Gepeng Cilik Asal Karangasem Pintar Calistung, Dipulangkan Satpol PP Gianyar, Ada Banyak Wajah Baru
January 15, 2026 12:03 PM

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Dinas Satpol PP Kabupaten Gianyar memulangkan gelandangan pengemis (gepeng) ke tempat asalnya di Karangasem, Bali, Kamis 15 Januari 2026. 

Total ada 45 orang yang dipulangkan, terdiri dari anak-anak maupun orang tua. 

Dari total tersebut, 18 orang merupakan wajah lama dan 27 wajah baru. Mereka semua mengaku dari Pedahan Karangasem.

Kepala Dinas Satpol PP Gianyar, I Putu Yudanegara menjelaskan, sebelumnya pada tanggal 9 Januari, pihaknya telah memulangkan sejumlah gepeng ini ke Karangasem. 

Baca juga: Puluhan Gepeng dan Anak Punk Diamankan Satpol PP Badung, Sebagaian Besar Wajah Lama

Namun, ternyata beberapa hari kemudian, mereka kembali terlihat di Gianyar dan tidur di belakang ruang genset Pasar Rakyat Gianyar.

"Ada 45 orang yang kami amankan, dari total itu 18 orang sudah sempat kita pulangkan tanggal 9 Januari. Tapi pantauan anggota pada 13 Januari mereka kembali mendarat di Gianyar. Tidur di belakang ruang genset Pasar Rakyat Gianyar. Selain 18 wajah lama ini juga ada 27 orang wajah baru, mereka semua mengaku dari Pedahan," ujar Yudanegara. 

Yudanegara mengatakan, para gepeng ini langsung dipulangkan ke Karangasem. Bahkan dirinya pun ikut dalam rombongan tersebut. Sebab ia ingin berdiskusi dengan Dinas Sosial Karangasem, agar hal seperti ini segera dicarikan solusi. 

"Hari ini saya ikut antar ke Dinas Sosial Karangasem bersama Dinsos Gianyar. Sekalian mau diskusi karena terjadi berulang," ujarnya.

Yudanegara pun mengaku miris melihat hal ini. Terlebih lagi, di antara gepeng tersebut terdapat anak-anak yang seharusnya memiliki masa depan cerah. 

Salah satunya, Made S, anak berusia sekitar 10 tahun, yang seharusnya duduk di bangku kelas IV sekolah dasar.

Saat diuji petugas, Made menunjukkan bahwa ia lancar membaca, menulis, dan berhitung. 

Ia mengaku diajak oleh orang tuanya mengemis dari kelas 3 SD. 

Kepala Satpol PP Gianyar menyatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan razia dan memulangkan anak-anak gepeng cilik ke tempat asalnya untuk menyelamatkan masa depan mereka. 

"Hanya ini yang bisa kami lakukan untuk menyelamatkan masa depan anak-anak kita," ujarnya.

Satpol PP Gianyar juga mengimbau masyarakat untuk tidak memberikan uang atau makanan pada gepeng, karena hal ini hanya akan memperburuk keadaan mereka. 

Sebab aktivitas mengemis itu dilakukan bukan atas dasar kemiskinan, melainkan karena dengan cara ini mereka bisa mendapatkan uang dengan cara mudah. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.