TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sanksi menanti guru SMK di Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Jambi yang dikeroyok siswanya.
Pernyataan soal sanksi ini dilontarkan Gubernur Jambi, Al Haris usai video pengeroyokan guru SMK hingga video guru bernama Agus Saputra itu membawa senjata tajam (sajam) jenis sabit.
"Kalau gurunya salah kita berikan sanksi. Kalau memang perkataan dia tidak patut sebagai seorang guru maka akan ditindak," kata Al Haris, Kamis (15/1/2026).
Gubernur Al Haris menekankan pentingnya menjaga nama baik dunia pendidikan dan akan mengambil tindakan tegas agar masalah ini tidak meluas serta mengganggu proses belajar mengajar.
Ia juga menegaskan, siswa tidak dibenarkan menghakimi guru dengan kekerasan.
Penyelesaian masalah ini harus dilakukan secepatnya melalui mekanisme mediasi secara kekeluargaan.
Al Haris telah menginstruksikan Dinas Pendidikan Provinsi Jambi untuk menggelar rapat mediasi dengan orang tua siswa, guru, camat, dan kepolisian.
Pengakuan Agus
Guru bahasa Inggris, Agus Saputra tak berniat melaporkan para anak didiknya, meskipun sudah melakukan aksi pengeroyokan.
Video pengeroyokan siswa viral di jagat digital. Beragam tudingan miring pun muncul, yang menyudutkan sang guru korban kekerasan muridnya.
Baca juga: Ribuan UMKM di Kota Jambi Belum Bersertifikat Halal, Pemkot Sediakan Pendampingan Gratis
Baca juga: Pastikan Belajar Mengajar Lancar, Disdik Jambi Kirim Tim GTK ke SMKN 3 Tanjab Timur
"Saya merinding kalau harus melapor ke polisi. Mereka ini anak didik saya, masih sekolah dan secara psikologis butuh bimbingan," kata Agus di kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Rabu (14/1/2026).
Dengan pertimbangan anak yang butuh bimbingan, maka Agus harus mempertimbangkan dengan matang, jika harus melaporkan tindakan kekerasan terhadap dirinya di sekolah, tempatnya mengajar.
Dengan pertimbangan masa depan anak didiknya, maka sampai sekarang Agus tak melapor ke polisi. Bahkan dia berharap berbagai pihak membantunya untuk mediasi, agar masalah ini tidak berlarut-larut.
Oleh karena itu, saat mediasi yang dilakukan pihak sekolah bersama pihak pemerintah kecamatan, TNI-Polri dan komite sekolah, ia mengirim perwakilan untuk datang.
Agus tidak memenuhi undangan mediasi lantaran tidak ada jaminan dari aparat hukum, terkait keselematan dirinya ketika mediasi dilakukan.
"Saya minta jaminan keselamatan. Tapi tidak ada pihak yang berani menjamin. Maka saya putuskan ke dinas (Jambi) untuk klarifikasi," katanya.
Dipukul Murid, Guru Tak Melawan
Meskipun aksi pengeroyokan anak didik ini membuatnya kecewa, tetapi saat kekerasan terjadi dia tak melakukan perlawanan.
"Saya hanya menangkis pukulan mereka, untuk membela diri kadang saya dorong. Lihat saja video yang beredar, saya tidak melawan," kata dia.
Dia berharap kepada semua pihak tidak menyimpulkan dengan tergesa-gesa terkait aksi pengeroyokan siswa tetapi dapat melihat persoalan lebih luas dan objektif.
Apabila siswa tak menginginkan dirinya kembali mengajar, maka Agus rela pindah tugas, pindah sekolah demi kenyamanan siswa dan keselamatan dirinya.
Baca juga: Sebut Guru Agus Menindas, Ketua OSIS SMK Tanjabtim Jambi Minta Dipindahkan Pasca Video Pengeroyokan
Ketua OSIS Minta Guru Dipindah
Pasca insiden pengeroyokan guru SMK di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Jambi, Ketua OSIS sampaikan permintaan maaf.
Selain permintaan maaf, Ketua OSIS wanita dalam video yang diunggah akun Instagram @cicitvjambi menyebutkan jika para siswa meminta guru yang ada dalam video viral dipindahkan.
"Di sini saya sebagai Ketua OSIS di SMK 3 Tanjung Jabung Timur ingin menyampaikan permintaan maaf terhadap instansi yang terlibat, dengan tersebarnya video pengeroyokan terhadap guru," kata dia, dikutip dari video yang diunggah akun Instagram @cicitvjambi, Rabu (14/1/2026) malam, dikutip Tribunjambi.com
Kata perwakilan siswa itu, pengeroyokan itu terjadi karena guru sering menindas siswanya.
"Hal tersebut terjadi karena oknum tersebut sering menindas kami di SMK Negeri 3 Tajung Jabung Timur," lanjutnya.
"Kami hanya ingin beliau dipindahkan ke tempat yang lain, karena kami tidak nyaman beliau ada di SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur ini," tutup perwakilan siswa yang juga ketua OSIS SMKN 3 Tanjab Timur tersebut. (*)
Simak informasi lainnya di media sosial Facebook, Instagram, Thread dan X Tribun Jambi