TRIBUNBENGKULU.COM - Isra Miraj 1447 H/2026 menjadi momen spiritual penting bagi umat Islam di Indonesia.
Isra Miraj adalah peristiwa agung yang menandai turunnya perintah salat lima waktu langsung dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW
Doa-doa dan amalan khusus yang dianjurkan pada malam 27 Rajab kini tersedia lengkap dalam versi Arab, Latin, dan terjemahan Indonesia, memudahkan umat untuk menghayati makna peristiwa agung ini.
Peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah/2026 Masehi kembali menjadi momentum penuh hikmah bagi umat Islam.
Baca juga: Contoh Teks Kata Sambutan Isra Miraj 1447 H/2026 untuk Acara di Masjid, Sekolah dan Instansi Resmi
Malam 27 Rajab yang diyakini sebagai malam perjalanan spiritual Nabi dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dan naik ke Sidratul Muntaha, diisi dengan berbagai amalan ibadah.
Kini, doa-doa khusus Isra Miraj lengkap dengan bacaan Arab, Latin, dan terjemahannya banyak dicari sebagai panduan untuk memperdalam makna dan kekhusyukan ibadah.
Doa Isra Miraj: Berisi permohonan ampun, rahmat, dan petunjuk hidup.
Allahumma ij‘alna minalladzina yastami‘unal qawla fayattabi‘una ahsanah
Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti yang terbaik di antaranya.
Ketika Nabi Muhammad SAW sampai di langit ketujuh, Nabi Ibrahim mengajarkan dzikir yang nantinya menjadi tanaman subur di surga.
Bacaan Dzikir yang Diajarkan Nabi Ibrahim kepada Nabi Muhammad SAW
Baca juga: Tahun Ini Isra Miraj ke Berapa? Ini Penjelasan dan Tanggalnya
Inilah amalan dzikir yang diajarkan Nabi Ibrahim kepada Nabi Muhammad SAW dalam perjalanan Isra Miraj yang dianjurkan dibaca oleh umat Rasulullah:
Laa haula walaa quwwata illa billah
Artinya: "Tidak ada daya dalam menjauhi maksiat dan tidak ada upaya menjalankan ketaatan melainkan dengan pertolongan Allah."
Dzikir tersebut bisa dilihat dari yang diriwayatkan oleh Abu Ayyub Al Anshari ra.
Artinya: "Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada malam Isra’, pernah melewati Nabi Ibrahim ‘alaihis salam.
Saat itu, Nabi Ibrahim bertanya pada malaikat Jibril, 'Siapa yang bersamamu wahai Jibril?' Ia menjawab, 'Muhammad'.
Ibrahim pun mengatakan pada Muhammad, 'Perintahkanlah pada umatmu untuk membiasakan memperbanyak (bacaan dzikir) yang nantinya akan menjadi tanaman surga, tanahnya begitu subur, juga lahannya begitu luas'.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, 'Apa itu ghirosul jannah (tanaman surga)?' Ia menjawab, Laa hawla wa laa quwwata illa billah (tidak ada daya dalam menjauhi maksiat dan tidak ada upaya menjalankan ketaatan melainkan dengan pertolongan Allah)." (HR. Ahmad, 5: 418)
Hadis ini secara sanad dhaif, namun Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa isi hadis itu shahih karena punya berbagai macam penguat.
Meski begitu, mayoritas ulama tidak mewajibkan agar dzikir itu dibaca pada malam Isra Miraj.
Dzikir itu bisa dibaca kapan saja dan dalam keadaan apa pun.