Presiden Prabowo Kumpulkan 1.200 Rektor di Istana, Bahas Energi, Hilirisasi, dan Strategi Pendidikan
January 15, 2026 07:03 PM

BANGKAPOS.COM--Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan sekitar 1.200 rektor dan guru besar dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di Istana Kepresidenan, Kamis (15/1/2026).

Forum tersebut menjadi ajang diskusi strategis antara pemerintah dan kalangan akademisi terkait arah pembangunan nasional ke depan.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan, Presiden Prabowo menyampaikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi terkini negara, mulai dari situasi ekonomi nasional hingga tantangan global yang memengaruhi Indonesia.

Selain itu, presiden juga menekankan pentingnya penguatan kedaulatan pangan dan energi.

“Bapak Presiden menjelaskan kondisi negara kita, kondisi ekonomi, kedaulatan pangan, termasuk membahas tentang hilirisasi dan sektor energi,” ujar Bahlil kepada awak media usai pertemuan di Istana Kepresidenan.

Terkait isu pengelolaan tambang oleh perguruan tinggi, Bahlil menegaskan bahwa hal tersebut tidak dibahas secara spesifik dalam forum tersebut.

Namun demikian, ia menyebut bahwa secara regulasi, keterlibatan universitas dalam pengelolaan tambang telah mendapatkan dasar hukum melalui undang-undang yang berlaku.

“Tidak dijelaskan secara spesifik dalam pertemuan tadi, tetapi secara aturan memang sudah dimungkinkan,” kata Bahlil.

Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa pertemuan tersebut merupakan agenda resmi Presiden Prabowo dalam kapasitasnya sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan.

Menurutnya, forum ini menjadi wadah dialog langsung antara presiden dan para pemangku kepentingan pendidikan tinggi.

“Ini bagian dari agenda Bapak Presiden untuk berdiskusi dan menyampaikan pandangan strategis, sekaligus memberikan pembaruan terkait kondisi nasional, geopolitik global, dan rencana-rencana besar yang akan dikerjakan ke depan,” ujar Prasetyo.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo berdiskusi secara interaktif dengan para rektor dan guru besar yang hadir.

Pertemuan ini disebut sebagai bagian dari upaya memperkuat komunikasi pemerintah dengan dunia akademik, yang dinilai memiliki peran penting dalam pembangunan sumber daya manusia.

Prasetyo menambahkan, dalam sepekan terakhir Presiden Prabowo memberikan perhatian khusus pada sektor pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan nasional.

Fokus tersebut sejalan dengan agenda besar pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan dan swasembada energi.

Adapun substansi diskusi juga mencakup berbagai isu strategis pendidikan tinggi, salah satunya percepatan pemenuhan kebutuhan tenaga medis di Indonesia.

Pemerintah mencatat masih terdapat kekurangan lebih dari 100 ribu dokter di Tanah Air.

“Diskusi juga menyentuh bagaimana kita mempercepat pemenuhan kebutuhan dokter, karena berdasarkan data yang ada, kita masih kekurangan tenaga medis dalam jumlah yang cukup besar,” ungkap Prasetyo.

Melalui pertemuan ini, pemerintah berharap sinergi antara negara dan perguruan tinggi dapat semakin diperkuat, terutama dalam menjawab tantangan pembangunan nasional dan global di masa mendatang.

Sumber : Kontan.co.id

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.