Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Direktur Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Dwi Larso memberikan sejumlah tips untuk meningkatkan peluang mendapatkan beasiswa.
Hal itu diungkapkan dalam agenda "Talkshow & Awarding Inspiring Scholar: Investasi Diri Menuju Generasi Emas" yang digelar oleh Deepublish Store dalam rangka ulang tahun ke-16 beberapa waktu lalu.
Dalam paparannya, Dwi menyoroti kondisi SDM Indonesia yang masih tertinggal dalam jenjang pendidikan S2 dan S3.
Jumlah lulusan pascasarjana Indonesia baru mencapai seperlima dari Malaysia, Vietnam, dan Thailand, bahkan seperduapuluh dari negara-negara maju.
Sebagai respons, Dana Abadi LPDP juga terus ditingkatkan hingga mencapai 10 miliar dolar AS atau setara Rp154 triliun.
Hal ini mencerminkan komitmen serius pemerintah dalam peningkatan kualitas SDM nasional.
Dwi menekankan strategi kunci untuk meningkatkan peluang diterima beasiswa.
"Pertama, segera cari Letter of Acceptance (LoA), karena ini sangat penting untuk meningkatkan probabilitas diterima. Kedua, pelajari dengan cermat berbagai program beasiswa. Ada beberapa yang persaingannya lebih rendah akibat bidangnya lebih spesifik. Jangan menyerah jika belum berhasil, terus berusaha mendaftar lagi dengan persiapan yang lebih matang," ungkapnya.
Baca juga: Pakar UGM Soroti Lemahnya Akses Lokasi Bencana di Aceh: Rencana Kontinjensi Pemerintah Belum Efektif
Sementara itu, General Manager Deepublish, Gilang Mukti Prabowo berkomitmen memberikan dukungan pada generasi muda.
Momentum ulang tahun ke-16 ini, perusahaan memberikan dukungan mahasiswa, program literasi, dan distribusi buku yang lebih luas.
"Kami percaya bahwa mahasiswa bukan sekadar peserta perkuliahan, melainkan generasi yang akan membentuk masa depan bangsa," ungkapnya.
Gilang juga menekankan pentingnya pengembangan diri dengan memperluas wawasan.
Menurut dia, memperbanyak aktivitas membaca dapat membuka pengalaman baru sebagai investasi menghadapi tantangan masa depan.
Pada kesempatan itu, Nasywa Nozumi membawakan materi ‘Beyond the Classroom: Inovatif, Adaptif, dan Siap Masa Depan’ yang mengupas strategi pengembangan diri di luar ruang kelas.
Nasywa menekankan pentingnya mahasiswa untuk proaktif mencari peluang di luar akademik formal melalui organisasi kampus, kompetisi, volunteer work, hingga program internasional.
Menurutnya, kombinasi antara prestasi akademik dan pengalaman non-akademik akan membentuk profil mahasiswa yang lebih kompetitif. (*)