Usai Paceklik, Tangkapan Ikan Nelayan Pangandaran Mulai Meningkat di Awal 2026
January 15, 2026 09:35 PM

 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Setelah melewati masa paceklik sepanjang tahun 2025, geliat perekonomian nelayan di Kabupaten Pangandaran Jawa Barat mulai kembali terasa. 


Memasuki awal tahun 2026, hasil tangkapan nelayan perlahan mengalami peningkatan seiring membaiknya kondisi cuaca di wilayah perairan selatan Jawa.


Sebelumnya, cuaca ekstrem yang terjadi hampir sepanjang tahun lalu sempat melumpuhkan aktivitas melaut. 

Baca juga: Proyek Kampung Nelayan Merah Putih di Pangandaran Diperpanjang

Gelombang tinggi dan angin kencang membuat banyak nelayan memilih menepi demi keselamatan dan berdampak langsung pada penghasilan mereka. 


Namun kini, situasi tersebut berangsur pulih. Di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pelabuhan Cikidang Babakan aktivitas mulai kembali ramai. 


Sejak kamis (15/1/2026) pagi, para nelayan terlihat menurunkan hasil tangkapan dan para bakul pun bersiap mengikuti proses lelang.


Seorang nelayan asal Desa Babakan Pangandaran, Hadi (42), sudah merasakan langsung perubahan tersebut. 


Meski cuaca belum sepenuhnya stabil, Hadi mengaku hampir setiap kali melaut kini sudah mendapatkan ikan.


"Di bulan Januari ini, saya bersama satu orang anak buah kapal hampir selalu dapat ikan setiap melaut, walaupun memang jumlahnya belum terlalu banyak," ujar Hadi kepada sejumlah wartawan di TPI Cikidang, Kamis siang.


Hasil tangkapan saat ini, Hadi mengaku sudah mendapatkan ikan layur, montok, dan udang. "Kalau dijual, hasilnya kurang lebih bisa lima ratus ribu rupiah," katanya.


Menurutnya, saat kondisi sepi, penghasilan nelayan biasanya berkisar antara Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta per sekali melaut. 


Namun, ketika hasil tangkapan melimpah dan harga sedang bagus, pendapatan bisa meningkat signifikan.


Kondisi serupa juga terlihat di aktivitas pelelangan ikan. Proses transaksi yang melibatkan bakul dan juru lelang di TPI Cikidang berjalan lancar. 


Harga ikan pun relatif stabil dan cenderung mengalami kenaikan, sehingga memberikan harapan baru bagi nelayan.


Petugas KUD Minasari, Adang Suhendar, membenarkan adanya peningkatan produksi hasil tangkapan nelayan pada awal Januari 2026. 


Ia menyebut, bahwa tahun 2025 merupakan masa paceklik yang cukup berat, sehingga kini hampir seluruh hasil tangkapan nelayan kembali masuk ke TPI.


"Jadi, yang tadinya harga ikan murah, sekarang sudah mulai naik. Ya, mudah mudahan ke depan bisa terus meningkat dan mencapai target," ucap Adang. *

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.