TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Gang Selot di wilayah RT 04/08, Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor menyimpan sejumlah cerita yang tak disangka.
Mulai dari cerita era kolonial Belanda, era kolonial Jepang hingga kini dikenal menjadi sentra kuliner.
Gang Selot ini menyambung langsung dengan Jalan Ir. H. Juanda yang termasuk jalur satu arah yang mengelilingi kawasan Istana Bogor
Tepat berada di samping SMAN 1 Kota Bogor dan perkantoran, kawasan ini selalu ramai hampir setiap hari oleh para pekerja kantoran dan juga pelajar.
Sebab gang legendaris yang panjangnya hanya sekitar 220 meter ini sudah menjadi tempat kuliner sejak tahun 2006.
Gang ini pun sudah menjadi tempat nostalgia atau kenangan bagi para alumni sekolah di sekitarnya.
Pantauan TribunnewsBogor.com, bangunan tempat para pedagang kuliner di kawasan ini tertata cukup rapi di pinggir gang.
Menjajakan berbagai kuliner seperti mie ayam, warung nasi, es buah dan yang lainnya.
Namun ketika memasuki gang ini lebih dalam lagi, kawasan ini merupakan pemukiman biasa yang diantaranya ada masjid, rumah warga, kantor kelurahan, hingga sisa-sisa rumah dari zaman kolonial Belanda.
Jauh sebelum menjadi tempat kuliner, di kawasan gang ini di era kolonial tinggal warga asal Belanda yang dikenal dengan nama Tuan Sloot dan Nyonya Sloot.
Itu lah cikal bakal nama Gang Selot yang dipakai dan dikenal hingga sekarang.
Pada masa era kolonial Jepang, Gang Selot ini juga menyimpan kisah menarik terkait warga lokal yang tinggal di kawasan ini.
Yaitu jawara yang dikenal dengan nama H. Ali Yoenoes, pesilat aliran Silat Sera yang mana di masa itu pernah ditantang duel oleh tentara Jepang.
Ini mengingatkan pada kisah film Ip Man dari China yang juga saat negaranya dijajah Jepang, Ip Man juga ditantang duel oleh prajurit negeri sakura itu.
Kisah jawara H. Ali Yoenoes diceritakan oleh salah satu cucunya, Irfan Ismadi, yang kini menjabat sebagai ketua RT setempat.
"Di zaman Jepang tuh kakek saya dikasih penghargaan silat di sini, sampe rumah ini dulu dikasih bendera Jepang," kata Irfan kepada TribunnewsBogor.com, Rabu (15/1/2026).
"Pernah diajak ngadu dulu duel sama tentara Jepang, diajak duel sama tentara Jepang," sambung Irfan.
Baca juga: Asal Muasal Nama Gang Selot Kota Bogor, Kerap Bikin Orang Salah Kaprah, Rupanya Ada Sejarahnya
Saat itu, Ali Yoenoes dikenal sebagai guru silat di Gang Selot.
Setelah ditantang duel oleh tentara Jepang, kemampuan ilmu beladiri H. Ali Yoenoes pun diakui oleh pihak tentara negeri sakura itu.
Hingga di depan rumahnya di Gang Selot kala itu dipasangi bendera Jepang oleh pihak tentara Jepang.
"(Ditantang duel tentara Jepang) Pengen tahu, guru silat di sini, dulu dianggapnya kakek saya jawara di sini lah, Silat Sera," kata Irfan.
"Diakui sama tentara Jepang. Kalau tentara Jepang jalan di sini (Gang Selot), katanya 'Hai! Hai!' ngehormat," cerita Irfan.
Irfan mengatakan bahwa kakeknya, Alm H. Ali Yoenoes juga merupakan pendiri perguruan silat Pancasera yang kini sudah dikenal namanya di berbagai daerah khususnya di Jawa Barat.
Perguruan silat ini kemudian diteruskan kepengurusannya ke salah satu muridnya, H. Cucu Sutarya dan seterusnya ke generasi berikutnya.