihara bahasa Ibrani "shamar" artinya manusia diserahi tanggung jawab merawat, melindungi dan segenap 
ciptaan agar tetap lestari, tidak dirusak supaya anak cucu ikut menikmati di masa yang akan datang.

Untuk tugas dan tanggung jawab ini Tuhan Allah memerintahkan kepada manusia: Semua pohon dalam taman ini boleh kau makan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan yang baik dan jahat itu janganlah kau makan buahnya, sebab pada waktu engkau memakannya pastilah engkau mati. 

Ibu, Bapak lansia yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus, 

Tuhan Allah memberi tanggung jawab menikmati anugerah kehidupan dan segala yang ada di taman Eden berupa makanan dari pohon buah-buahan.

Tetapi ada larangan atau batasan yang tidak boleh dilanggar atau masuk di wilayah otoritas Tuhan Allah sebagai pemilik kekuasaan mutlak karena konsekwensinya manusia akan mati.

Kematian yang dimaksud bukan ketika mereka makan langsung mati, tetapi menjadi awal dari kematian iman, kepercayaan kepada Tuhan Allah sehingga berpr  pada kematian sesungguhnya. 

Melalui mengingatkan kita bahwa Tuhan Allah menempatkan manusia di bumi ciptaan-Nya telah tersedia kebutuhan hidup yang cukup.

Tumbuh- tumbuhan dan margasatwa serta kekayaan alam yang ada di dalam kandungan bumi seperti; tanah, sungai, danau, laut, sumur.

Tambang dan kekayaan yang ada perenungan  Kitab  Kejadian  2:8-17 di dalamnya seperti emas, perak, perunggu, besi, nikel, pasir dan jenis batu-batu lainnya.

Semua ini Tuhan Allah percayakan dan tugaskan kepada manusia untuk mengusahakan atau mengelola secara bertanggung jawab.

Tetapi juga perintah untuk memelihara, merawat, melestarikan agar memberi kehidupan untuk sesama ciptaan secara berkelanjutan. 

Terpelihara keseimbangan untuk hidup bersama dan sama sama hidup berdampingan di bumi ciptaan-Nya. 

Ibu, Bapak lansia yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus, 

Tuhan Allah memberi kebebasan kepada manusia, tetapi bukan tanpa batas.

Jika kita melanggar batas yang telah ditentukan seperti perintah untuk mengusahakan, maka jika tidak dilakukan berarti mengabaikan kepercayaan yang diberikan kepadanya.

Berbagai karunia hikmat, kecerdasan, pengetahuan untuk memberdayakan sumber daya manusia dan alam untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Mengusahakan tidak berarti menguras habis kekayaan alam.

Juga diperintahkan untuk memelihara dan melestarikan supaya dapat dinikmati oleh umat manusia sepanjang masa. 

Walaupun pada kenyataannya, di zaman ini tugas yang dipercayakan Tuhan Allah sering diabaikan.

Tidak sedikit orang merasa pinter tapi tidak pinter merasa tentang kerusakan lingkungan hidup. 

Nafsu untuk menguasai, menguras kandungan bumi sehingga berakibat kerusakan lingkungan hidup telah mendatangkan berbagai bencana alam.

Melalui perenungan Firman Tuhan Allah dalam Kejadian 2: 8-17 memberi pesan kepada kita bahwa manusia ditempatkan di mana kita lahir, dibesarkan, berkarya bertahun-tahun sampai ada di usia lanjut supaya diberdayakan, diusahakan secara bertanggung jawab, berhikmat merawat, memelihara bumi agar tetap lestari. 

Tugas ini tidak saja diberikan kepada mereka yang masih usia produktif tetapi lansia pun dapat menjadi penginisiatif, 
 motivasi dan inspirasi untuk generasi yang akan melanjutkan tanggung jawab pengelolaan dan pemeliharaan bumi untuk memenuhi kebutuhan hidup tanpa merusak dan menguras. 

Ibu, Bapak lansia yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus, 

Fakta menunjukkan tebh terjadi kerusakan alam secara massif sehingga bumi terasa semakin panas sehingga 
mengancam berbagai mahluk hidup pada habitatnya. 

Kerusakan tanah, pencemaran air dan udara berdampak kepada kesehatan dengan munculnya berbagai penyakit yang 
menimpa manusia dan mahluk hidup lainnya.

Darurat sampah terjadi di mana-mana akibatnya banjir.

Perambahan hutan, penambangan yang tak terkontrol akibatnya banjir dan tanah longsor terjadi di berbagai tempat.

Karena itu, pesan firman untuk kita semua dan secara khusus untuk lansia, bahwa kita ada di taman Eden masa kini, marilah terus mengusahakan, memelihara taman kehidupan sebagai rumah kita bersama. 

Agar di mana kita tinggal dan hidup terus mengalami Syalom karena hidup berdampingan dengan alam dan alam ikut memberi kesejukan. Yesus Kristus terus memberkati kita serta alam ciptaan-Nya Amin.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.