Mudahkan Petani ke Lokasi Cetak Sawah di Tarakan, Saat Ini Dibangun Jalan Sepanjang 700 Meter  
January 15, 2026 03:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN - Update terkini jalan ringroad di RT 17 Juata Laut, Tarakan Kalimantan Utara menuju lokasi cetak sawah. Informasinya mulai dilakukan pengerjaan jalan usaha tani dengan panjang 700 meter dan lebar 4 meter.

Saat ini proses pembangunan jalan dengan panjang 700 meter ini sudah proses berjalan dan menuju finishing. Pengerjaan jalan setapak dan perbaikan pematang tersebut dilakukan petugas Kodim 0907 Tarakan. 

"Sudah dikerjakan. Jadi kan finishing oleh Kodim 0907 Tarakan ini karena melihat bahwa ini alternatif yang jangka pendek yang memungkinkan untuk menjamin aksesibilitas ke sana," ucap Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Tarakan, Eddy Suriansyah.

Edy Suriansyah berharap ini dengan adanya pembangunan jalan ini dapat diewati para petani menuju lokasi cetak sawah.

Baca juga: Bantuan Bibit dan Alat di Cetak Sawah Tarakan Diberi ke Poktan, Penyuluh Kawal hingga Masa Panen

"Mudah-mudahan ini juga membantu. Tetapi untuk kepentingan kita, supaya menjamin rencana kerja kita untuk tanam padi berikutnya, jalan akses yang mungkin kita segerakan adalah melalui jalan tanggul atau jalan pematang sawah yang memang jaraknya mendekati jalan akses menuju ke sawah," jelasnya. 

Tak hanya itu dengan adanya jalan dengan panjang 700 meter ini, dapat pula  memudahkan penyuluh pertanian untuk melakukan pembinaan kepada petani untuk tanam padi.

Ketika pengerjaan jalan tersebut sudah selesai, nantinya alat berat yang dari Kodim 0907 Tarakan itu akan lewat dan membuat sodetan agar airnya mengalir.

Bagaimana dengan pembangunan jalan ring road dengan panjang 2,2 Kilometer? 

"Nah, jalan ring road itu masih dibawah kewenangan Provinsi Kaltara. Jadi di tahun anggaran kemarin sebenarnya melalui PUPR sudah melakukan penimbunan. Hanya saja mungkin alokasi anggarannya masih terbatas, jadi panjangnya itu kurang lebih kalau tidak salah diinformasikan 625 meter," ungkap Eddy Suriansyah.  

Baca juga: Sosok Letkol Syaiful Arif, TNI Latar Kopassus Urus Cetak Sawah di Tarakan

Menurut Eddy Suriansyah, rencananya jalan  2,2 Kilometer ini dikerjakan melalui program Karya Bakti Tentara Manunggal Membagun Desa (TMMD).

"Misalnya kalau mau di-TMMD-kan atau mau dianggarkan di tahun anggaran 2026 untuk penimbunan atau pekerjaan agregat misalnya, dari titik yang sudah dikerjakan oleh Provinsi Kaltara itu kurang lebih 2,2 sampai 2,4 kilo meter," ujarnya. 

Ia melanjutkan akses itu sementara dibuat sembari menunggu Provinsi Kaltara melaksanakan pengerjaan lanjutan di ring road. Karena bagaimanapun, butuh akses yang layak ketika berbicara masa panen tiba.

"Mau tidak mau karena skalanya luas. Jalan yang 2,2  KM ini harus dikerjakan," urainya.

Saat ini untuk demobilisas alat-alat berat diharapkan bisa buat parit  supaya bisa mengalirkan air. 

"Kemudian jalan yang tadinya terendam air atau keadaannya becek itu nanti bisa ditimbun gitu.Ditimbun untuk bisa mengeringkan dan menguatkan lahannya itu," jelasnya.

Eddy Suriansyah 15012026.jpg
EDDY SURIANSYAH- Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Tarakan, Eddy Suriansyah.

Jika akses sudah jadi, roda 2 dan roda 4 biaa menembus lokasi cetak sawah via jalan darat tak lagi menggunakan speedboat.

"Jangka pendek ini  sudah gerak meraka. Sudah seminggu yang lalu. Jadi kemarin mereka tinjau lapangan untuk memastikan bahwa akses yang terpendek yang bisa dilalui itu seperti yang direncanakan tadi itu bisa selesai gitu," paparnya.

Dengan pengerjaan jalan ini, kedepan tak ada lagi yang menggunakan speedboat dan harus tunggu pasang surut air. Bahkan kemarin saat pulang dari tanam padi. ia mengakui sudah tak mendapat momen air pasang. Sehingga harus jalan kaki melalui pesisir pantai.

"Baru kami juga dibayang-bayangi jangan sampai ada buaya  karena di sana ada buaya," pungkasnya.

(*)

Penulis: Andi Pausiah

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.