Laporan Wartawan TribunPalu.com, Supriyanto Ucok
TRIBUNPALU.COM, PALU - Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid tegaskan 3 poin utama kepada para pejabat eselon III yang dilantik, yaitu terkait data, digitalisasi, dan merek sistem (Merit System).
Terkait data, Anwar Hafid menyebut bahwa perencanaan yang dilakukan oleh pemerintah Provinsi sering tidak akurat.
Hal itu disebabkan data yang tidak valid.
"Data 2010 masih kita pakai untuk merencakan 2025, oleh karena itu yang pertama melengkapi data," katanya.
Untuk digitalisasi, Gubernur Sulteng menekankan sistem pemerintah mulai di digitalisasikan. Hal itu bertujuan untuk mempercepat dalam proses penyelenggaraan di dalam pemerintahan.
"Tidak boleh lagi kita manual, ketinggalan kita. Kalau perlu semua masyarakat tidak perlu ketemu kita untuk urusannya, semua harus digital sudah," jelasnya.
Baca juga: Damkar Morowali Ungkap Penyebab Armada Terbalik Saat Menuju Lokasi Kebakaran di Matano
Sedangkan merek sistem (Merit System), ia menjelaskan hal ini perlu diterapkan dalam pemerintahan. Hal itu untuk melakukan penilaian secara objektif.
"Jangan anggap hal ini permulaan, saya komitmen dengan merek sistem ini," ucapnya.
Pelantikan itu berlangsung di halaman gedung Pogombo Jl Ahmad Yani Kelurahan Besusu Tengah, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu.
Sebanyak 382 pejabat dilantik meliputi administrator dan pengawas lingkup provinsi Sulawesi Tengah.
Hadir dalam pelantikan tersebut Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng, unsur Forkopimda, perwakilan DPRD Sulteng, serta OPD lingkup Sulteng. (*)