Gubernur Anwar Hafid Lantik 389 Pejabat, Tekankan Data Akurat, Digitalisasi, dan Merit System
January 15, 2026 05:29 PM

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli

TRIBUNPALU.COM, PALU - Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Anwar Hafid, didampingi Wakil Gubernur dr. Reny A Lamadjido, melantik dan mengambil sumpah 389 pejabat administrator, pengawas, serta pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.

Pelantikan tersebut berlangsung di Lapangan Pogombo, Kelurahan Besusu Barat, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu, Kantor Gubernur Sulteng, Kamis (15/1/2026).

Dari total 389 pejabat yang dilantik, terdiri atas 178 pejabat administrator (Eselon III), 204 pejabat pengawas (Eselon IV), dan tujuh pejabat fungsional.

Pelantikan ini menjadi bagian dari penataan birokrasi sekaligus penguatan kinerja pemerintahan daerah di awal masa kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah.

Baca juga: Pemkab Banggai Usulkan Geo Heritage di Empat Wilayah, Salah Satunya Pulau Dua

Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid menegaskan bahwa setiap jabatan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, tanpa membedakan stigma jabatan basah maupun jabatan kering.

“Tidak ada jabatan basah, tidak ada jabatan kering, apalagi jabatan air mata. Semua jabatan adalah amanah yang harus disyukuri dan dijalankan sebaik-baiknya. Setiap jabatan punya ruang kerja dan ruang inovasi yang luas,” tegas Anwar Hafid.

Ia menyampaikan, para pejabat yang baru dilantik diberi kesempatan untuk mendukung program 100 hari kerja kepala perangkat daerah dengan tiga fokus utama.

1001035257.jpgasa
Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Anwar Hafid, didampingi Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido, melantik dan mengambil sumpah 389 pejabat administrator, pengawas, serta pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Kamis (15/1/2026). (Handover)


Pertama, pembenahan dan validasi data. Menurutnya, perencanaan pembangunan selama ini kerap tidak akurat karena masih menggunakan data yang tidak mutakhir.

“Kita masih memakai data tahun 2010 untuk merencanakan tahun 2025. Ini tidak boleh terjadi lagi. Pekerjaan nomor satu kita sekarang adalah melengkapi dan memperbarui data,” ujarnya.

Kedua, percepatan digitalisasi pemerintahan. Gubernur menargetkan seluruh sistem pemerintahan dan pelayanan publik sudah berbasis digital dalam tiga bulan ke depan.

“Tidak boleh lagi manual. Pelayanan ke masyarakat harus digital. Kalau perlu, masyarakat tidak perlu bertemu kita, semua urusan bisa selesai secara digital,” katanya.

Baca juga: RSUD Undata Palu Siapkan Gedung Khusus untuk Sistem KRIS dengan 64 Tempat Tidur Pasien

Ia menegaskan akan bersikap tegas apabila target digitalisasi tidak tercapai dan meminta seluruh jajaran bekerja aktif serta saling mendukung.

Ketiga, penerapan merit system berbasis prestasi. Anwar Hafid menegaskan komitmennya terhadap sistem penilaian kinerja yang objektif dan adil.

“Saya butuh orang yang bekerja, bukan orang yang pandai bermanuver. Tidak perlu pendekatan ke mana-mana, yang saya butuhkan adalah inovasi dan prestasi,” tegasnya.

Gubernur juga mendorong seluruh pejabat, mulai dari kepala bidang, kepala seksi, hingga pejabat fungsional, untuk melahirkan inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat.

Ia bahkan menjanjikan dukungan anggaran dan promosi jabatan bagi pejabat yang mampu menghadirkan inovasi yang bermanfaat.

“Kalau inovasinya masuk akal dan bermanfaat, saya siapkan anggarannya dan saya promosikan dalam tiga bulan. Ini janji saya,” ujar Anwar Hafid.

Di akhir sambutannya, Gubernur mengingatkan bahwa kunci menjadi pejabat adalah loyalitas, baik kepada pimpinan, tugas, maupun nilai-nilai ketuhanan.

“Jabatan itu ada rumusnya. Kalau bukan kita yang meninggalkannya, jabatan itu yang akan meninggalkan kita. Maka jalani dengan tulus, jujur, dan ikhlas,” pesannya.

Ia menegaskan, pejabat Pemprov Sulteng merupakan “pasukan berani” yang siap bekerja penuh untuk rakyat dan hadir kapan pun daerah membutuhkan.

Pelantikan ini sekaligus menandai dimulainya fase baru penguatan birokrasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah yang berorientasi pada data akurat, teknologi, prestasi, serta pelayanan publik yang lebih cepat dan transparan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.