Pertanyaan:
“Pada usia berapa hitan paling ideal dilakukan menurut medis, Dokter?”
(Jurnalis TribunHealth.com dalam Talk Show Healthy Talk “Bedah Tuntas Metode Khitan Anak: Laser, Klem, atau Konvensional?”)
Jawaban Dokter Spesialis Bedah Anak, dr. Andi Lestiono, Sp.BA, FIAPS:
“Ya, menurut medis khitan bisa sedini mungkin, jauh lebih baik.
Karena memang penyembuhan luka khitan itu sangat cepat ketika anak itu masih usia balita karena pergantian selnya untuk penyembuhan itu sangat baik.
Jadi sangat cepat dan tidak repot.”
Simak penjelasan lengkapnya dalam tayangan berikut:
Sunat adalah prosedur pembuangan kulup, yaitu kulit yang menutupi ujung penis.
Selain memiliki nilai anjuran dalam agama, sunat juga direkomendasikan dari sisi kesehatan.
Prosedur ini diyakini membawa berbagai manfaat kesehatan, seperti mencegah fimosis, menurunkan peluang infeksi, dan bahkan mengurangi risiko kanker serviks pada pasangan di kemudian hari.
Merujuk pada Kompas.com, berikut sejumlah keuntungan sunat serta waktu yang tepat untuk melakukannya.
Baca juga: 5 Fakta Sensory Play Dukung Tumbuh Kembang Anak, Bagus untuk Perkembangan Kognitif
Manfaat utama sunat adalah mencegah terjadinya fimosis, yaitu kondisi ketika kulup tidak dapat ditarik ke belakang kepala penis.
Jika tidak ditangani, fimosis berpotensi menimbulkan peradangan pada kepala penis atau balanitis.
Infeksi saluran kemih dapat berlanjut menjadi gangguan ginjal.
Sunat dapat membantu meminimalkan risiko ini karena penis yang telah disunat lebih mudah dibersihkan, sehingga tidak mudah menjadi tempat berkembangnya bakteri.
Dengan meningkatkan kebersihan area kelamin pria, sunat juga berkontribusi dalam menurunkan kemungkinan terjadinya kanker penis.
Baca juga: Bagaimana jika Anak Belum Berani Khitan padahal Sudah Cukup Umur?
Sunat juga bermanfaat bagi pasangan saat telah menikah.
Kebersihan penis pada laki-laki yang disunat umumnya lebih terjaga, sehingga menekan penularan bakteri berbahaya ke leher rahim pasangan.
Waktu paling ideal untuk sunat adalah pada masa bayi. Di usia ini, anak umumnya belum memiliki rasa takut yang besar, sehingga prosedur dapat dilakukan lebih mudah tanpa menimbulkan trauma.
Proses penyembuhan sunat pada bayi juga cenderung lebih cepat dibandingkan pada remaja atau dewasa.
Apalagi, saat ini telah tersedia berbagai metode sunat yang dapat dipilih.
Bagi mereka yang telah mengalami fimosis atau infeksi saluran kemih, sunat sebaiknya dilakukan secepatnya.
Namun, disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter guna menilai kondisi anak secara menyeluruh.
(TribunHealth.com)