TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - PT Transjakarta diminta bertanggungjawab atas kasus wanita tunanetra pengguna Transjakarta Care yang terperosok ke got di sekitar Halte Kejaksaan Agung.
Wanita tunanetra tersebut terperosok setelah turun dari armada Transjakarta Care namun tidak didampingi petugas hingga ke titik aman, sehingga korban harus berjalan seorang diri.
Ketua Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) DPD DKI Jakarta, Ajad Sudrajad mendorong PT Transjakarta bertanggung jawab atas biaya pengobatan korban akibat kejadian dialami.
"Mendorong supaya TJ selain juga meminta maaf harus memastikan bahwa ini tidak ada masalah dalam gangguan kesehatannya korban yang terperosok," kata Ajad, Rabu (14/1/2026).
Pertuni DPD DKI Jakarta mengakui hingga kini belum secara langsung berkomunikasi dengan wanita pengguna Transjakarta Care yang terperosok ke saluran air di sekitar Halte Kejaksaan Agung.
Namun berdasarkan informasi sementara yang diterima, korban berencana memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan untuk memastikan tidak ada dampak akibat terjatuh ke saluran air.
Sementara menurut keterangan PT Transjakarta, korban mengalami luka lebam pada bagian punggung dan tangan akibat terjatuh ke saluran air dekat Halte Kejaksaan Agung.
"Menurut informasi dia (korban) akan tetap memeriksakan diri, takutnya katanya ada yang terluka. Dia pengen minta ada biaya operasional lah untuk check up badannya," ujarnya.
Ajad menuturkan pihaknya mengapresiasi sikap PT Transjakarta yang sudah menyampaikan permohonan maaf atas kasus, termasuk langkah direksi menemui korban secara langsung.
Menurut PT Transjakarta saat korban turun lalu terjatuh dalam perjalanan menuju halte, armada Transjakarta Care sedang dalam perjalanan mengantar empat penumpang lain.
Namun Pertuni DPD DKI Jakarta mengingatkan agar PT Transjakarta melakukan evaluasi menyeluruh terkait layanan, sehingga dapat mencegah kasus serupa terulang.
"Kami berterima kasih kemarin sudah melakukan konferensi pers, sudah minta maaf. Ini salah satu itikad baik untuk mengakui kesalahan, walaupun memang tetap ada dalil (alasan)," tuturnya.
Sebelumnya sebuah video viral merekam wanita tunanetra terjatuh ke saluran air usai turun dari TransJakarta Care di kawasan Halte Transjakarta PLN Bulungan, Minggu (11/1/2026).
Berdasarkan narasi yang beredar disebutkan bahwa wanita tersebut sudah meminta petugas Transjakarta Care hingga ke titik aman, tapi petugas hanya mengarahkan jalur secara lisan.
Sehingga saat korban berjalan seorang diri tanpa pendamping, dia terperosok ke saluran air hingga mengakibatkan pakaian yang dikenakannya kotor terkena lumpur dan kotoran.