TRIBUN JOGJA.COM-Sleman menjadi salah satu wilayah di Daerah Yogyakarta yang menawarkan keindahan alam megahnya Gunung Merapi
Dengan keindahannya, lahir beragam desa wisata dengan keunikan yang ditawarkan.
Desa Wisata menjadi salah satu wadah pengembangan ekonomi kreatif masyarakat desa melalui potensi lokal. Potensi tersebut dapat berupa budaya, tradisi, kuliner, ataupun kerajinan tangan, hingga panorama alam yang dijaga kelestariannya.
Tim Tribunjogja merekomendasikan kelima desa wisata di lereng gunung dengan fasilitas memadai, sehingga dapat kamu kunjungi bersama keluarga maupun rombongan.
Baca juga: Deretan Desa Wisata Unggulan Yogyakarta Dipamerkan di Galeria Mall Jogja
Pentingsari merupakan salah satu desa wisata yang berada di lereng Gunung Merapi, tepatnya di Desa Wisata Pentingsari, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta.
Desa ini menawarkan pengalaman wisata berbasis budaya dan alam dengan menyajikam kehidupan asli masyarakat setempat secara langsung.
Beragam paket wisata tersedia untuk pengunjung.
Paket malam keakraban dilengkapi fasilitas pendopo dan tanah lapang yang luas, sementara paket live in menyediakan homestay di rumah warga sebagai tempat bermalam.
Wisatawan juga dapat mengikuti berbagai aktivitas budaya, seperti tari Punokawan, membatik, kenduri, gamelan, wayang rumput, hingga ronda malam bersama warga.
Untuk menikmati keindahan alam, Desa Wisata Pentingsari menawarkan kegiatan luar ruang yang beragam, mulai dari trekking di Sungai Kuning, permainan bola lumpur, berkeliling menggunakan ATV, hingga bermain air di sungai.
Perpaduan wisata budaya dan alam ini menjadikan Pentingsari sebagai destinasi yang edukatif sekaligus menyenangkan.
Desa Wisata Sangurejo terletak di kaki Gunung Merapi, tepatnya di Sangurejo, Wonokerto, Turi, Sleman, Yogyakarta dengan keunggulan sosial dan alamnya.
Desa wisata ini dilengkapi berbagai sarana penunjang, seperti pendopo, panggung, halaman yang luas, toilet, dan musala.
Selain itu terdapat warung soto yang dapat dinikmati dengan panorama Embung Kaliaji dan kemegahan Gunung Merapi, sehingga menambah suasana asri dan nyaman bagi pengunjung.
Dengan fasilitas yang tersedia, Wisata Sangurejo menawarkan beragam paket menarik.
Beberapa di antaranya adalah paket home living untuk merasakan aktivitas sehari-hari bersama warga, paket malam keakraban dan outbound, jelajah alam, hingga wisata petik salak yang menjadi ciri khas kawasan Turi.
Lokasinya yang tidak jauh dari pusat perkotaan membuat Desa Wisata Sangurejo mudah dijangkau oleh wisatawan.
Berbeda dengan Sangurejo, Desa Wisata Kelor menawarkan pengalaman wisata berbasis jelajah alam dan edukasi sejarah.
Desa wisata ini berlokasi di Kelor, Bangunkerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki nilai sejarah kuat.
Hal ini ditandai dengan keberadaan sebuah joglo berusia sekitar 200 tahun yang berdiri sejak 1835.
Bangunan ini pernah digunakan sebagai markas tentara pelajar dan kini ditetapkan sebagai salah satu cagar budaya, sehingga menjadi daya tarik edukatif bagi pengunjung.
Berada di kaki Gunung Merapi, Wisata Kelor juga menawarkan berbagai aktivitas petualangan, seperti outbound dan jelajah sungai. Selain itu, wisatawan dapat menikmati kebun salak serta mencicipi beragam kuliner olahan salak yang menjadi ciri khas kawasan ini.
Desa Wisata Pulesari terletak di Pulesari, Turi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan dikelola secara gotong royong oleh masyarakat setempat.
Desa wisata ini dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, seperti balai pertemuan, kamar mandi, kios suvenir UMKM, area kuliner, musala, akses WiFi, serta sejumlah spot foto.
Pulesari dikenal dengan wisata alam dan budaya tradisional yang masih terjaga. Salah satu keunggulannya adalah paket wisata air trekking di sungai yang dikemas dalam kegiatan outbound.
Selain itu, tersedia wisata budaya yang mengajak pengunjung merasakan aktivitas keseharian masyarakat, seperti belajar membatik, bermain gamelan, menari, membuat janur, membajak sawah, hingga menanam padi.
Dengan suasana yang sejuk dan tenang, Desa Wisata Pulesari menjadi pilihan tepat bagi masyarakat perkotaan yang ingin melepas penat. Lingkungan perkampungan yang asri dan damai membuat pengalaman berwisata di Pulesari terasa lebih rileks dan berkesan.
Berdasarkan data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Desa Wisata ini dijuluki sebagai Desa Pendidikan dan Ketahanan Pangan Dukuh karena berhasil menghadirkan konsep pembelajaran yang berfokus pada keterampilan nonakademik di luar sekolah.
Berlokasi di Jalan Pelda Sugiono, RT 03/RW 21, Niron, Pandowoharjo, Sleman.
Kegiatan edukasi di Desa Wisata Dukuh diwujudkan melalui pembelajaran praktik bertahan hidup dan kemandirian pangan.
Pengunjung diajak mengenal proses produksi makanan dan minuman secara mandiri, seperti budidaya ikan, pengolahan susu, serta budidaya jamur yang dikembangkan berbasis studi dan praktik langsung.
Konsep ini menjadikan Dukuh sebagai destinasi wisata edukasi yang aplikatif dan relevan.
Selain pengalaman belajar, Wisata Dukuh juga menyediakan berbagai fasilitas yang dapat disewa, seperti gazebo, joglo, area berkemah, dan lokasi outbound.
Perpaduan antara edukasi, ketahanan pangan, dan ruang aktivitas ini menjadikan Dukuh sebagai wadah pembelajaran luar sekolah sekaligus upaya menanamkan nilai keberlanjutan tradisi masyarakat setempat. (MG Erlysta Nafa Azhary)