Bupati Pringsewu Tinjau Pembuatan Paspor 59 Calon Peserta Magang ke Jepang
January 15, 2026 03:38 PM

Tribunlampung.co.id, Pringsewu – Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas meninjau langsung proses pembuatan paspor bagi calon peserta program pemagangan ke Jepang di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Pringsewu, Kamis (15/1/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari tahapan lanjutan program pemagangan ke Jepang yang telah dimulai sejak Juni 2025. 

Dari sekitar 260 pendaftar awal, saat ini tersisa 59 peserta yang telah lolos hingga tahap kesembilan dari total 11 tahapan seleksi.

“Ini sudah masuk tahap tes lanjutan. Setelah ini masih ada dua tahapan lagi sebelum peserta dinyatakan siap berangkat,” kata Riyanto dalam pers rilis bersama awak media.

Riyanto menjelaskan, dari 59 peserta tersebut, sebanyak 39 orang berasal dari Kabupaten Pringsewu, sementara 20 lainnya berasal dari luar daerah. 

Para peserta sebagian besar merupakan lulusan SMK yang disiapkan untuk bekerja di sektor formal di Jepang, seperti industri manufaktur, elektronik, dan sektor teknis lainnya.

Menurutnya, pembuatan paspor yang difasilitasi di Disnakertrans Pringsewu bertujuan untuk mempermudah peserta agar tidak perlu mengurus administrasi ke luar daerah.

“Kami mengapresiasi semua pihak, termasuk kantor imigrasi, yang telah memfasilitasi secara jemput bola dalam pembuatan paspor agar proses ini berjalan efektif dan efisien,” ujarnya.

Ia menambahkan, program pemagangan ke Jepang merupakan salah satu solusi Pemkah Pringsewu dalam membuka lapangan kerja yang legal dan aman. 

Selain memberikan pengalaman kerja internasional, program ini juga menjamin perlindungan tenaga kerja karena berada dalam pengawasan pemerintah.

“Dari sisi kesejahteraan dan keamanan kerja, program resmi seperti ini jauh lebih terjamin dibandingkan jalur lainnya,” kata Riyanto.

Terkait biaya, Riyanto menyebutkan sebagian kebutuhan administrasi, seperti paspor, ditanggung oleh peserta sesuai ketentuan. 

Namun, pemerintah daerah bersama Baznas memberikan dukungan bagi peserta yang masuk kategori penerima manfaat, termasuk bantuan pembiayaan setelah melalui proses verifikasi.

Riyanto berharap program pemagangan tersebut dapat terus berlanjut dan diperluas, termasuk membuka peluang bagi lulusan perguruan tinggi, seiring dengan banyaknya program kerja di Jepang yang membutuhkan tenaga terampil dengan kualifikasi khusus.

“Kami ingin Pringsewu menjadi salah satu daerah yang konsisten menyiapkan tenaga kerja kompeten dan siap bersaing di tingkat internasional,” pungkasnya.

(Tribunlampung.co.id/ Oky Indrajaya)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.