SURYA.co.id Surabaya - Persebaya Surabaya di bawah pelatih Bernardo Tavares langsung tancap gas memacu persiapan intensif selama jeda kompetisi demi memperkuat kedalaman skuad melalui integrasi tiga pemain asing baru dan skema persaingan internal yang kompetitif bagi seluruh punggawa tim.
Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa setiap lini memiliki ketahanan yang mumpuni saat mengarungi putaran kedua yang diprediksi jauh lebih sengit.
Tavares menyadari bahwa jeda waktu yang ada bukan sekadar masa istirahat, melainkan momentum krusial untuk memperbaiki struktur permainan.
“Setelah ini kami harus bekerja keras karena ada pemain baru yang datang. Kami perlu lebih mengenal karakteristik semua pemain,” kata Coach Tavares dalam sebuah sesi wawancara setelah latihan rutin di Surabaya.
Tim pelatih meyakini bahwa pengenalan ini bukan hanya soal teknis di lapangan, melainkan juga ikatan batin antarpemain.
Baca juga: Resmi! Daftar Pemain Persebaya Surabaya Hengkang di Putaran Pertama Super League 2025/2026
Komunikasi yang cair akan menjadi jembatan bagi terciptanya kerja sama tim yang harmonis dan padu.
Tanpa pemahaman mendalam, skema serumit apa pun akan sulit dijalankan oleh para punggawa di atas lapangan hijau.
Kedekatan personal diharapkan mampu meningkatkan rasa saling percaya di antara mereka saat menghadapi tekanan laga.
Sementara, Kehadiran tiga pilar asing baru, yakni Bruno Paraíba, Jefferson Silva, dan Gustavo Fernandes, memberikan warna baru dalam arsitektur permainan Persebaya.
Paraíba diharapkan menjadi pemecah kebuntuan di lini depan, sementara Jefferson dan Gustavo memperkokoh poros tengah serta pertahanan.
Baca juga: Bonek Dapat Hadiah Museum Persebaya Surabaya, Apa Saja Isinya ?
Ketiganya membawa profil fisik dan teknis yang berbeda namun saling melengkapi sesuai kebutuhan mendesak tim pelatih.
Adaptasi mereka menjadi prioritas agar skema permainan tidak terhambat oleh kendala bahasa maupun gaya main yang berbeda.
Tavares melihat potensi besar dari kombinasi pemain asing ini untuk meningkatkan standar permainan tim secara keseluruhan.
Persaingan di posisi inti kini menjadi sangat ketat, yang secara otomatis memaksa pemain lokal untuk ikut meningkatkan level mereka.
Keseimbangan antara kecepatan pemain sayap dan kekuatan fisik di lini tengah menjadi visi yang ingin dicapai Tavares. Persebaya kini memiliki lebih banyak opsi taktikal untuk menghadapi berbagai tipikal lawan yang berbeda karakter.
“Jika ingin memiliki tim yang kuat, setiap posisi harus punya dua atau tiga pemain yang bersaing secara sehat. Kami butuh keseimbangan antara pemain cepat dan pemain yang kuat dalam duel udara,” jelas Tavares
Tavares menekankan bahwa kekuatan udara kini menjadi perhatian khusus untuk mengantisipasi situasi bola mati yang sering menjadi titik lemah.
Keberadaan pemain dengan postur menjulang dan kemampuan duel yang kuat diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi lini belakang.
Di sisi lain, kecepatan tetap dipertahankan sebagai senjata utama dalam melakukan serangan balik kilat yang mematikan.
Harmonisasi antara kekuatan dan kecepatan inilah yang akan menjadi wajah baru Persebaya di sisa musim.
Evaluasi performa pemain baru dilakukan secara harian melalui data statistik yang dihimpun oleh tim analisis video.
Tidak ada ruang untuk berleha-leha bagi siapa pun yang ingin mengenakan seragam kebesaran hijau dalam pertandingan resmi.
Setiap pemain diberikan target spesifik yang harus dicapai dalam setiap fase latihan yang dijalankan tim.
Hal ini memastikan bahwa seluruh energi tim terfokus pada peningkatan kualitas secara berkelanjutan dan terukur.
Setiap posisi kini dihuni oleh pemain-pemain yang memiliki kualitas hampir merata, sehingga rotasi bukan lagi menjadi masalah besar.
Tavares ingin memastikan bahwa performa tim tetap stabil meskipun ada pemain utama yang harus absen karena cedera atau akumulasi kartu.
Kedalaman ini memberikan ketenangan bagi manajemen yang telah berinvestasi besar pada bursa transfer paruh musim ini. Persebaya kini tampil dengan wajah yang lebih segar dan penuh dengan determinasi tinggi di setiap lini.
Uji coba internal dan persahabatan akan menjadi panggung pembuktian bagi para amunisi baru sebelum kompetisi resmi digulirkan kembali.
Di sana, Tavares akan menguji kecocokan antara Gustavo di belakang dengan Jefferson yang mengatur ritme permainan di lini tengah.
Hasil dari laga-laga simulasi ini akan menjadi dasar penentuan komposisi utama yang akan diturunkan nanti. Semangat juang yang ditunjukkan para pemain asing ini diharapkan menular kepada seluruh jajaran skuad lokal.
“Kami ingin melihat pemain yang belum banyak bermain. Pertandingan persahabatan penting untuk menciptakan persaingan di dalam tim,” ujarnya
“Kami ingin ruang ganti semakin kuat dan tim menjadi lebih baik,” tandas sang pelatih mengakhiri pembicaraan mengenai visi kepemimpinannya.
Kini, seluruh persiapan teknis dan mental telah memasuki tahap final sebelum mereka kembali ke arena pertempuran yang sesungguhnya.
Keyakinan terpancar dari raut wajah para pemain saat mereka menutup sesi latihan sore dengan doa bersama.
Harapan masyarakat Surabaya kini tertuju pada pundak mereka untuk membawa pulang kejayaan yang telah lama dinantikan.
Persebaya siap berlari lebih kencang untuk mengejar ketertinggalan dan menuliskan sejarah baru yang gemilang.