TRIBUNTRENDS.COM - Mantan Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani Indrawati kini menjadi bagian dari Dewan Pengurus Gates Foundation.
Hal itu diumumkan oleh yayasan filantropi global milik Bill Gates tersebut pada Selasa (13/1/2026).
Lantas berapa gaji Sri Mulyani sebagai Dewan Pengurus Gates Foundation?
Dikutip dari ThinkAdvisor, para anggota dewan inti Yayasan Gates, termasuk Bill Gates, Melinda French Gates, dan Warren Buffett, tidak menerima gaji untuk peran mereka di dewan.
Mereka fokus pada tata kelola yayasan dan pengambilan keputusan pendanaan.
Meskipun demikian, yayasan membayar gaji yang besar kepada CEO dan eksekutif puncaknya.
CEO saat ini, Mark Suzman, menerima kompensasi signifikan yang tercatat dalam pengajuan pajak yayasan.
Eksekutif senior lainnya juga mendapatkan gaji yang sebanding dengan tanggung jawab mereka.
Selain itu, yayasan memiliki komite penasihat yang anggotanya menerima honorarium.
Honorarium ini berkisar antara $4.000 (sekitar Rp60 juta) per pertemuan untuk anggota panel hingga $5.000 (Rp75 juta) untuk ketua komite.
Semua kompensasi dan pengeluaran keuangan yayasan diungkapkan secara publik melalui Formulir 990 IRS.
Laporan ini tersedia di situs resmi yayasan dan platform publik seperti ProPublica.
Informasi ini membantu memastikan transparansi dan akuntabilitas organisasi.
Sebagai contoh, gaji Mark Suzman pada tahun fiskal 2020 dilaporkan mencapai lebih dari $1,176 juta (≈ Rp17,64 miliar).
Anggota dewan inti tidak menerima gaji karena mereka berfokus pada kepemimpinan strategis.
Peran operasional dan penasihat disertai kompensasi yang sesuai.
Semua pembayaran ini termasuk dalam laporan keuangan publik.
Yayasan Gates menekankan bahwa struktur kompensasi ini sejalan dengan praktik tata kelola organisasi nirlaba.
Dengan demikian, pendiri dan anggota dewan memainkan peran pengawasan, sementara CEO dan penasihat mengelola operasi sehari-hari.
Sementara itu, Sri Mulyani menjabat sebagai anggota Governing Board (Dewan Pengurus) Gates Foundation, bukan eksekutif senior atau komite penasihat biasa.
Ia kemungkinan mendapatkan honorarium yang lebih besar dari komite penasihat biasa.
Sri Mulyani mengemban tugas tugas strategis mengarahkan pengelolaan dana yayasan, memberikan masukan tentang pembangunan ekonomi inklusif, dan memastikan sumber daya digunakan untuk memperluas kesempatan global, terutama dalam mengatasi kemiskinan, kesehatan ibu & bayi, serta penyakit menular.
Ia bekerja bersama dewan lain seperti Bill Gates dan CEO yayasan, Mark Suzman, dalam periode krusial transformasi Gates Foundation dalam 20 tahun ke depan.
Baca juga: Kebijakan Sri Mulyani yang Tak Masuk Akal Bagi Menkeu Purbaya, Enggan Terapkan: Kasihan Masyarakat!
Sri Mulyani Indrawati adalah seorang ekonom Indonesia yang terkenal secara nasional dan internasional.
Ia lahir di Bandar Lampung pada 26 Agustus 1962 dan menempuh pendidikan ekonomi, meraih Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia, lalu Master of Science dan Ph.D. di bidang Ekonomi dari University of Illinois Urbana-Champaign di Amerika Serikat.
Kariernya dimulai di akademik dan pemerintahan, termasuk sebagai staf ahli ekonomi dan kepala lembaga riset ekonomi sebelum masuk ke tingkat internasional.
Pada awal Oktober 2002, ia terpilih sebagai Executive Director di International Monetary Fund (IMF), mewakili 12 negara Asia Tenggara.
Sri Mulyani pertama kali menjadi Menteri Keuangan Republik Indonesia pada 2005 di era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Ia dikenal sebagai reformis yang berhasil memperkuat stabilitas fiskal dan meningkatkan kepercayaan investor.
Setelah periode pertama sebagai Menkeu, ia menjabat Managing Director dan Chief Operating Officer Bank Dunia, menjadi orang Indonesia pertama yang mencapai posisi tinggi tersebut.
Pada 2016 Sri Mulyani kembali diangkat menjadi Menteri Keuangan Republik Indonesia oleh Presiden Joko Widodo dan terus menjabat di periode-periode berikutnya.
Selama kariernya ia menerima berbagai pengakuan internasional, termasuk penghargaan sebagai Menteri Keuangan terbaik di Asia dan masuk daftar wanita paling berpengaruh dunia versi majalah luar negeri.
Sri Mulyani dikenal karena kebijakan fiskal yang hati-hati, reformasi pajak, upaya penanggulangan korupsi, serta kemampuannya memimpin keuangan negara dalam berbagai tantangan global.
Selain itu, ia aktif dalam forum internasional, sering mewakili Indonesia di pertemuan G20, IMF, Bank Dunia, dan berbagai diskusi ekonomi global.
Ia juga terlibat dalam berbagai organisasi dan dewan penasihat ekonomi di tingkat dunia, memperkuat jaringan dan reputasinya di kancah global.
Prestasinya mencerminkan perpaduan antara keahlian teknis ekonomi dan pengalaman kebijakan publik yang luas, baik di dalam negeri maupun internasional.
Tokoh ini kerap dipandang sebagai simbol disiplin fiskal dan tata kelola ekonomi yang baik di Indonesia.
Pengalaman internasionalnya, termasuk di IMF dan Bank Dunia, memberi perspektif global dalam mengelola keuangan negara.
Sri Mulyani juga dikenal karena dukungannya terhadap kesetaraan gender di sektor ekonomi dan keuangan global.
Walaupun jabatan terakhirnya sebagai Menkeu berakhir setelah pergantian kabinet tahun 2025, jejak prestasinya tetap menjadi bagian penting dari sejarah ekonomi Indonesia modern.
(TribunTrends/ Amr)