WARTAKOTALIVE.COM, CAKUNG - Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin tinjau Try Out Kartu Jakarta Pintar (KJP) di SMAN 11 Pulogebang, Kecamatan Cakung, Jakaeta Timur, Rabu (14/1/2026).
Ia berjalan menelusuri lorong kelas untuk sampai ke ruang Try Out KJP guna melihat siswa kelas 12 yang mengerjakan soal-soal di komputer.
Puluhan komputer di ruang itu penuh diisi oleh para siswa dan mereka fokus mengerjakan soal.
Munjirin mengaku, kegiatan ini bertujuan membantu siswa agar lebih siap menghadapi ujian masuk perguruan tinggi negeri.
"Ini merupakan program lanjutan Pemerintah Kota Jakarta Timur bersama Sudin Pendidikan dan Baznas Bazis Jakarta Timur dalam rangka pelaksanaan Try Out KJP, khusus untuk anak-anak kelas XII SMA Negeri pemegang KJP," ucapnya, Rabu.
Baca juga: Tayang Besok, Film Horor Penunggu Rumah Buto Ijo Hadir sebagai Tontonan Ramah Anak dan Keluarga
Menurut Munjirin, kegiatan ini akan diikuti oleh para siswa sebanyak lima kali secara bertahap di seluruh sekolah negeri wilayah Jakarta Timur.
Mantan Wali Kota Jaksel itu memgaku, pada Selasa (13/1/2026) kemarin, ada delapan sekolah dengan jumlah peserta 554 siswa yang ikut Try Out KJP.
"Pada hari ini (Rabu) dilaksanakan di 19 sekolah dengan jumlah 1.543 siswa. Jadi total sementara sudah diikuti 2.097 siswa di 27 sekolah,” jelasnya.
Pria berkemeja ASN itu mengaku, Kamis (15/1/2026) besok ada sekira 10 sekolah dengan jumlah 1.003 siswa mengikuti kegaiatan tersebut.
Kemudian, tahap terakhir bakal digelar oleh Sudin Pendidikan Jakarta Timur pada 19 Januari 2026 mendatang dengan total siswa 176.
“Dari hasil monitoring, anak-anak yang mengikuti try out sangat senang dan merasa sangat terbantu. Harapannya, semakin banyak siswa kelas XII SMA Negeri di Jakarta Timur yang dapat diterima di perguruan tinggi negeri," terangnya.
"Ini tentu akan berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan dan perekonomian anak-anak penerima KJP," tambah Munjirin.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Negeri 11 Jakarta, Penina Sinambela mengapresiasi Wali Kota Jakata Timur, Munjirin karena meninjau langsung siswanya.
Ia menyatakan, dari total 616 siswa di SMA Negeri 11 Jakarta, ada sekira 36 siswa kelas XII penerima KJP dan seluruhnya mengikuti Try Out KJP.
"Luar biasa. Awalnya kami ragu apakah anak-anak akan antusias, ternyata responsnya sangat baik. Bahkan hari ini sebenarnya ada kegiatan career day di Balai Samudera, tetapi mereka memilih mengikuti try out," ungkapnya.
Di tempat sama, Pelaksana teknis dari NAIJU, Taufik Tope Rendusara menyebut, program ini berperan penting dalam membuka akses latihan terstruktur bagi penerima manfaat KJP.
Ia mengungkapkan, banyak pelajar penerima KJP yang sebenarnya punya potensi besar, tetapi tidak memiliki akses ke latihan soal dan evaluasi rutin seperti mereka yang mengikuti Bimbel berbayar.
"Melalui try out ini, mereka bisa mengetahui posisi awal, kelemahan, sekaligus strategi belajar yang perlu diperbaiki sebelum menghadapi seleksi perguruan tinggi," pungkasnya. (m26)