Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur
POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - SMKS Katolik Kusuma Atambua menggelar syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 dengan mengusung tema “Menoleh untuk Menata”, Kamis (15/1/2026).
Kegiatan berlangsung di lingkungan SMKS Kusuma Atambua, Raibasin, Desa Menleten, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu.
Kepala SMKS Katolik Kusuma Atambua, Sr. Agustina Bete Kiik, SSpS, mengatakan, peringatan setengah abad sekolah ini menjadi momentum refleksi untuk melihat kembali perjalanan dan tujuan awal pendirian sekolah oleh para suster pendahulu.
Refleksi tersebut, katanya, menjadi dasar untuk menata arah pengembangan sekolah ke depan agar tetap setia pada nilai-nilai awal yang telah dirintis.
“Tema ini mengajak kami untuk menoleh ke belakang, mengenang tujuan awal pendirian sekolah yang berfokus pada peningkatan keterampilan kaum perempuan. Dari sana kami menata kembali langkah ke depan agar tujuan tersebut tidak hilang, tetapi terus berkembang sesuai tuntutan zaman,” ujarnya.
Baca juga: Jalan Santai dan Atraksi Siswa Warnai HUT ke-50 SMKS Katolik Kusuma Atambua
Ia menjelaskan, seiring perkembangan, SMKS Katolik Kusuma Atambua kini tidak hanya melayani pendidikan bagi kaum perempuan, tetapi juga menerima siswa laki-laki.
Dengan demikian, tegasnya, sekolah diharapkan mampu mencetak generasi muda yang beriman, berkarakter, terampil, mandiri, dan siap bersaing di tengah masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Ia juga mengajak para orang tua di Kabupaten Belu dan daerah sekitarnya untuk terus mempercayakan pendidikan putra-putri mereka di SMKS Katolik Kusuma Atambua.
“Kami tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai karakter dan iman agar anak-anak bertumbuh menjadi pribadi yang baik dan mampu berkarya bagi masyarakat, sekolah dan Gereja,” tambahnya.
Pantauan POS-KUPANG.COM, rangkaian syukuran diawali dengan Perayaan Ekaristi Kudus sebagai ungkapan syukur atas perjalanan 50 tahun SMKS Katolik Kusuma Atambua. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol kebersamaan dan harapan akan masa depan yang lebih baik.
Dalam acara ini juga disemarakan dengan berbagai penampilan seni dari para siswa. Anak-anak menampilkan tarian bernuansa budaya lokal dengan mengenakan pakaian adat hasil karya siswa, yang mencerminkan kreativitas serta komitmen sekolah dalam melestarikan nilai budaya.
Dalam kegiatan ini juga dihadiri oleh Perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi NTT, Pimpinan Provincial SSpS Timor, Para Imam, Alumni, Kapolsek Tastim, Orangtua murid, serta tamu undangan lainnya.
(gus)