Prof JJ: The Winner Takes All
January 15, 2026 11:05 AM

TRIBUN-TIMUR.COM - Prof Jamaluddin Jompa (58) benar-benar menjadi “The Winner Takes All” pada Pemilihan Rektor Universitas Hasanuddin periode 2026-2030.

Pilrek Unhas digelar di Kampus Unhas Jakarta, Jl Petojo Utara, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (14/1).

Prof JJ sapaannya, menang telak pada putaran final. Ia mengontrol 23 suara, unggul jauh dari dua pesaingnya.

Prof Budu hanya memperoleh satu suara, sementara Prof Sukardi Weda tidak memperoleh suara sama sekali.

Kemenangan ini mengantarkan Prof JJ memimpin kembali Kampus Merah untuk periode kedua dan disambut riuh di media sosial.

Akun Instagram pribadi guru besar bidang Biologi dan Ekologi Kelautan itu menjadi sorotan. Dalam unggahannya, Prof JJ menyematkan lagu “The Winner Takes All”.

Baca juga: Prof JJ Terpilih Lagi, Prof Farida : Unhas Siap Bersaing di Panggung Internasional

Lagu legendaris milik grup ABBA itu kerap digunakan generasi muda dalam berbagai konten di TikTok, Instagram, hingga WhatsApp Story.

Unggahan ini seolah menjadi simbol kemenangan mutlak dalam Pilrek Unhas kali ini.

Bagi Prof JJ, kemenangan ini menghadirkan rasa bangga sekaligus haru. Ia mengaku terkejut hingga tidak menyiapkan konsep pidato.

“Ini buat saya terharu dan bangga. Tentu terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada saya. Ini tidak lepas dari apa yang saya lakukan bersama tim,” ujarnya dari balik mimbar berlogo Unhas.

Terpisah, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof Fauzan, turut hadir pada Pilrek Unhas dan memberikan suara institusinya.

Usai pemungutan suara, Fauzan menyampaikan ucapan selamat kepada Prof JJ. “Selamat Pak Rektor baru, casing yang lama,” ujar Fauzan, disambut senyum para hadirin.

Menurutnya, perkembangan Unhas menunjukkan kemajuan sangat pesat di bawah kepemimpinan Prof JJ.

Ia menegaskan, sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH), Unhas dituntut melangkah lebih maju dibanding perguruan tinggi lainnya.

Unhas tidak lagi hanya diposisikan sebagai perguruan tinggi terbaik di kawasan timur Indonesia.

Saat ini, Unhas telah berada dalam persaingan dengan perguruan tinggi besar di tingkat nasional.

“Ini harus dimaknai bahwa Unhas tidak boleh berada dalam wilayah biasa-biasa saja,” kata Fauzan.

Ia menambahkan, Unhas harus melahirkan generasi luar biasa sebagai bentuk tanggung jawab institusional sebagai PTNBH.

“Unhas harus melahirkan generasi luar biasa dalam rangka bertanggung jawab sebagai PTNBH,” katanya.

Menang Telak

Pemungutan suara dilakukan oleh 17 anggota MWA. Proses perhitungan berlangsung tertutup hingga dibuka dalam rapat paripurna terbuka luar biasa.

“Alhamdulillah, puji syukur dipanjatkan kita dilancarkan seluruh aktivitas hari ini,” ujar Master of Ceremony (MC) sesaat setelah kertas suara terakhir dibacakan.

Sesuai aturan, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi memiliki bobot suara 35 persen dari total suara pemilihan.

Sementara 16 suara lainnya berasal dari anggota MWA.

Dengan perolehan suara tersebut, Jamaluddin Jompa resmi ditetapkan sebagai Rektor Unhas periode 2026-2030.

Di hadapan peserta rapat, Jamaluddin Jompa mengaku bangga bisa kembali memimpin Unhas untuk empat tahun ke depan.

“Ini kebanggaan, membuat saya tidak ada konsep pidato lagi,” ujarnya dari balik mimbar berlogo Unhas.

Ia menegaskan, kemenangan ini bukan kemenangan pribadi, melainkan hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika.

“Saya anggap ini bukan kemenangan individu pribadi. Ini kemenangan Universitas Hasanuddin,” tegasnya.

Dalam pemaparan visi dan misi sebelum pemilihan, Jamaluddin Jompa memanfaatkan waktu lima menit secara maksimal.

18 capaian dan prestasi Unhas dipaparkan di hadapan anggota MWA.

Pemaparan tersebut sukses menarik dukungan mayoritas anggota MWA hingga mengantarkannya meraih 23 suara.

Prof JJ sapaannya pun berkomitmen melanjutkan capaian Unhas dan menjaga kekompakan seluruh elemen kampus.

“Intinya ayo lanjutkan kebersamaan. Kita harus kawal Unhas dari capaian tadi, tidak boleh mundur dan surut. Kekompakan harus dijaga,” ujarnya.

Ia menambahkan, Unhas ke depan tidak hanya menarget posisi terbaik di kawasan timur Indonesia.

“Kita bukan lagi mau disebut terbaik di timur, tapi kami mau jadi top university di Indonesia,” katanya.

“Dengan ini menetapkan Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa sebagai Rektor Universitas Hasanuddin periode 2026-2030,” katanya.

Kemenangan ini memastikan Prof JJ melanjutkan kepemimpinan di Kampus Merah untuk periode kedua.

Capaian Unhas

Prof Jamaluddin Jompa memaparkan capaian kinerja selama periode kepemimpinan sebelumnya sebagai salah satu modal utama menghadapi Pemilihan Rektor Unhas periode 2026-2030.

Dalam pemaparannya, Prof JJ merangkum 18 poin keberhasilan yang mencerminkan kemajuan Unhas di tingkat nasional maupun internasional.

Capaian tersebut meliputi pengakuan global dan internasional, kinerja unggul di tingkat nasional, transformasi digital dalam bidang akademik dan administrasi, hingga penguatan manajemen keuangan dan tata kelola kelembagaan.

Selain itu, perhatian terhadap kesejahteraan dosen dan tenaga kependidikan, penguatan infrastruktur digital dan keamanan data, serta dukungan terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) juga menjadi bagian dari keberhasilan yang disampaikan.

Prof JJ juga menyoroti peningkatan layanan mahasiswa dan alumni, mutu akademik dan akreditasi, penguatan riset dan inovasi yang terfokus serta kolaboratif, hingga prestasi mahasiswa di tingkat nasional dan internasional.

Keberhasilan lainnya mencakup kepastian legalitas aset, penguatan akuntabilitas keuangan, pembangunan infrastruktur akademik dan riset, akreditasi dan layanan kesehatan unggul, integritas dan reformasi birokrasi, standar nasional dan pengakuan kualitas, serta inisiatif menuju kemandirian pendanaan Unhas.

Dari keseluruhan capaian tersebut, Prof JJ menegaskan terdapat lima keberhasilan utama yang dinilai paling strategis dan berdampak langsung terhadap reputasi Unhas.

Salah satunya adalah peningkatan signifikan dalam pemeringkatan internasional.

Menurut Prof JJ, program QS University Ranking yang menjadi bagian dari Indikator Kinerja Utama (IKU) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menunjukkan lonjakan yang sangat positif.

“QS University Ranking dalam IKU Kemendiktisaintek kita naik secara eksponansial, termasuk di tingkat Asia,” ujar Prof JJ.

Saat ini, Universitas Hasanuddin berada pada peringkat 201 QS Asia Ranking, serta masuk dalam rentang peringkat 951–1000 dunia versi QS University Ranking.

Selain pemeringkatan global, Prof JJ juga membanggakan prestasi mahasiswa Unhas pada ajang Pekan Ilmiah Nasional (Pimnas).

Unhas mencatat sejarah dengan meraih juara pertama Pimnas pada 2024, dan berhasil mempertahankan gelar tersebut pada 2025.

“Unhas cetak sejarah. Tahun 2024 kita juara satu Pimnas dan 2025 kita pertahankan. Ini akan terus kita jaga,” katanya.

Dalam konteks tata kelola dan administrasi, Prof JJ menyebut Unhas menjadi satu-satunya perguruan tinggi yang meraih Gold Standard dalam pengelolaan administrasi selama dua tahun berturut-turut.

Di bidang keberlanjutan, Unhas juga memperoleh pengakuan global melalui SDGs Awards, serta dinobatkan sebagai peringkat pertama dalam penilaian yang dilakukan oleh Bapanas.

Tak hanya memaparkan capaian, Prof JJ juga menyampaikan arah dan program kerja ke depan yang dirancang untuk memperkuat posisi Unhas sebagai perguruan tinggi berkelas dunia.

Program kerja tersebut mencakup penguatan pendidikan untuk menghasilkan lulusan yang berkarakter, unggul, dan berdaya saing global, serta pengembangan riset dan inovasi bereputasi yang terhubung dengan jejaring internasional.

Selain itu, konsep Kampus Berdampak menjadi fokus utama melalui hilirisasi riset dan pengabdian masyarakat yang berkontribusi nyata terhadap kesejahteraan masyarakat menuju Indonesia Emas 2045.

Prof JJ juga menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia yang unggul dan berjejaring nasional hingga global, pembangunan infrastruktur yang modern dan ramah lingkungan, serta peningkatan reputasi Unhas dalam berbagai pemeringkatan nasional dan internasional.

Sebagai PTNBH, Unhas juga diarahkan menuju kemandirian pendanaan yang semakin kuat.

Seluruh program tersebut ditopang oleh komitmen terhadap tata kelola kelembagaan yang modern, transparan, agile, dan bertanggung jawab.

Pemaparannya tersebut menjadi salah satu faktor yang dinilai mampu meyakinkan anggota Majelis Wali Amanat dalam menentukan arah kepemimpinan Universitas Hasanuddin ke depan.

Jejak Unhas

Universitas Hasanuddin resmi berdiri pada 10 September 1956 di Kota Makassar sebagai wujud perjuangan panjang masyarakat Sulawesi Selatan dan kawasan Indonesia Timur dalam menghadirkan perguruan tinggi negeri.

Lahirnya Unhas tidak terjadi secara instan, melainkan melalui proses historis yang diawali sejak masa kolonial dan masa awal kemerdekaan.

Cikal bakal Unhas berawal dari berdirinya Fakultas Ekonomi di Makassar pada 1947.

Ini cabang Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Jakarta, yang didirikan berdasarkan Keputusan Letnan Jenderal Gubernur Pemerintah Hindia Belanda Nomor 127 tanggal 23 Juli 1947.

Pada masa awal, Fakultas Ekonomi dipimpin oleh L.A. Enthoven sebagai direktur.

Namun, kondisi keamanan dan ketidakstabilan politik di Makassar dan sekitarnya menyebabkan kegiatan fakultas ini terhenti dan akhirnya dibekukan.

Setelah situasi berangsur membaik, Fakultas Ekonomi kembali dibuka pada 7 Oktober 1953 sebagai cabang Fakultas Ekonomi UI di bawah pimpinan Prof G.H.M. Riekerk.

Sejak saat itu, Fakultas Ekonomi mulai berfungsi secara aktif dan menjadi fondasi penting bagi pembentukan universitas negeri di Makassar.

Pada 1 September 1956, Fakultas Ekonomi dipimpin Prof Wolhoff sebagai ketua sementara dengan Muhammad Baga sebagai sekretaris, dan secara nyata menjadi embrio Unhas hingga peresmian.

Di tengah stagnasi Fakultas Ekonomi pada akhir tahun 1950-an, muncul semangat dan inisiatif dari sejumlah tokoh untuk memperjuangkan berdirinya universitas negeri.

Tokoh-tokoh tersebut antara lain Nuruddin Sahadat, Prof G.J. Wolhoff, Mr. Tjia Kok Tjiang, dan J.E. Tatengkeng.

Upaya mereka melahirkan Balai Perguruan Tinggi Sawerigading, sebuah lembaga menjadi wadah perjuangan pendidikan tinggi di Sulawesi Selatan.

Perjuangan ini kemudian diperkuat dengan terbentuknya Panitia Pejuang Universitas Negeri pada bulan Maret 1950.

Langkah strategis selanjutnya adalah pendirian Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat sebagai cabang Fakultas Hukum Universitas Indonesia, yang resmi berdiri pada 3 Maret 1952.

Fakultas ini dipimpin oleh Prof Djokosoetono sebagai dekan pertama, yang juga menjabat sebagai Dekan Fakultas Hukum UI.

Dalam perkembangannya, Fakultas Hukum Unhas dipimpin oleh Prof C de Heern dan kemudian Prof G.H.M Riekerk.

Berkat semangat kerja, kemandirian, dan pengabdian yang tinggi, Fakultas Hukum mampu melepaskan diri dari Universitas Indonesia dan menjadi bagian dari universitas negeri yang mandiri melalui Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 1956, tertanggal 10 September 1956.

Perjuangan pendirian universitas juga ditandai dengan upaya membentuk Fakultas Kedokteran.

Melalui Yayasan Balai Perguruan Tinggi Sawerigading, dicapai kesepakatan dengan Kementerian Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan (PP dan K) yang ditetapkan dalam rapat Dewan Menteri pada 22 Oktober 1953.

Selanjutnya dibentuk Panitia Persiapan Fakultas Kedokteran Makassar yang diketuai Syamsuddin Daeng Mangawing, dengan Muhammad Rasyid Daeng Sirua sebagai sekretaris, serta anggota J.E. Tatengkeng, Andi Patiwiri, dan Sampara Daeng Lili.

Fakultas Kedokteran Makassar akhirnya diresmikan pada 28 Januari 1956 oleh Menteri P dan K Prof R Soewandi, dan kemudian menjadi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin seiring dengan peresmian universitas.

Puncak dari seluruh rangkaian perjuangan tersebut terjadi pada 10 September 1956, ketika Unhas resmi didirikan sebagai perguruan tinggi negeri.

Dengan berdirinya Fakultas Ekonomi, Fakultas Hukum, dan Fakultas Kedokteran sebagai fakultas awal, Unhas menjadi simbol kebangkitan pendidikan tinggi di kawasan Indonesia Timur.

Sejak peresmiannya, Unhas terus berkembang menjadi salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia, berperan penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan sumber daya manusia, serta menjadi pusat keunggulan akademik yang berkontribusi bagi pembangunan nasional dan kawasan timur Indonesia.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.