NATUNA, TRIBUNBATAM.id - Peringatan Hari Desa Nasional (Hardenas) di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) tahun 2026 berlangsung meriah, Kamis (15/1/2026).
Suasana berbeda langsung terasa begitu memasuki halaman Kantor Camat Bunguran Timur Laut.
Pasalnya, tak hanya upacara puncak peringatan, tetapi juga diwarnai dengan hadirnya bazar buah-buahan segar dan produk desa yang langsung dipastikan warga sejak pagi.
Deretan stan dari sejumlah desa dari Kecamatan Bunguran Timur Laut itu tampak berjajar rapi.
Di atas meja-meja panjang, aneka buah lokal pun tersusun menggoda mata.
Yang menjadi incaran tentunya si raja buah durian, yang ditumpuk rapi dengan bau menyegat dan harga ramah dikantong.
Selain itu, tersedia juga rambutan, rambai, cempedak, nangka, perat, puak, belimbing besi, hingga manggis tersaji segar dari hasil kebun warga.
Beberapa stand, penjaga bazar tampak sibuk melayani pembeli saat awal dibuka.
Pengunjung silih berganti memilih buah, sementara aroma durian menyebar dari warga yang makan langsung ditempat.
“Ayo buk, pak, singgah. Murah saja, ini duriannya dari Desa Ceruk,” teriak seorang pedagang.
Durian lokal itu dijual mulai Rp10 ribu per buah dengan ukuran cukup besar, jauh lebih murah dibanding harga pasaran. Tak heran, stok buah langsung diserbu ratusan warga.
“Harganya lumayan terjangkau. Yang paling penting itu kualitasnya. Makanya kami dari Ranai langsung ke sinii,” ujar Dayat, salah satu pengunjung.
Tak hanya buah segar, bazar ini juga menghadirkan beragam olahan khas desa.
Mulai dari lempok durian, gula durian, tempoyak, kek durian, hingga es durian termasuk di jajal pembeli.
Olahan tradisional lain seperti sagu mentah, aneka makanan berbahan sagu, air kelapa segar, hingga aneka keripik pun turut melengkapi sajian.
Antusiasme warga pun terlihat tinggi. Dalam waktu disingkat yang belum genap tengah hari, sejumlah lapak mulai kehabisan stok buah.
“Baru buka langsung diserbu. Jam sembilan pagi buah sudah tinggal sedikit. Cuman kebagian sedikit. Ramai sekali dari tadi,” ujar Azmi, warga lainnya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Natuna, Suhardi mengatakan, bazar desa menjadi salah satu andalan yang dikemas dalam peringatan Hardesnas tahun ini.
Selain menampilkan hasil bumi dan produk unggulan desa, kegiatan ini juga dirangkai dengan bazar pangan murah yang digelar Bulog Ranai.
“Bazar ini menyajikan hasil pertanian dan buah dari petani lokal. Ada juga pasar murah yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” kata Suhardi.
Ia menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar memeriahkan peringatan Hari Desa Nasional, tetapi juga menjadi wadah penggerak ekonomi desa serta pengingat nilai kearifan lokal dan identitas masyarakat Natuna.
Menurut Suhardi, Kecamatan Bunguran Timur Laut salah satu daerah penghasil buah lokal di Natuna.
Kedepan, peringatan Hari Desa Nasional direncanakan akan digelar secara bergilir di kecamatan lain.
“Harapannya partisipasi desa semakin meningkat dan manfaat kegiatan bisa dirasakan semua. Desa yang kuat ekonominya akan menjadi pondasi utama pembangunan daerah,” ujarnya. (Tribunbatam.id/birrifikrudin)