Daftar Jenis Uang Kuno yang Sering Diincar, Bisa Berpotensi Jadi Investasi
January 15, 2026 08:14 PM

 

TRIBUNJATIM.COM - Minat terhadap koleksi uang kuno hingga kini terus berkembang khusunya di kalangan kolektor dan investor.

Rupanya uang kuno bisa berpotensi menjadi investasi yang menjanjikan terutama jika uang tersebut langka dan kondisi fisiknya masih sangat baik.

Dilansir laman Pegadaian via kompas.tv pada Kamis (15/1/2026), berikut jenis-jenis uang kuno yang kerap dicari kolektor:

1. Uang Kuno Indonesia

Uang kuno Indonesia menjadi incaran banyak kolektor karena memiliki nilai sejarah yang kuat, mulai dari masa kolonial hingga era awal kemerdekaan.

Koleksi ini mencakup uang kertas dan koin yang pernah digunakan sebagai alat transaksi resmi di Tanah Air.

Beberapa di antaranya dikenal memiliki nilai jual tinggi karena jumlahnya terbatas dan sulit ditemukan dalam kondisi baik.

Contoh uang yang sering diburu kolektor antara lain koin Rp50 sen 1959, koin edisi 25 kemerdekaan RI 1970, hingga uang kertas Rp50.000 bergambar W.R. Supratman dan Rp10.000 bergambar Kartini serta Cut Nyak Dhien.

Baca juga: Warga Sentil Pemdes usai Dibantu Netizen Kumpulkan Uang Perbaiki Jalan dari Live TikTok: Terimakasih

2. Uang Kuno Zaman Belanda

Uang kuno dari zaman Belanda juga memiliki daya tarik tersendiri bagi kolektor.

Uang ini diproduksi selama masa kolonial dan umumnya berupa mata uang Gulden serta pecahan lain yang beredar sebelum Indonesia merdeka. 

Nilai sejarah yang melekat pada uang kuno ini menjadi faktor utama tingginya minat kolektor.

Selain itu, usia uang yang sudah sangat tua membuat keberadaannya semakin langka di pasaran.

Ilustrasi uang kuno.
Ilustrasi uang kuno. ( Kompas TV)

3. Uang Kuno India dan Jepang

Kolektor juga menunjukkan ketertarikan besar terhadap uang kuno dari India dan Jepang.

Uang kertas maupun koin dari kedua negara ini dinilai memiliki desain yang khas dan detail artistik yang menarik. 

Tak hanya itu, uang kuno tersebut juga merepresentasikan perjalanan sejarah dan budaya masing-masing negara.

Kombinasi nilai estetika dan nilai historis inilah yang membuat uang kuno India dan Jepang banyak diburu.

4. Uang Kuno dari Tiongkok

Uang kuno asal Tiongkok menjadi salah satu koleksi favorit di kalangan pegiat numismatik atau ilmu tentang mata uang.

Hal ini tak lepas dari nilai estetika yang tinggi serta keunikan desain yang berbeda dari uang modern. 

Banyak uang koin dan kertas Tiongkok kuno dibuat dengan simbol dan aksara khas yang memiliki makna filosofis.

Keautentikan serta usia yang sangat tua membuat nilainya semakin tinggi di mata kolektor.

Baca juga: 24 Tahun Jualan Bensin, Suminem Sudah Dua Kali Dikasih Uang Palsu Tetapi Tetap Bisa Merasa Bersyukur

5. Cacat Produksi

Uang kuno dengan cacat produksi justru menjadi incaran tersendiri bagi kolektor.

Cacat yang dimaksud biasanya berupa kesalahan pencetakan, seperti posisi gambar yang tidak tepat, tinta yang tumpah, salah warna, hingga angka atau huruf yang hilang atau tercetak miring. 

Kondisi ini terjadi akibat proses produksi yang tidak sempurna.

Karena keunikannya, uang kuno dengan cacat produksi sering kali memiliki nilai jual lebih tinggi dibandingkan uang kuno normal.

6. Nomor Seri Unik

Uang kuno dengan nomor seri unik dan cantik juga banyak dicari kolektor.

Pola angka yang berulang, kembar, atau berurutan seperti 123456 dianggap memiliki nilai estetika tersendiri. 

Selain itu, kondisi nomor seri yang masih utuh dan terbaca jelas menjadi faktor penting dalam penilaian harga.

Semakin unik dan rapi nomor serinya, semakin tinggi pula daya tarik uang tersebut di pasaran.

Baca juga: Rustam Bangun Jalan Desa Rusak Pakai Uang Sendiri, Sebut Cita-cita Sejak Kecil, Kades: Bisa Dicontoh

7. Material atau Bahan Pembuat

Material atau bahan pembuat juga memengaruhi nilai uang kuno di mata kolektor.

Uang kertas kuno umumnya terbuat dari campuran serat kapas dan linen yang membuatnya lebih kuat dibandingkan uang kertas modern. 

Sementara itu, beberapa uang koin kuno dibuat dari bahan berharga seperti perak atau emas.

Kualitas material yang baik dan kandungan logam mulia inilah yang membuat nilai jual uang kuno tersebut semakin tinggi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.