Kampus-kampus Selandia Baru Mulai Pakai Duolingo buat Syarat Mahasiswa Asing
GH News January 15, 2026 12:08 PM
Jakarta -

Kabar baik untuk kamu yang ingin kuliah di New Zealand! Universitas-universitas di Selandia Baru kini menerima bukti tes kemampuan berbahasa Inggris yang didapat melalui Duolingo.

University of Otago, Massey University, University of Canterbury, dan Victoria University of Wellington termasuk beberapa institusi pendidikan tinggi yang menerima hasil tes Duolingo calon mahasiswa internasional.

Hasil Tes Duolingo Lebih Cepat Keluar

Duolingo mengatakan mereka menggunakan gambaran komputer, AI, dan pengawas daring untuk mendeteksi kecurangan serta untuk memverifikasi identitas peserta tes.

Dilaporkan dalam Radio New Zealand, penggunaan tes Duolingo dalam penerimaan mahasiswa internasional merupakan bagian dari tren global. Pada tahun lalu, kedelapan universitas Ivy League di Amerika Serikat menggunakan skor Duolingo.

Beberapa sekolah di Selandia Baru juga menggunakan tes Duolingo untuk menilai kemampuan bahasa Inggris siswanya.

Perusahaan tersebut mengatakan tes Duolingo adalah tes bahasa Inggris yang paling cepat berkembang untuk studi di luar negeri. Tes Duolingo memungkinkan siswa untuk mendapatkan hasil dalam dua hari tanpa perlu membuat janji.

Orang-orang dari 219 negara dan 148 bahasa ibu mengikuti Tes Bahasa Inggris Duolingo tahun lalu. Asia menyumbang 55 persen dari semua sesi tes.

Namun, otoritas-otoritas imigrasi masih menggunakan sertifikasi internasional seperti IELTS untuk menentukan kemampuan bahasa dalam permohonan visa.

Pengguna Aktif Harian Duolingo Ada 50 Juta Orang

Duolingo adalah aplikasi pendidikan yang paling banyak diunduh di dunia dan memiliki lebih dari 50 juta pengguna aktif harian.

Statistiknya juga menunjukkan warga Selandia Baru lebih cenderung mempelajari bahasa Spanyol daripada bahasa lain, salah satu dari hanya 26 negara di seluruh dunia di mana bahasa Inggris bukanlah pilihan utama. Di urutan kedua dalam daftar bahasa yang dipelajari di New Zealand adalah bahasa Prancis.

Sementara, Australia berada di urutan kedua setelah Jepang untuk jumlah pengguna Duolingo yang mempelajari setidaknya tiga bahasa. Australia melampaui para poliglot di Finlandia, Jerman, dan Inggris pada podium linguistik tahun 2025.

Perluasan kemampuan aplikasi Duolingo tahun lalu juga mendorong lebih banyak orang untuk mempelajari bahasa Jepang dan Korea. Kedua bahasa ini sekarang masing-masing berada di urutan keempat dan keenam dalam daftar bahasa yang paling banyak dipelajari di seluruh dunia, menggeser bahasa Jerman dan Italia ke bagian bawah daftar.

Kemudian, bahasa-bahasa berdasarkan waktu rata-rata yang dihabiskan untuk belajar, ada bahasa Wales dan Norwegia berada di urutan keempat dan kelima. Kursus bahasa Māori sendiri dikembangkan pada 2020, tetapi inisiatif tersebut belum terwujud.

Bahasa Mandarin, Korea, dan Portugis termasuk di antara bahasa-bahasa yang paling cepat berkembang. Bahasa Mandarin mengalami kemajuan terbesar di Brasil, Prancis, Jerman, India, dan Korea Selatan.

Bahasa Portugis menduduki peringkat pertama di antara bahasa-bahasa yang paling cepat berkembang di China dan India. Hal ini diperkirakan karena alasan ekonomi, yakni pengaruh ekonomi dan budaya Brasil yang terus meluas.

Selain bahasa, Duolingo kini telah menambahkan catur ke pembelajaran matematika dan musik yang tersedia secara gratis di aplikasi tersebut. Dalam pembelajaran tersebut digabungkan gamifikasi, tabel peringkat, dan pengulangan berjarak untuk menjaga pengguna tetap pada jalurnya dan meningkatkan kemajuan belajar.

Novia Aisyah
Jurnalis detikcom
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.