Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) mendukung pengembangan Gusti Kalamansi sebagai pusat oleh-oleh sekaligus rumah bagi 65 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) asal Provinsi Bengkulu.
Berlokasi di Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu, toko Gusti Kalamansi menjadi etalase produk unggulan daerah yang membuka akses pasar bagi pelaku UMKM lokal.
Pendiri Gusti Kalamansi, Gustianti, tidak hanya mengembangkan usaha olahan jeruk kalamansi miliknya, tetapi juga memberi ruang bagi pelaku UMKM lain untuk memasarkan produknya di area bandara.
Inisiatif tersebut dilakukan untuk membantu UMKM kecil yang masih menghadapi keterbatasan akses masuk ke toko modern maupun area bandara.
"Saya paham betul sulitnya UMKM kecil masuk ke toko modern atau bandara. Karena itu, saya menampung produk UMKM Bengkulu di sini. Meski pengambilannya masih kecil, sekitar 85 persen dibayar tunai. Saya ingin mereka merasakan ada yang peduli dan mau membantu," ujar Gustianti.
Gustianti memulai usahanya secara door to door pada 2010.
Lima tahun kemudian, ia mendirikan Gusti Kalamansi dengan mengolah jeruk kalamansi murni tanpa bahan pengawet menjadi produk sirup bernilai jual.
Seiring waktu, usaha tersebut terus berkembang dan dikenal sebagai salah satu produk unggulan khas Bengkulu.
Berbagai prestasi berhasil diraih, di antaranya Juara 1 UKM Pangan Award kategori minuman kemasan dari Kementerian Perdagangan pada 2016 serta Juara 1 Petani Teladan kategori olahan hasil tani pada 2019.
Gustianti juga tercatat sebagai kandidat Wirausaha Unggulan Bank Indonesia (WUBI), anggota IKRA, serta peserta Gerakan Bangga Buatan Indonesia.
Saat ini, Gusti Kalamansi mempekerjakan delapan karyawan yang berasal dari kalangan remaja lokal, ibu rumah tangga, dan mahasiswa rantau di Kota Bengkulu.
"Saya bangga bisa membuka lapangan kerja dan membantu perekonomian keluarga. Semua ini berawal dari mimpi sederhana seorang anak rantau," kata Gustianti.
Dengan omzet berkisar Rp65 juta hingga Rp75 juta per bulan, Gusti Kalamansi terus melakukan inovasi dan peningkatan produksi.
Selain itu, limbah kulit jeruk kalamansi juga dimanfaatkan menjadi pupuk kompos, manisan kulit jeruk, serta minyak atsiri yang digunakan sebagai bahan sabun dan aromaterapi.
Sebagai UMKM binaan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Gustianti mengaku memperoleh banyak manfaat melalui pelatihan, penguatan jejaring UMKM se-Nusantara, serta dukungan promosi dan keikutsertaan dalam berbagai pameran.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, mengapresiasi peran Gusti Kalamansi dalam mendorong kolaborasi antarpelaku UMKM di Bengkulu.
"Gusti Kalamansi tidak hanya membangun bisnis sendiri, tetapi juga membuka akses pasar bagi 65 UMKM Bengkulu. Melalui semangat kolaborasi, Gustianti menunjukkan bahwa kesuksesan sejati adalah saat mampu membawa UMKM lain ikut berkembang," kata Rusminto.
Program pemberdayaan Gusti Kalamansi merupakan bagian dari implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina Patra Niaga.
Program tersebut turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), mulai dari pengentasan kemiskinan, peningkatan ketahanan pangan, penciptaan lapangan kerja, hingga penguatan kemitraan.
Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini