TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH – Pemerintah Desa Pangalloang, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat (Sulbar) terpaksa melakukan pemindahan lokasi ruas jalan tani akibat gerusan erosi Sungai Budong-budong yang tak kunjung tertangani.
Setidaknya, jalan tersebut telah dipindahkan sebanyak lima kali dalam beberapa waktu terakhir.
Sekretaris Desa (Sekdes) Pangalloang, Yasir Syam, menjelaskan, kondisi ini terus berulang.
Baca juga: Erosi Sungai, Rumah Warga di Tampaure Pasangkayu Terancam, Tinggal 3 Meter dari Bibir Sungai
Baca juga: Aktivitas Pengambilan Pasir di Pantai Sikente Resahkan Warga, Erosi Ancam Rumah dan Kebun
Setiap kali jalan baru selesai dibangun, tak lama kemudian tepian sungai kembali terkikis, menggerus dan mengancam struktur jalan tersebut.
“Sekitar lima kali sudah dipindahkan,” jelas Yasir Syam sambil menunjuk ke arah jalan yang dimaksud, Rabu (14/1/2026).
Jalan ini memiliki fungsi vital bagi warga.
Selain menjadi akses utama bagi petani dalam mengangkut hasil bumi seperti pisang, jagung, dan kelapa sawit, jalan tersebut juga merupakan jalur menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Pangalloang.
Kini, ruas jalan tani itu kembali berada dalam ancaman serius.
Jarak jalan dengan bibir tebing Sungai Budong-budong terus berkurang akibat erosi dan kini hanya tersisa sekitar satu meter.
Kondisi tersebut membuat kendaraan pengangkut hasil pertanian yang melintas harus ekstra hati-hati.
Jika tidak segera dilakukan penanganan struktural untuk menghentikan laju erosi, pemerintah desa terancam kembali memindahkan jalan tersebut untuk keenam kalinya.
“Jika tidak ada penanganan serius, jalan akan terpaksa dipindahkan lagi. Ini sangat menyulitkan warga, baik untuk aktivitas ekonomi maupun sosial,” pungkas Yasir.
Laporan wartawan Tribun Sulbar, Sandi Anugrah