TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Bupati Agam Benni Warlis menanggapi bantuan biaya hidup sebesar Rp15 ribu per hari yang diberikan Kementerian Sosial kepada korban bencana hidrometeorologi di Sumatera Barat (Sumbar).
Dikutip dari bpbd.bogorkab.go.id, bencana hidrometeorologi adalah bencana yang diakibatkan oleh aktivitas cuaca seperti siklus hidrologi, curah hujan, temperatur, angin dan kelembapan.
Bentuk bencana hidrometeorologi berupa kekeringan, banjir, badai, kebakaran hutan, longsor, angin puyuh, gelombang dingin, hingga gelombang panas.
Baca juga: Rapat Bersama Mendagri di Padang, Bupati Agam Minta Pemetaan Wilayah dan Lahan HGU untuk Huntap
Menurut Benni, bantuan tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar korban bencana, terutama kebutuhan makan harian, jika dihitung per anggota keluarga.
“Kalau Rp15 ribu itu kan per orang. Kalau satu keluarga ada empat orang, berarti sudah Rp60 ribu per hari. Itu cukuplah untuk makan satu keluarga dalam sehari,” ujar Benni Warlis kepada TribunPadang.com usai Rakor Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Hidrometeorologi yang digelar di Auditorium Gubernur Sumbar, Selasa (13/1/2025).
Benni menjelaskan, bantuan biaya hidup itu diberikan selama tiga bulan dan masih memungkinkan untuk diperpanjang kembali jika kondisi korban belum sepenuhnya pulih.
“Bantuannya itu untuk tiga bulan dulu. Kalau nanti masih dibutuhkan, bisa diperpanjang lagi tiga bulan berikutnya,” jelasnya.
Baca juga: 181 Huntara di Sumbar Dibangun Pakai Produk Semen Padang
Lebih lanjut, Benni menegaskan bahwa fokus utama Pemerintah Kabupaten Agam saat ini adalah percepatan pemulihan korban bencana, terutama dengan menyiapkan hunian sementara (huntara).
“Target utama kita sekarang di Agam itu menyiapkan huntara dulu, supaya masyarakat tidak terlalu lama berada di tempat pengungsian,” katanya.
Ia menyebutkan, korban bencana nantinya akan dipindahkan ke huntara, baik yang dibangun secara mandiri oleh masyarakat maupun yang disiapkan secara berkelompok oleh pemerintah.
“Kalau mereka sudah pindah ke huntara, barulah bantuan ini bisa lebih efektif disalurkan. Setelah itu, fokus kita benar-benar ke pemulihan korban,” tutup Benni Warlis. (TribunPadang.com/Muhammad Afdal Afrianto)