TRIBUNMANADO.COM, MANADO - Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Risolbyfloo menjadi salah satu contoh bisnis kuliner yang mampu bertahan dan berkembang.
UMKM milik Florencia Muaja ini berkembang sejak masa pandemi Covid-19.
Saat itu, ia masih duduk di bangku SMA di SMAN 3 Tondano dan ingin mencari tambahan penghasilan.
Akhirnya ia memutuskan berjualan risol di lingkungan sekolah.
“Awalnya saya berjualan di kelas, lalu banyak guru dan teman-teman di luar kelas juga tertarik membeli. Dari situ usaha saya mulai berkembang,” ujar Florencia, Kamis (15/1/2026).
Seiring berjalannya waktu, Florencia tidak hanya mengandalkan penjualan langsung, tetapi juga memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan produknya.
Hasilnya, jumlah konsumen terus meningkat.
Omzet yang awalnya sekitar Rp 150 ribu per hari saat berjualan di sekolah, naik menjadi sekitar Rp 300 ribu per hari.
Bahkan, setelah membuka booth di Tondano, pendapatan harian bisa mencapai sekitar Rp 1 juta per hari.
Saat melanjutkan pendidikan di Universitas Sam Ratulangi, Florencia kembali memanfaatkan peluang dengan berjualan kepada dosen serta mahasiswa.
Meski saat ini Florencia telah menikah, ia tetap konsisten menjalankan usahanya di lingkungan kampus.
Risolbyfloo menawarkan berbagai varian risol dengan rasa gurih dan manis.
Menurut Florencia, keunikan dan kualitas produk menjadi kunci utama agar mampu bersaing dengan UMKM lainnya.
Baca juga: Peringatan Dini Cuaca Sulawesi Utara 15 Januari 2026 Malam, Sejumlah Wilayah Berpotensi Hujan Lebat
Baca juga: Breaking News: Mayat Perempuan Ditemukan di Sungai Balane Tabukan Selatan Sangihe
“Produk harus punya ciri khas dan kualitas yang baik. Selain itu, brand juga harus kuat dan mudah diingat,” katanya.
Florencia menargetkan pengembangan usaha dengan meningkatkan produksi, memperluas jaringan pemasaran, mengembangkan produk baru, serta terus meningkatkan kualitas.
Ia juga berkomitmen membangun brand Risolbyfloo sebagai usaha yang terpercaya dan dapat diterima oleh semua kalangan.(*)