Sulit Berjodoh dengan Gelar Piala Afrika, Apesnya Nasib Mohamed Salah di Timnas Mesir
January 15, 2026 07:30 AM

 

TRIBUNNEWS.COM - Timnas Mesir dipastikan gagal melaju ke final Piala Afrika 2025, setelah baru saja dipecundangi Senegal dengan skor 1-0 di semifinal, Kamis (15/1/2026) dinihari tadi.

Gol tunggal yang dicetak Sadio Mane (78') pada laga ini menjadi biang kerok kekalahan Mesir.

Mesir pun harus gigit jari lantaran kehilangan kesempatan melaju ke final Piala Afrika 2025 di Maroko.

Harapan Mesir untuk mengakhiri puasa gelar juara Piala Afrika yang sudah berlangsung 16 tahun seketika juga buyar.

Kini, Mesir harus rela berlaga dalam laga perebutan juara ketiga saja di Piala Afrika edisi kali ini.

Baca juga: Hasil Semifinal Carabao Cup: Curi Kemenangan di Kandang Chelsea, Arsenal Tinggal Selangkah ke Final

Sementara itu, Senegal berhak melangkah ke final, setelah menyingkirkan Mesir.

Senegal berkesempatan merebut kembali gelar Piala Afrika yang sebelumnya direbut Pantai Gading tahun 2023.

AKSI MO SALAH - Pemain Liverpool, Mohamed Salah, ketika memperkuat Timnas Mesir dalam pertandingan kedua Grup B Piala Afrika 2025 kontra Afrika Selatan di Stadion Adrar pada Jumat (26/12/2025). (Instagram Timnas Mesir - 27/12/2025) 
AKSI MO SALAH - Pemain Liverpool, Mohamed Salah, ketika memperkuat Timnas Mesir dalam pertandingan kedua Grup B Piala Afrika 2025 kontra Afrika Selatan di Stadion Adrar pada Jumat (26/12/2025). (Instagram Timnas Mesir - 27/12/2025)  (Federasi Sepak Bola Mesir)

Mesir Gagal ke Final Piala Afrika 2025, Apesnya Nasib Mo Salah

Tersingkirnya Mesir dari semifinal otomatis menyisakan cerita pilu khususnya bagi bintang mereka, Mohamed Salah.

Pemain yang memperkuat Liverpool itu seakan sulit berjodoh dengan gelar mayor bersama negaranya sendiri.

Meskipun karier Mo Salah tergolong sukses di level klub.

Terutama sejak bergabung dengan Liverpool, di mana ia mampu meraih semua gelar bergengsi bersama timnya.

Prestasi Mo Salah nyatanya tidak terlalu mentereng di level timnas.

Hal ini dikarenakan belum ada satupun gelar bergengsi yang ia persembahkan kepada tanah kelahirannya.

Termasuk gelar Piala Afrika yang merupakan turnamen elit level yang mempertemukan negara terbaik di Benua Hitam.

Sepanjang keikutsertaannya di ajang Piala Afrika, Mo Salah gagal mempersembahkan satu gelar pun untuk Mesir.

Reaksi penyerang Mesir #10 Mohamed Salah setelah cedera selama pertandingan sepak bola grup B Piala Afrika (CAN) 2024 antara Mesir dan Ghana di Stadion Felix Houphouet-Boigny di Abidjan pada 18 Januari 2024. (ISSOUF SANOGO / AFP)

Sejak menjalani debutnya memperkuat Mesir pada September 2011, melawan Sierra Leone di Kualifikasi Piala Afrika.

Mo Salah sebenarnya mampu membuktikan diri sebagai pemain terbaik negara tersebut selama bertahun-tahun.

Hal itu dibuktikan dengan kontribusi Mo Salah bersama Mesir, entah lewat gol atau assist yang ia ciptakan.

Dari total 112 laga, Mo Salah mampu mengukir total 65 gol dan 35 assist.

Alias jika dihitung, Mo Salah mampu berkontribusi sebanyak 100 gol untuk negaranya tersebut.

Mo Salah Sulit Berjodoh dengan Trofi di Level Timnas

Hanya saja, soal trofi juara.

Mo Salah benar-benar sulit berjodoh dengan raihan gelar juara di level timnas.

Khusus di ajang Piala Afrika, yang mana Mo Salah baru menjalani debut bersama Mesir pada awal Januari 2017, tepatnya melawan Mali.

Pemain berusia 33 tahun itu kerapkali mengalami crash yang menyebabkan dirinya tidak bisa meraih gelar juara bersama Mesir.

Penyerang Mesir #10 Mohamed Salah (Kiri) berebut bola dengan kiper Mozambik #1 Ernan Siluane (kanan) selama pertandingan sepak bola grup B Piala Afrika (CAN) 2024 di Stadion Felix Houphouet-Boigny, pada 14 Januari 2024.
FRANCK FIFE / AFP
Penyerang Mesir #10 Mohamed Salah (Kiri) berebut bola dengan kiper Mozambik #1 Ernan Siluane (kanan) selama pertandingan sepak bola grup B Piala Afrika (CAN) 2024 di Stadion Felix Houphouet-Boigny, pada 14 Januari 2024. FRANCK FIFE / AFP (FRANCK FIFE / AFP)

Pada edisi perdananya di Piala Afrika, Mo Salah sebenarnya langsung mampu membawa Mesir lolos sampai tahap final turnamen.

Hanya saja apesnya, Mesir secara mengejutkan menelan kekalahan di final Piala Afrika 2017 yang berlangsung di Gabon.

Mesir kalah dengan skor tipis 2-1 saat bertemu dengan Kamerun dalam perebutan gelar Piala Afrika 2017 silam.

Mo Salah pun kehilangan kesempatan untuk memenangkan gelar Piala Afrika pada debutnya di turnamen tersebut.

Dua tahun berselang, pencapaian Mo Salah bersama Mesir tidak lebih baik, karena hanya bisa mentok di babak 16 besar saja.

Pada edisi 2021, Mo Salah kembali bangkit dan menginspirasi kelolosan Mesir bisa lolos ke final untuk kedua kali pada eranya.

Lagi-lagi, Mo Salah kehilangan kesempatan untuk memenangkan gelar Piala Afrika pertamanya, setelah Mesir dipecundangi Senegal dengan skor 1-0 di final.

Situasi dejavu seakan kembali dirasakan Mo Salah pada ajang Piala Afrika edisi berikutnya di tahun 2023.

Setelah menjadi finalis pada edisi sebelumnya, Mesir lagi-lagi hanya bisa mentok sampai tahap 16 besar turnamen.

Terbaru, Mesir cuma mampu sebatas lolos sampai semifinal saja, setelah disingkirkan Senegal yang mengalahkan mereka di final 2021 silam.

Kesempatan Mo Salah untuk meraih gelar mayor pertamanya bersama Mesir pun seketika sirna, setelah negaranya keok di tangan Senegal, dinihari tadi.

Kini, dengan usianya yang semakin senja, harapan Mo Salah untuk bisa meraih gelar mayor pertamanya bersama Mesir makin menipis.

(Tribunnews.com/Dwi Setiawan)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.