BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Dinas Koperasi, Perdagangan dan UMKM (Diskopdag) Kota Pangkalpinang angkat bicara terkait kelangkaan gas LPG bersubsidi ukuran 3 kilogram (Kg) yang terjadi di sejumlah wilayah dalam beberapa hari terakhir.
Kepala Diskopdag dan UMKM Kota Pangkalpinang, Andika Saputra menjelaskan bahwa kelangkaan tersebut bukan disebabkan oleh pengurangan kuota, melainkan akibat terganggunya distribusi pasokan gas dari Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE).
"Kelangkaan LPG 3 kilogram saat ini disebabkan keterlambatan kapal akibat faktor pasang surut air laut dan kondisi cuaca. Hal ini berimbas pada stok di SPPBE dan tertundanya pengisian ke agen-agen LPG di seluruh wilayah Bangka," ujar Andika kepada Bangkapos.com, Kamis (15/1/2026).
Ia menyebutkan, kondisi kekosongan stok gas sudah terjadi sejak 6 Januari lalu dan kembali berulang pada hari ini. Bahkan hingga esok hari, kapal pengangkut gas dilaporkan belum dapat sandar untuk proses pengisian.
"Untuk SPPBE Sinarindo, informasinya kapal baru bisa sandar besok sore apabila cuaca memungkinkan. Namun untuk SPPBE Kelapa, sampai saat ini belum ada kepastian jadwal kedatangan kapal," jelasnya.
Andika menambahkan, meski terdapat rencana pengisian pada akhir pekan, keterlambatan distribusi tetap berdampak pada pasokan di tingkat pangkalan.
"Pada Sabtu dan Minggu dijadwalkan ada pengisian untuk Sinarindo. Namun saat ini masih ada antrean distribusi yang belum terlayani. Sejak Selasa lalu, sejumlah barang masih tertahan karena stok belum tersedia," ungkapnya.
Diskopdag telah melakukan pengaturan distribusi dengan sistem pembagian wilayah agar pasokan gas yang tersedia dapat disalurkan secara merata.
"Kami membagi distribusi per wilayah setiap harinya agar ketika gas masuk, pendistribusian bisa lebih terkontrol dan tepat sasaran," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Andika juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik menyikapi kondisi kelangkaan LPG 3 kilogram.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, membeli LPG 3 kg sesuai kebutuhan, tidak melakukan penimbunan, serta menggunakan gas secara bijak dan hemat," ujarnya.
Ia juga meminta masyarakat untuk membeli LPG bersubsidi hanya di pangkalan resmi serta memastikan harga sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
"Kami pastikan pemerintah bersama pihak terkait terus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan LPG 3 kg masyarakat. Mari kita hadapi kondisi ini dengan tenang dan bijak," pungkas Andika.
(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)