Kelanjutan Normalisasi, Warga Pemurus Dalam Bantu Bersihkan Sungai Saka Pangilun Banjarmasin
January 14, 2026 08:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN – Puluhan warga Pemurus Dalam, Banjarmasin Kalimantan Selatan ikut membantu membersihkan Sungai Saka Pangilun, Rabu (14/1/2026).

Mereka saling gotong royong membersihkan Sungai Saka Pangilun yang berlokasi di RT 27, Kelurahan Pemurus Dalam, Banjarmasin Selatan.

Pembersihan dan pengerukan sungai sejatinya dilaksanakan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin sebagai kelanjutan normalisasi sungai untuk mencegah risiko banjir berulang.

Wali Kota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR turut hadir melakukan peninjauan di lokasi.

Diketahui, Sungai Saka Pangilun selama ini turut menjadi urat nadi drainase di kawasan Pemurus Dalam. 

Namun seiring berjalan waktu, tumpukan sampah dan sedimentasi yang tidak diperhatikan membuat aliran air meluap dan terhambat. 

Baca juga: 164 Perempuan di Banjarmasin Jadi Korban Kekerasan, Kasus Psikis, Fisik, dan Seksual Mendominasi

Baca juga: Viral di Medsos, Paman Acong Jualan Sayur di Pasar Keraton Tapin, Tomat dan Cabai Serba Rp 5 Ribu 

Atas instruksi Wali Kota, aparatur perangkat daerah setempat bersama warga lantas berinisiatif melakukan pembersihan.

BPBD Kota Banjarmasin juga menerjunkan personel dan perahu fiber untuk menjangkau area sungai yang sulit di akses bersama partisipasi warga yang berasal dari sejumlah RT di antaranya RT 35, 50, 38, 5, 26, 8, 43, 9, 1, 31, 32, 25, 12, 45, dan RT 24, termasuk relawan damkar sekitar.

Wali Kota Yamin mengapresiasi kesediaan semua pihak dan menegaskan pentingnya kolaborasi ini sebagai ruang aksi dan komitmen pemerintah bersama masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai.

"Kegiatan gotong royong seperti ini harus terus kita galakkan. Sungai adalah urat nadi kota, jika dijaga bersama, manfaatnya akan dirasakan oleh seluruh masyarakat," ucapnya.

Ia juga menyoroti keberadaan infrastruktur dan penanda di sepanjang aliran sungai yang dinilai kurang representatif. 

Terlebih, usai didapati tanggul penahan sungai, tidak sepenuhnya membentang sehingga menyebabkan air meluber. 

Terkait hal itu, Yamin akan mengerahkan SKPD pengampu sekaligus berkonsultasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III untuk mencari solusi terbaik.

"Ini jadi perhatian kita untuk mencegah genangan di kawasan Mahantas. Saya minta seluruh stakeholder bersama warga agar terus siaga memfasilitasi gerakan swadaya seperti ini," lugasnya lagi di sela-sela peninjauan.

Aksi gotong royong ini diharapkan dapat memicu kesadaran dan perilaku masyarakat secara kolektif, Wali Kota menekankan bahwa infrastruktur yang dibangun pemerintah tidak akan berjalan maksimal jika tidak dibarengi dengan kesadaran masyarakat dalam merawat kebersihan sungai.

(Banjarmasinpost.co.id/Mariana) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.