Akhir Kisah Pendaki Tektok Gunung Slamet Asal Magelang: Ali Pulang dalam Keheningan
January 14, 2026 09:14 PM

 

 

Tribunjogja.com MAGELANG – Langkah kaki Syafiq Ridhan Ali Razan, pendaki muda asal Magelang, berakhir tragis di Gunung Slamet. 

Setelah 17 hari pencarian panjang, Tim SAR gabungan akhirnya menemukan jasad Syafiq di lereng puncak selatan, tepat di jalur antara Gunung Malang dan Baturaden, Rabu (14/1/2025) sekitar pukul 10.30 WIB.

Syafiq Ali mendaki bersama rekannya, Himawan Choidar Bahran, pada Sabtu, 27 Desember 2025. 

Keduanya berencana melakukan pendakian tektok, naik dan turun tanpa menginap. 

Namun nasib berkata lain. Sehari setelah pendakian, kabar dari mereka tak kunjung datang.

Himawan berhasil ditemukan lebih dulu, Selasa (30/12/2025), dalam kondisi lemah di sekitar Pos 5 jalur Bambangan. 

Syafiq Ali, sahabatnya sejak SMP, justru hilang tanpa jejak. 

Berdasarkan keterangan awal hasil interogasi ke Himawan, ia turun mencari pertolongan karena Himawan mengalami kram. 

Tim SAR bergerak ke melakukan pencarian berdasarkan keterangan dari Himawan. 

Hanya saja, hasilnya nihil. 

Faktanya, jasad Syafiq ditemukan di jalur bebatuan menuju kawah Slamet, pos terakhir sebelum puncak alias kawasan Pos 9. 

Jalur Bambangan Gunung Slamet

Pendakian via Bambangan dikenal sebagai jalur resmi paling populer. 

Ada sembilan pos yang harus dilalui sebelum mencapai puncak, berikut diantaranya: 

  • Pos 1: Awal pendakian, jalur landai dengan hutan rimbun.
  • Pos 3: Area agak lapang, sering jadi titik kumpul rombongan.
  • Pos 5: Lokasi favorit mendirikan tenda, tempat Himawan ditemukan.
  • Pos 9: Pos terakhir, jalur bebatuan menuju kawah Slamet (tempat jasad Syafiq ditemukan)

• Rencana Pemakaman Jenazah Ali Pendaki Gunung Slamet Asal Magelang 

Kesaksian Awal Keluarga

GUNUNG SLAMET: Gunung Slamet adalah gunung berapi aktif tertinggi di Jawa Tengah dengan ketinggian 3.432 mdpl, dikenal sebagai “atap Jawa Tengah”
GUNUNG SLAMET: Gunung Slamet adalah gunung berapi aktif tertinggi di Jawa Tengah dengan ketinggian 3.432 mdpl, dikenal sebagai “atap Jawa Tengah” (Tribun Jogja/googleearth)

Naufal Hisyam (24), kakak kandung Syafiq Ali, mengungkapkan adiknya sempat berpamitan hendak mendaki Gunung Sumbing. 

Namun keluarga baru mengetahui Syafiq Syafiq Ali berada di Gunung Slamet setelah menerima foto darinya.

“Ibu saya kaget kok bisa sampai di Slamet, tapi ya sudah diiyakan karena sudah di sana. Adik saya bilang naik jam 11 malam, rame bareng-bareng,” kata Naufal, Jumat (2/1/2026).

Syafiq Ali, pelajar kelas 12 SMAN 5 Magelang, berencana turun Minggu sore. 

Namun kabar itu tak pernah datang. 

Motor dan KTP-nya masih tertinggal di basecamp Dipajaya.

Keluarga akhirnya menyusul ke lokasi pada Senin malam, 29 Desember 

Sehari kemudian, Himawan ditemukan lemah di Pos 5. Ia dibantu turun oleh tim SAR dan mendapat perawatan medis. 

Namun keterangan Himawan masih simpang siur, diduga akibat trauma.

“Jawabannya nggak konsisten. Mungkin karena takut atau memang trauma, jadi belum bisa memberikan jawaban pasti kenapa bisa hilang,” ujar Naufal.

Ada pula kesaksian pendaki lain yang sempat melihat Syafiq di sekitar Pos 3. 

Ia turun lewat jalur kanan saat hujan, namun jejaknya tiba-tiba hilang. Jalur itu ternyata salah arah.

Kisah mana yang benar tak ada yang mengetahui selain Syafiq Ali dan Himawan. 

Dan kini, Syafiq Ridhan Ali Razan, pendaki muda penuh semangat, akhirnya bakal pulang ke Magelang dalam keheningan.

Evakuasi 15 Jam 

im SAR gabungan menemukan Syafiq di Lereng Puncak Selatan antara jalur Gunung Malang dan Baturaden, pada Rabu (14/1/2025) sekitar pukul 11.00 WIB. 
im SAR gabungan menemukan Syafiq di Lereng Puncak Selatan antara jalur Gunung Malang dan Baturaden, pada Rabu (14/1/2025) sekitar pukul 11.00 WIB.  (Tribunjogja.com/IST)

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Magelang, Catur Budi Fajar Sumarmo, membenarkan kabar tersebut. 

Informasi penemuan jasad Syafiq diterima dari tim relawan yang berada di area puncak Gunung Slamet.

Ayah Syafiq Ali, Dhani Rusman, merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kota Magelang.

“Alhamdulillah, pada Rabu 14 Januari 2026 sekitar pukul 10.30 WIB kami mendapatkan informasi dari relawan mandiri bahwa survivor atas nama Ali sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,” ujar Catur.

Setelah ditemukan, tim SAR gabungan langsung melakukan persiapan evakuasi jenazah menuju posko bawah. 

Namun, proses evakuasi diperkirakan memakan waktu cukup lama lantaran kondisi medan yang ekstrem.

“Informasi terakhir sekitar pukul 14.00 WIB, proses evakuasi untuk menurunkan jenazah membutuhkan waktu kurang lebih 15 jam hingga sampai di basecamp Dipajaya,” katanya.

Catur menjelaskan, lokasi ditemukannya jenazah bukan berada di dasar kawah Gunung Slamet, melainkan di tebing kawah.

“Jadi posisinya tidak di bawah kawah, tapi masih berada di tebing kawah. Posisi jenazah terbaring dan sudah terdokumentasi,” jelasnya.

Setelah berhasil dievakuasi ke basecamp, jenazah rencananya akan langsung dibawa ke rumah sakit di Pemalang untuk proses pembersihan sebelum dipulangkan ke Kota Magelang.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Pemalang. Jenazah akan langsung dibawa ke rumah sakit untuk disucikan, kemudian dibawa ke Magelang menuju rumah duka,” imbuh Catur. 

Suasana Rumah Duka 

RUMAH DUKA: Suasana duka menyelimuti rumah keluarga almarhum Syafiq Ridhan Ali Razan (18) di Kelurahan Kramat Utara, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang, Jawa Tengah, Rabu (14/1/2026) malam
RUMAH DUKA: Suasana duka menyelimuti rumah keluarga almarhum Syafiq Ridhan Ali Razan (18) di Kelurahan Kramat Utara, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang, Jawa Tengah, Rabu (14/1/2026) malam (Tribun Jogja/Yuwantoro Winduajie)

Suasana duka menyelimuti rumah keluarga almarhum Syafiq Ridhan Ali Razan (18) di Kelurahan Kramat Utara, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang, Rabu (14/1/2026) malam.

Sejak siang hari, rumah duka telah dipasangi tenda dan kursi untuk menyambut kedatangan jenazah pendaki Gunung Slamet yang ditemukan meninggal dunia setelah 17 hari pencarian.

Sejumlah anggota keluarga tampak berada di dalam rumah menunggu kepastian kepulangan almarhum. Sementara sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) juga terlihat datang ke rumah duka.

Diketahui, ayah almarhum, Dhani Rusman, merupakan ASN yang bertugas di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kota Magelang.

Pemakaman Dialihkan ke TPU Sidotopo

Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokompim) Setda Kota Magelang, Tri Winarno, mengatakan pihak keluarga telah memutuskan lokasi pemakaman yang semula direncanakan di Pemakaman Sambung Lor, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, dialihkan ke TPU Sidotopo, Kelurahan Kedungsari, Kecamatan Magelang Utara.

“Dengan pertimbangan kedekatan dengan rumah keluarga Mas Ali dan makam keluarga yang lain, pemakaman dipindahkan ke TPU Sidotopo. Karena keluarga besar berada di wilayah Kupatan dan makam warga Kupatan memang di Sidotopo,” jelas Tri.

Ia menambahkan, persiapan pemakaman telah dilakukan oleh warga setempat.

“Di kampung ini kan sudah jadi tradisi, sehingga seluruh persiapan sudah berjalan. Tenda dan perlengkapan sudah disiapkan, tinggal nunggu jenazah tiba dan melihat kondisi jenazah untuk menentukan langkah selanjutnya,” ujarnya.

“Tadi kami juga melakukan cross-check melalui Pak Lurah Kedungsari, karena wilayah Sidotopo dan Kupatan masih dalam satu kelurahan,” sambungnya.

Waktu Kedatangan Jenazah Bergantung Cuaca

Terkait waktu kedatangan jenazah, Tri menyebut masih bersifat situasional lantaran sangat bergantung pada kondisi cuaca di Gunung Slamet.

“Kalau kondisi puncak tidak hujan dan terang, kemungkinan jenazah bisa tiba di Magelang menjelang subuh. Tapi kalau hujan dan berkabut, bisa saja mengalami keterlambatan,” ungkapnya. (tro)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.