SRIPOKU.COM - Toko emas di kawasan Desa Belotan, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magelang dibobol maling pada Rabu (14/1/2026).
Para pelaku berhasil ditangkap selang beberapa jam pasca beraksi.
Dari keterangan lima pelaku yang didapat polisi, pelaku yang berjumlah enam orang ini sudah beraksi di tiga kecamatan berbeda di Kabupaten Magelang.
Sebelum beraksi di Kecamatan Bendo, sindikat maling ini beraksi membobol brankas di Kecamatan Dolopo dan Kecamatan Dagangan.
Baca juga: Ada Demo di Palembang, Sejumlah Toko Emas Pilih Tutup Antisipasi Adanya Kericuhan
Dari aksi yang dilakukan di Bendo, para pelaku berhasil membawa kabur uang Rp 30 juta dan perhiasan emas total senilai Rp 1 miliar.
Sayangnya, ada satu pelaku yang masih berstatuskan buron.
Kapolres Madiun, AKBP Kemas Indra Natanegara, mengatakan pelaku beraksi menggunaan bor, linggis, dan obeng.
Menggunakan peralatan yang identik dengan bangunan itu, para pelaku membobol dinding toko yang dilakukan tengah malam.
Dari tangan tersangka polisi menyita barang bukti berupa sebuah linggis, 2 buah obeng, 1 palu, 1 kunci Inggris, uang tunai Rp 24 juta, dan emas.
“Adapun barang bukti emas, hasil pengembangan terhadap aksi pelaku,” imbuhnya.
Kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh Salah Satu Karyawan, Anggi, saat membuka toko pada Rabu pagi (14/1/2026).
Anggi terkejut usai melihat tembok bagian belakang toko, sudah berlubang.
Baca juga: Gelapkan Mata Perhiasan, Perajin di Toko Emas Palembang Ditangkap, Uang Dipakai Beli Motor Sport
Para karyawan terpaksa menghentikan sementara operasional kerja, sembari menunggu proses penyelidikan dari pihak kepolisian.
“Saya bergegas membuka toko, ternyata sudah berantakan. Brankas penyimpanan uang dan perhiasan emas telah hilang. Akhirnya saya laporan ke bos,” ujar Anggi.
Menurutnya, jumlah uang tunai yang hilang mencapai Rp30 juta dan perhiasan emas senilai Rp1 miliar. Ia menduga pelaku membobol toko terjadi pada dinihari.