Pembongkaran Makam dan Autopsi Lucky Sanu Selesai, Keluarga Tunggu Hasil Resmi Kepolisian
January 15, 2026 02:19 PM

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eugenius Suba Boro

POS-KUPANG.COM, KUPANG- Proses pembongkaran makam dan autopsi jenazah almarhum Lucky Sanu, yang diduga menjadi korban pembunuhan, telah selesai dilaksanakan pada Kamis (15/1/2026).

Pembongkaran makam dilakukan di Pekuburan Ruben Mesak RT 025/RW 006, Kelurahan Oebufu, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, dan berakhir tepat pada pukul 11.50 WITA.

Setelah seluruh rangkaian autopsi rampung, jenazah almarhum Lucky Sanu kembali dimasukkan ke dalam peti dan selanjutnya dikuburkan kembali oleh pihak keluarga.

Saat ini, keluarga korban masih menunggu hasil resmi autopsi yang akan disampaikan oleh pihak kepolisian.

Pihak kepolisian yang berada di lokasi pembongkaran makam belum dapat memberikan keterangan kepada awak media.

Salah satu petugas Polda NTT menyampaikan bahwa seluruh informasi resmi akan disampaikan melalui jalur kehumasan.

Baca juga: Pembongkaran Makam dan Autopsi Almarhum Lucky Sanu Dikawal Ketat Aparat Kepolisian

“Kami tidak bisa memberikan keterangan untuk saat ini. Semuanya kalau ingin dikonfirmasi bisa melalui humas,” ujar salah satu petugas Polda NTT di lokasi pembongkaran makam.

Sonia Banafanu, kakak kandung almarhum Lucky Sanu, mengungkapkan bahwa pihak keluarga menerima penjelasan langsung dari dokter forensik terkait sejumlah temuan pada tubuh korban.

Menurut Sonia, dokter forensik menemukan adanya retak tidak beraturan pada bagian kepala yang diduga disebabkan oleh benda tumpul.

“Dari polisi tidak disampaikan apa-apa, tapi dari dokter sendiri menjelaskan ditemukan retak tidak beraturan di kepala yang diduga akibat benda tumpul,” kata Sonia.

Sonia menegaskan bahwa seluruh penjelasan tersebut disampaikan langsung oleh dokter forensik dr. Edwin Tambunan dari RSUD Prof. dr. WZ Johannes Kupang, yang terlibat dalam proses autopsi.

Baca juga: Makam Lucky Sanu Dibongkar untuk Kepentingan Autopsi, Simak Harapan Keluarga Korban

Pihak keluarga berharap Polda NTT dapat meneliti secara cermat seluruh temuan dalam proses autopsi agar penyebab kematian almarhum Lucky Sanu dapat terungkap secara jelas.

“Kami minta Polda harus jeli dan melihat semua temuan yang ada di dalam proses autopsi agar keluarga merasa puas dengan hasil autopsi,” ujar Sonia.

Setelah seluruh rangkaian autopsi selesai, keluarga  kembali menguburkan peti jenazah almarhum Lucky Sanu di lokasi pemakaman. (uge)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.