Doa Malam 27 Rajab Jelang Isra Miraj Lengkap dengan Terjemahannya, Ini Keutamaannya
January 15, 2026 07:38 PM

TRIBUNTRENDS.COM - Peristiwa Isra Miraj diperingati setiap tanggal 27 Rajab.

Isra Miraj merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam yang menandai perjalanan Nabi Muhammad SAW secara mukjizat dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsa di Yerusalem (Isra), lalu naik ke langit ke tujuh untuk bertemu Allah SWT (Miraj).

Saat Isra Miraj, Nabi Muhammad SAW menerima perintah langsung dari Allah SWT untuk melaksanakan shalat lima waktu (sebelumnya 50 waktu, lalu diringankan atas saran Nabi Musa AS) sebagai kewajiban utama bagi umat Islam, yang menjadi inti dari peristiwa suci ini.

Perintah ini menjadi tonggak penting dalam Islam sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT. 

Tahun ini, 27 Rajab Rajab 1447 H jatuh pada Jumat, 16 Januari 2026.

Untuk menyambut Isra Miraj, doa berikut ini dapat dibaca pada malam 27 Rajab.

Berikut adalah lafaz doa malam Isra Miraj 27 Rajab yang dikutip dari NU Online:

اللهم إِنِّي أَسْأَلُكَ بِمُشَاهَدَةِ أَسْرَارِ الْمُحِبِّيْنَ، وَبِالْخَلْوَةِ الَّتِي خَصَّصْتَ بِهَا سَيِّدَ الْمُرْسَلِيْنَ حِيْنَ أَسْرَيْتَ بِهِ لَيْلَةَ السَّابِعِ وَالْعِشْرِيْنَ أَنْ تَرْحَمَ قَلْبِيَ الْحَزِيْنَ وَتُجِيْبَ دَعْوَتِيْ يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِيْنَ

Allaahumma innii as'aluka bimusyaahadati asraaril muhibbiina wa bilkhalwatillatii khashshashat bihaa sayyidal mursaliina hiina asraita bihi lailatas saabi'i wal 'isyriina an tarhama qalbiyal haziina wa tujiiba da'watii yaa akramal akramiin.

Artinya:

"Ya Allah, dengan keagungan diperlihatkannya rahasia-rahasia orang-orang pecinta, dengan kemuliaan khalwat (menyendiri) yang hanya Engkau khususkan kepada pimpinan para rasul, ketika Engkau memperjalankannya pada malam 27 Rajab, sungguh aku memohon kepada-Mu agar Engkau merahmati hatiku yang sedih dan Engkau mengabulkan doa-doaku, wahai Yang Maha Memiliki Kedermawanan."

Selain itu, umat Islam juga dianjurkan untuk memperbanyak doa Rajab berikut ini:

Allahumma baarik lanaa fi rajaba wa sya'bana wa ballighna Ramadhana.

Artinya:

"Ya Allah, berkahilah kami dalam bulan Rajab dan Syaban, serta sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan."

Keutamaan Bulan Rajab

Bulan Rajab memiliki keutamaan tersendiri dalam Islam.

Menurut Majelis Ulama Indonesia (MUI), Rajab adalah salah satu dari empat bulan suci yang penuh dengan kemuliaan.

Pada bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan amal ibadah karena beberapa alasan berikut:

Rajab dikenal sebagai bulan kebaikan, di mana terdapat malam-malam mustajab untuk berdoa, termasuk malam Isra Miraj.

Rajab adalah bulan terjadinya Isra Miraj, sebuah peristiwa bersejarah yang menjadi tonggak penting dalam ajaran Islam.

Allah SWT membuka pintu taubat dan memberikan banyak ampunan kepada hamba-Nya di bulan Rajab.

Malam Isra Miraj menjadi momen yang tepat bagi umat Islam untuk bermunajat, memohon ampunan, dan memperbaiki diri.

Dengan memperbanyak doa malam Isra Miraj 27 Rajab, diharapkan umat Islam dapat meraih berkah dan rahmat Allah SWT.

Baca juga: Pahala Berlimpah! Lakukan 7 Amalan Ini di Bulan Rajab, Makin Berkah Baca Doa Setelah Sholat Tahajud

Ilustrasi berdoa
Ilustrasi berdoa (Freepik)

Amalan yang Dianjurkan pada Malam 27 Rajab

Di malam 27 Rajab, sejumlah amalan sering dikaitkan, bersumber dari literatur klasik dan tradisi ulama, meskipun sebagian hadisnya tergolong lemah (dhaif).

Dalam buku Rahasia dan Keutamaan Waktu untuk Ibadah karya Purwanto (terjemahan dan kajian dari literatur tasawuf klasik), dikutip pendapat Imam Al-Ghazali mengenai anjuran menghidupkan malam tersebut dengan ibadah.

Imam Al-Ghazali menyebutkan bahwa sebagian ulama menganjurkan shalat sunnah pada malam 27 Rajab, dzikir, istighfar, dan memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Amalan ini diposisikan sebagai ibadah sunnah secara umum, bukan kewajiban khusus yang harus diyakini sebagai syariat tetap.

Para ulama hadis, menegaskan bahwa tidak ada hadis sahih yang secara khusus menetapkan shalat atau puasa tertentu pada 27 Rajab.

Namun, ibadah sunnah secara umum tetap dianjurkan karena termasuk amal saleh yang bernilai sepanjang waktu.

Dengan demikian, para ulama menekankan kehati-hatian, umat Islam dianjurkan beribadah tanpa meyakini adanya pahala khusus yang pasti, kecuali yang telah ditetapkan secara sahih dalam Al-Quran dan hadis.

(TribunTrends/ Amr)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.