Hasil Tangkapan Ikan Pangandaran 2025 Menurun Drastis, Hanya 930 Ton Akibat Cuaca Buruk
January 15, 2026 12:11 PM

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Hasil tangkapan ikan di perairan Kabupaten Pangandaran sepanjang tahun 2025 mengalami penurunan cukup signifikan.

Kondisi cuaca buruk yang melanda wilayah perairan Pangandaran hingga akhir tahun menjadi faktor utama berkurangnya aktivitas melaut nelayan.

Berdasarkan data Dinas Kelautan Perikanan dan Ketahanan Pangan (DKPKP) Kabupaten Pangandaran, total hasil tangkapan ikan hingga akhir November 2025 tercatat mencapai 930 ton.

"Kalau untuk Desember 2025 itu masih dihitung. Data yang sudah masuk sementara ini juga baru mencapai ratusan ton," ujar Mega, Fungsional Pengelola Produksi Perikanan Tangkap DKPKP Kabupaten Pangandaran melalui seluler, Kamis (15/1/2026) pagi.

Perbandingan Data yang Sangat Jomplang

Jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, penurunan hasil tangkapan di tahun 2025 tergolong sangat tajam.

Baca juga: Ikan Layur Hasil Tangkapan Nelayan Pangandaran Menurun, Terpengaruh Cuaca Ekstrem

Tahun 2023, total hasil tangkapan ikan mencapai sekitar 2.800 ton.

Angka tersebut menurun menjadi 2.300 ton pada tahun 2024, dan kembali merosot drastis di tahun 2025.

"Di tahun 2025 sampai bulan November baru mencapai 930 ton. Selisihnya memang sangat jomplang," katanya.

UDANG REBON - Nelayan memilah udang rebon di Pantai Timur Pangandaran, Kamis (10/7/2025)
UDANG REBON - Nelayan memilah udang rebon di Pantai Timur Pangandaran, Kamis (10/7/2025) (Tribun Jabar/Padna)

Cuaca Buruk dan Keterbatasan Alat Tangkap

Menurutnya, cuaca buruk yang terjadi terutama di akhir tahun membuat nelayan jarang melaut sehingga berdampak langsung pada produksi perikanan tangkap.

"Kita tahu, cuaca buruk di akhir tahun sangat berpengaruh. Nelayan tidak bisa melaut secara maksimal," ucap Mega.

Selain faktor cuaca, keterbatasan alat tangkap juga menjadi kendala bagi nelayan.

Tidak semua nelayan memiliki peralatan yang memadai untuk menjangkau wilayah tangkap yang lebih jauh.

"Nelayan kita rata-rata hanya mampu melaut sejauh 2 sampai 4 mil. Jadi pada musim tertentu hasil tangkapannya tidak maksimal," ujarnya.

Capaian Retribusi Melampaui Target

Meskipun demikian, dari sisi pendapatan daerah, retribusi hasil tangkapan ikan pada tahun 2025 tercatat mencapai Rp 1,1 miliar.

"Jadi, untuk retribusi hasil tangkap itu melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp 1,05 miliar," kata Mega.

Sementara itu, produksi tangkapan ikan terendah sepanjang 2025 terjadi pada bulan September dengan total hanya 52 ton.

"Kalau produksi tertinggi, itu tercatat pada bulan Juli 2025 kemarin yang mencapai 191 ton," ucapnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.