Misteri Hari ke-17: Syafiq Ditemukan di Jalur yang Pernah Dilewati Tim SAR, Isu Tertutup Alam Gaib
January 15, 2026 06:38 AM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Duka mendalam menyelimuti proses pencarian pendaki muda Syafiq Ridhan Ali Razan (18) di Gunung Slamet.

Setelah upaya pencarian yang berlangsung panjang dan melelahkan, Syafiq akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada hari ke-17 pencarian, Rabu (14/1/2025).

Namun, di balik berakhirnya pencarian tersebut, muncul pertanyaan dan sorotan tajam dari para relawan yang terlibat langsung di lapangan.

Sejumlah relawan menilai terdapat kejanggalan dalam proses pencarian, terutama karena lokasi ditemukannya jasad Syafiq disebut telah berulang kali disisir oleh tim SAR gabungan dan relawan sejak hari-hari awal pencarian.

Baca juga: Sosok Mantan Pacar Syafiq Ali yang Dapat Pesan Khusus, Gadis Ini Membantah Setelah Foto Tersebar

Ditemukan Tak Jauh dari Jalur Pendakian

Syafiq, warga Desa Kramat Utara, Kecamatan Magelang Utara, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, ditemukan sekitar 5 kilometer dari Pos 9 jalur pendakian Gunung Slamet.

Lokasi tersebut berada di kawasan yang sebelumnya menjadi fokus pencarian berdasarkan keterangan terakhir dari rekan pendaki yang bersamanya.

Penemuan ini justru memicu tanda tanya besar, mengingat area tersebut disebut bukan wilayah asing bagi tim pencari.

Lokasi Sudah Berkali-kali Disisir Tim SAR

Syafiq diketahui mendaki Gunung Slamet bersama rekannya, Himawan, melalui jalur Basecamp Dipajaya, Desa Clekatakan, Kabupaten Pemalang, pada Sabtu (30/12/2025).

Setelah dinyatakan hilang, tim SAR gabungan bersama relawan segera melakukan pencarian intensif di sejumlah titik yang diyakini sebagai lokasi terakhir korban.

Salah satu relawan independen, Amrul (20), warga Kabupaten Brebes, mengaku heran dengan waktu penemuan jasad Syafiq yang terbilang sangat lama.

“Dari hari kedua sampai hari ke-17 itu tidak ditemukan, padahal area sudah pernah dilalui tim pencarian,” ujar Amrul.

Menurutnya, wilayah tempat jasad Syafiq ditemukan bukan area baru dalam peta pencarian.

Tim SAR gabungan saat melakukan koordinasi untuk melakukan pencarian Syafiq Ali, seorang pelajar yang dilaporkan hilang di kawasan Gunung Slamet, terus dilakukan secara intensif. Hingga Sabtu (3/1/2026), sebanyak 111 personel gabungan dikerahkan dan area pencarian diperluas hingga radius 5 kilometer dari titik terakhir keberadaan korban
Tim SAR gabungan saat melakukan koordinasi untuk melakukan pencarian Syafiq Ali, seorang pelajar yang dilaporkan hilang di kawasan Gunung Slamet, terus dilakukan secara intensif. Hingga Sabtu (3/1/2026), sebanyak 111 personel gabungan dikerahkan dan area pencarian diperluas hingga radius 5 kilometer dari titik terakhir keberadaan korban (BASARNAS/Dok Basarnas Semarang)

Kejanggalan Pencarian hingga Libatkan Anak Indigo

Amrul mengungkapkan bahwa selama proses pencarian, ia menemukan berbagai hal yang dinilainya janggal.

Salah satunya adalah keterlibatan anak indigo yang didatangkan khusus dari Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Ia menyebut, pencarian bahkan dilakukan dengan pendekatan nonkonvensional.

“Saya bersama tim relawan independen juga anak indigo ditugaskan di pos 9 tidak sampai pada lokasi ditemukan jasad Syafiq,” ungkap Amrul.

Baca juga: Kisah Pilu Papan Pesan Buat Mantan yang Dibawa Pendaki Syafiq Ali, 17 Hari Hilang Ditemukan Tewas

Relawan independen, kata Amrul, secara bergantian membantu pencarian sejak Syafiq dinyatakan hilang.

Namun selama hari-hari pencarian itu, jasad korban sama sekali tidak terlihat.

“Kata anak indigonya sih almarhum tertutup alam gaib yang tidak terlihat,” kata Amrul.

Pernyataan tersebut menambah nuansa misteri dalam proses pencarian pendaki muda tersebut.

Kondisi Jasad di Lokasi Penemuan

Lokasi hilangnya Syafiq berada di kawasan lereng berbatu dengan tanah tandus, diselingi banyak aliran sungai kecil.

Dari foto yang diterima Kompas.com, jasad Syafiq ditemukan di antara bebatuan dalam kondisi tertelungkup.

Jaket dan celana pendek yang dikenakan korban masih melekat di tubuhnya, sementara celana panjang terlepas separuh dari badan.

Tak jauh dari jasad, relawan juga menemukan sejumlah barang milik korban yang terpisah, seperti sepatu, dompet, dan telepon genggam.

Baca juga: Upaya Tim SAR Cari Syafiq, Pendaki Magelang Hilang di Gunung Slamet, Terjang Hujan Disertai Petir

Awal Perpisahan di Pos 5

Sebelum dinyatakan hilang, Syafiq dan Himawan diketahui masih bersama saat mendaki Gunung Slamet melalui jalur Dipajaya pada 28 Desember 2025. Keduanya sempat beristirahat di Pos 5, sebelum kondisi mulai berubah.

Di lokasi tersebut, kaki Himawan mengalami kram, sehingga ia tidak mampu melanjutkan perjalanan dengan optimal.

Melihat kondisi rekannya, Syafiq memutuskan untuk turun lebih dulu guna mencari bantuan, sementara Himawan diminta menunggu di Pos 5.

Namun, keputusan itu menjadi titik perpisahan terakhir. Setelah berpisah, Syafiq tak kunjung kembali.

Kontak Terputus, Penantian Berujung Evakuasi

Hingga malam hari, Himawan tetap menunggu di Pos 5, namun kontak dengan Syafiq terputus.

Karena Syafiq tidak kembali, Himawan akhirnya memutuskan bergerak naik menuju Pos 9 Gunung Slamet, yang berada di ketinggian sekitar 3.183 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Dari Pos 9, jarak menuju puncak Gunung Slamet diperkirakan hanya 300 hingga 600 meter.

Himawan bertahan di pos tersebut hingga Selasa (30/12/2025) pagi, sebelum akhirnya ditemukan oleh tim relawan dan dievakuasi melalui Basecamp Dipajaya dalam kondisi selamat.

Sementara itu, pencarian terhadap Syafiq terus berlanjut hingga akhirnya berakhir dengan kabar duka: Syafiq ditemukan meninggal dunia di kawasan yang tidak jauh dari lokasi Himawan bertahan.

Pencarian Berakhir, Pertanyaan Masih Tersisa

Meski jasad Syafiq telah ditemukan, kisah pencarian selama 17 hari di Gunung Slamet meninggalkan sejumlah pertanyaan besar.

Bagi para relawan, penemuan di lokasi yang telah berkali-kali disisir menimbulkan keraguan dan keheranan yang hingga kini belum sepenuhnya terjawab.

***

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.