Bumi Kehilangan Gravitasi Selama 7 Detik pada Agustus? Proyek Anchor NASA dan Kemunculan 2 Lubang Hitam
TRIBUNNEWS.COM - Sebuah klaim liar beredar di media sosial, menyatakan kalau gravitasi Bumi akan hilang selama tujuh detik pada 12 Agustus 2026.
Teori liar ini mengklaim kalau badan antariksa dunia milis Amerika Serikat (AS), NASA telah mempersiapkan kedatangan hari ini selama beberapa tahun.
"Dan tampaknya, bunker sedang dibangun, bukan untuk menghindari perubahan iklim atau perang global, tetapi untuk menghadapi gangguan gravitasi ini," tulis laporan WN terkait klaim liar di media sosial tersebut dalam ulasannya isu sensasional ini, dikutip Kamis (15/1/2025).
Baca juga: Dari Luar Angkasa, NASA Deteksi Sesuatu yang Aneh Terjadi 88 Km di Atas Bumi , Apa Itu?
Menurut beberapa video, Bumi akan kehilangan gravitasinya pada tanggal 12 Agustus selama tepat 7 detik.
Segala sesuatu yang tidak terikat akan terbang ke atas dan kemudian jatuh kembali ketika gravitasi kembali.
Diperkirakan hal ini akan menyebabkan 40-60 juta orang tewas, menurut klaim yang dibuat dalam video-video viral ini.
Mereka juga menuduh kalau NASA, badan antariksa Dunia milik Amerika Serikat (AS), telah mengetahui hal ini selama beberapa tahun dan telah melakukan persiapan.
Bunker dan tempat aman lainnya telah dibangun untuk menjaga "personil penting" dan para pemimpin dunia tetap aman.
Salah satu unggahan tersebut menyatakan bahwa informasi ini terdapat dalam dokumen rahasia NASA berjudul “Project Anchor” yang diduga bocor secara online pada November 2024.
Namun, menurut tuduhan tersebut, proyek ini dimulai pada tahun 2014, khusus untuk peristiwa ini.
Anggaran sebesar $89 miliar telah dialokasikan untuk proyek ini, dan tujuannya adalah untuk memastikan kelangsungan hidup selama anomali gravitasi 7 detik, yang akan terjadi pada 12 Agustus 2026, pukul 14:33 UTC (20:03 IST).
Saat gravitasi hilang, hal itu akan memicu kekacauan dan orang-orang, benda-benda, dan segala sesuatu yang tidak terikat akan langsung melayang ke atas, lalu jatuh kembali.
Dokumen tersebut diduga memprediksi kematian mencapai jutaan orang, dan lebih banyak lagi yang terluka.
Unggahan di media sosial mengklaim kalau, menurut dokumen tersebut, dua lubang hitam akan menjadi penyebabnya.
Dua gelombang gravitasi yang dipancarkan oleh lubang hitam akan berpotongan, dan menyebabkan Bumi kehilangan gravitasi, dengan tingkat yang diprediksi sebesar 94,7 persen.
Bunker yang sudah dipersiapkan tersebut hanya akan dapat diakses oleh para pemimpin pemerintahan, ilmuwan, personel militer, dan beberapa orang lainnya.
Menurut unggahan tersebut, informasi ini belum dipublikasikan karena akan menyebabkan kepanikan di seluruh dunia.
Klaim liar ini telah memicu beragam reaksi dari warganet.
Sebagian orang mempercayai teori konspirasi ini, namun sebagian lainnya menolaknya sebagai obrolan tak masuk akal yang merupakan hasil dari informasi yang salah.
Ulasan WN menyebut, beberapa orang menjelaskan bagaimana gravitasi tidak bergantung pada peristiwa kosmik, seperti tabrakan lubang hitam.
Klaim tersebut tampaknya merupakan hasil dari satu unggahan tanpa dasar, yang kemudian diambil oleh netizen lain, seperti yang biasanya terjadi di media sosial.
"Tidak ada pernyataan resmi tentang hal ini, dan tidak ada bukti lain yang menunjukkan bahwa gravitasi dapat hilang dengan cara seperti itu," tulis simpulan ulasan tersebut.
(oln/wn/*)