TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Stasiun Geofisika BMKG Jabar mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terkait kondisi cuaca dan iklim yang masih terjadi hujan ringan sampai lebat sehingga perlu diantisipasi dampak hidrometeorologisnya.
Kepala Stasiun Geofisika, Teguh Rahayu menyampaikan bahwa anomali suhu permukaan air laut di perairan Jabar masih cukup hangat.
Sehingga masih ada kontribusi pada pertumbuhan awan-awan hujan pada skala lokal.
Kelembapan udara di wilayah Jabar pada lapisan 850-700 mb lembap berkisar antara 60-95 persen.
"Berdasar predikai kondisi global, regional, and probabilistik model, diperkirakan sepekan ke depan umumnya cuaca berpotensi hujan dengan intensitas ringan sampai lebat, disertai petir dan angin kencang antara siang, sore, dan malam," katanya, Kamis (15/1/2026) saat dihubungi.
Baca juga: Hasil Tangkapan Ikan Pangandaran 2025 Menurun Drastis, Hanya 930 Ton Akibat Cuaca Buruk
Rahayu menyebut cuaca di Bandung Raya masih ada pengaruh lokal yang mendukung potensi pertumbuhan awan konvektif, yakni kelembapan udara yang lembap pada lapisan 850 mb dan 700 mb wilayah Bandung Raya, yaitu 50 - 90 persen.
Sedangkan untuk suhu minimum di Bandung Raya di antara 19-20⁰C, dan suhu maksimumnya di antara 30.0-32⁰C.
"Data di BMKG Bandung, suhu udara minimum terendah Januari 2026 itu tanggal 4 dan 8 Januari sebesar 20.2⁰C, dan suhu maksimum tertinggi tanggal 4 Januari, yakni 31.4⁰C."
"Sehingga panas yang dilepaskan setelah hujan dan adanya konvergensi dan belokal angin yang mengakibatkan kecepatan angin di wilayah Bandung menjadi lebih kencang sampai 20 km per jam," ujar Rahayu.
Rahayu menyebut, saat ini Jabar termasuk Bandung Raya sudah masuk musim hujan dengan puncaknya bervariasi mulai November 2025 sampai Maret 2026.
Daftar Wilayah Berpotensi Hujan Sedang hingga Lebat
Berikut potensi hujan dengan intensitas sedang dan lebat di wilayah Jabar sepekan ke depan, meliputi:
15 Januari 2026: Kabupaten dan Kota Bekasi, Kabupaten dan Kota Bogor, Depok, Karawang, Purwakarta, Subang, Cianjur.
Kemudian Kabupaten dan Kota Sukabumi, Kabupaten dan Kota Bandung, Cimahi, Bandung Barat, Sumedang, Kabupaten dan Kota Cirebon.
Selanjutnya Indramayu, Majalengka, Kuningan, Garut, Kabupaten Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, dan Pangandaran
16 Januari 2026: Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor, Karawang, Purwakarta, Subang, Cianjur, Kabupaten Sukabumi.
Lalu Kabupaten dan Kota Bandung, Bandung Barat, Cimahi, Sumedang, Kabupaten dan Kota Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan
Serta Garut, Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, dan Pangandaran
17 Januari 2026: Kabupaten Bogor, Purwakarta, Subang, Cianjur, Kabupaten Sukabumi.
Kemudian Kabupaten dan Kota Bandung, Bandung Barat, Sumedang, Kabupaten Cirebon, Kuningan, dan Garut.
18 Januari 2026: Kabupaten dan Kota Bekasi, Kabupaten dan Kota Bogor, Depok, Karawang, Purwakarta, Subang, Cianjur.
Selanjutnya Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Sumedang, Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan, Garut, Kabupaten Tasikmalaya, Ciamis, dan Pangandaran.
19 Januari 2026: Kabupaten Bogor, Purwakarta, Subang, Cianjur, Kabupaten Sukabumi, Sumedang, Indramayu, Majalengka, Garut, Kabupaten Tasikmalaya, dan Ciamis
20 Januari 2026: Purwakarta, Subang, Cianjur, Sumedang, Kabupaten Cirebon, Majalengka, Kuningan, dan Ciamis
21 Januari 2026: Kabupaten dan Kota Bekasi, Kabupaten dan kota Bogor, Depok, Karawang, Purwakarta, Subang, Cianjur, Kabupaten dan Kota Sukabumi.
Kemudian ada Kabupaten dan Kota Bandung, Bandung Barat, Cimahi, Sumedang, Kabupaten dan Kota Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan.
Serta Garut, Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, Cismis, dan Pangandaran.
Selain itu, prakiraan tinggi gelombang di perairan selatan Jawa Barat terjadi dari 14-21 Januari 2026 setinggi 1.5 m - 2.5 m.
Prakiraan tinggi gelombang di perairan utara Jawa Barat dari 14 - 21 Januari 2026 setinggi 0.5 m - 1.0 m.
Selain itu, peringatan dini waspadai potensi gelombang tinggi di perairan selatan Jawa Barat.
"Kami menghimbau masyarakat untuk lebih waspada karena dalam beberapa hari ke depan beberapa wilayah di Jawa Barat diperkirakan akan mengalami peningkatan intensitas hujan."
"Masyarakat diharapkan dapat mengambil langkah antisipatif agar aktivitas harian tetap berlangsung aman dan lancar," ujarnya.(*)
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama