TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sehari usai terpilih, Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) Periode 2026-2027 Prof Jamaluddin Jompa langsung dijadwalkan bertemu Presiden Prabowo Subianto.
Prof Jamaluddin Jompa ikut dalam pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenen RI di Jakarta pada Kamis (15/1/2026)
"Betul iya (ikut pertemuan)," ujar Kepala Bidang Humas Kantor Sekretariat Rektor Unhas Ishaq Rahman saat dihubungi Tribun-Timur.com.
Dalam undangan ke Prof JJ, pertemuan berlangsung pukul 13.00 WIB.
Prof JJ diminta menggunakan setelan kemeja putih disertai jas perguruan tinggi.
Agendanya taklimat dan dialog bersama Presiden RI : Manusia, Pendidikan Tinggi dan Sains Untuk Kebangkitan Indonesia.
"Ini pertemuan dengan para guru besar dan pimpinan universitas," sambung Ishaq.
Pertemuan ini diketahui melibatkan 1.200 guru besar, jajaran dekan hingga rektor perguruan tinggi di Indonesia.
Prof JJ baru saja memenangkan kontestasi pemilihan Rektor Unhas periode 2026-2030.
Majelis Wali Amanat (MWA) Unhas menetapkan Prof JJ sebagai rektor terpilih di Kampus Unhas Jakarta, Jalan Petojo Utara, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, pada Rabu (14/1/2026).
Prof JJ menang telak dengan 23 suara.
Lawannya, Prof Budu satu suara. Sedangkan Prof Sukardi Weda tanpa suara.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Prof Fauzan hadir memberikan suara institusinya.
"Selamat pak rektor baru, casing yang lama," kata Prof Fauzan.
Dirinya melihat perkembangan Unhas pesat di tangan Prof JJ.
Sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH), Unhas disebutnya harus selangkah lebih maju.
Tidak hanya sebagai terbaik di wilayah timur, Unhas kini bersaing dengan perguruan tinggi besar lainnya di Indonesia.
"Ini harus dimaknai, Unhas tidak boleh berada dalam wilayah biasa-biasa saja," ucap Prof Fauzan.
"Unhas harus lahirkan generasi luar biasa dalam rangka bertanggungjawab sebagai PTNBH," sambungnya
Prof JJ pun ditantang membuktikan visi dan misinya di periode kedua.
Apalagi, Prof JJ sudah memaparkan 18 capaiannya di periode pertama dihadapan Kemendikti Saintek.
Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, Faqih Imtiyaaz