Akui Unjuk Rasa Anarkis Salah Aliansi Mahasiswa di Mamuju Minta Maaf, Teken Kesepakatan Kapolresta
January 15, 2026 06:47 PM

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Usai bentrok dengan personel polisi Polresta Mamuju dan Polda Sulbar, Aliansi Mahasiswa melaksanakan kunjungan silaturahmi dan tatap muka di Aula Wira Satya Polresta Mamuju, Kabupaten Mamuju.

Rombongan diterima Kapolresta Mamuju, Kombes Pol Ferdyan Indra Fahmi. 

Pertemuan yang sarat pesan perdamaian tersebut turut dihadiri Kasat Intelkam Polresta Mamuju Kompol Bayu Aditya Yulianto, Tokoh Masyarakat H. Damris, serta sekitar 20 orang perwakilan Aliansi Mahasiswa dari berbagai organisasi kemahasiswaan di Mamuju.

Baca juga: Tokoh Masyarakat Pasangkayu Tolak Wacana Pilkada via DPRD : Serangan Fajar Lari ke DPRD

Baca juga: Zodiak Pisces Jumat 16 Januari 2026: Jangan Pendam Emosi, Ada Ide Kreatif Dilirik Atasan

Dilansir dari polisiku.co,id, dalam forum tersebut, Aliansi Mahasiswa secara terbuka mengakui kesalahan atas aksi demonstrasi anarkis yang sebelumnya terjadi dan menyampaikan permohonan maaf kepada pihak kepolisian. 

Tidak hanya itu, mahasiswa juga menyatakan komitmen kuat untuk bersama-sama menjaga Kota Mamuju tetap aman, damai, dan kondusif.

Komitmen Bersama

Sebagai bentuk komitmen nyata, kesepakatan demonstrasi damai dan tertib dituangkan melalui penandatanganan komitmen bersama antara masing-masing Ketua Organisasi Mahasiswa se-Kabupaten Mamuju dengan Kapolresta Mamuju. 

Momentum ini menjadi simbol berakhirnya ketegangan dan dimulainya babak baru sinergi antara kepolisian dan mahasiswa.

Dalam sambutannya, Kapolresta Mamuju Kombes Pol Ferdyan Indra Fahmi menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen Polresta Mamuju dalam membuka ruang komunikasi, dialog terbuka, serta membangun sinergi dengan seluruh elemen masyarakat, khususnya mahasiswa yang memiliki peran strategis sebagai agen perubahan dan kontrol sosial dalam kehidupan demokrasi.

“Kami menyadari mahasiswa memiliki peran penting dalam menyampaikan aspirasi masyarakat, mengawal kebijakan publik, serta menjaga nilai-nilai demokrasi. Oleh karena itu, Polri khususnya Polresta Mamuju senantiasa terbuka terhadap kritik, saran, dan masukan yang konstruktif demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman, kondusif, dan demokratis di Kabupaten Mamuju,” tegas Kapolresta.

Kapolresta berharap kegiatan silaturahmi ini dapat mempererat hubungan emosional, menumbuhkan rasa saling memahami, serta menciptakan komunikasi yang efektif dan berkelanjutan.

“Semoga pertemuan ini membawa manfaat, mempererat tali silaturahmi, dan menjadi langkah awal membangun sinergitas positif antara kepolisian dan mahasiswa demi kemajuan daerah serta terjaganya demokrasi yang sehat di Kabupaten Mamuju,” tutupnya.

Jadi Contoh

Sementara itu, Tokoh Masyarakat H. Damris mengapresiasi penuh terselenggaranya kegiatan tersebut.

Ia menilai dialog antara Polresta Mamuju dan mahasiswa merupakan langkah strategis dan patut dijadikan contoh.

“Ini menunjukkan adanya keterbukaan, kemauan untuk berdialog, serta komitmen bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Mamuju,” ungkapnya. Ia juga berharap mahasiswa dapat terus menyampaikan kritik dan aspirasi secara santun, bermartabat, dan sesuai koridor hukum.

Di tempat yang sama, perwakilan mahasiswa Akbar Saputra selaku Ketua PP IPMAPUS Sulbar menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kapolresta Mamuju dan jajaran atas ruang dialog yang diberikan.

“Kami berterima kasih atas kesempatan berdialog secara langsung dalam suasana terbuka dan kekeluargaan. Kami berharap ke depan tidak ada lagi provokator yang dapat memicu hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Akbar menegaskan Aliansi Mahasiswa siap menyampaikan aspirasi secara tertib, santun, dan sesuai aturan hukum, serta berkomitmen bersinergi dengan Polresta Mamuju dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

Saat bentrok beberapa waktu lalu di depan Polresta Mamuju, sejumlah polisi jadi korban lemparan hingga harus dilarikan ke rumah sakit. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.