Anggota DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan Dapil Kota Yogyakarta Eko Suwanto menyebutkan alokasi BKK Dana Keistimewaan program penanganan stunting di Kota Yogyakarta pada 2026 meningkat dari Rp100 juta pada tahun 2025 menjadi Rp 120 juta untuk tiap kalurahan/kelurahan.
Demikian disampaikan Eko Suwanto yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta itu pada FGD Strategi Atasi Stunting, Kamis 15 Januari 2026.
"PDI Perjuangan berkomitmen penuh untuk mendorong kebijakan pembangunan benar-benar dialokasikan untuk program pro rakyat. Termasuk penurunan angka stunting. Selamat, ini semua berkat kerja keras ibu dan bapak semuanya ' kata Eko Suwanto yang juga menjabat Ketua Komisi A DPRD DIY.
Eko Suwanto mengatakan, untuk mendukung program pro rakyat di tingkat Kelurahan ini, ada Perda 3/2024 tentang Pemajuan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan dan Kelurahan serta Perdais 1 Tahun 2024 tentang Kelembagaan.
Untuk itu harus segera lakukan penguatan kelembagaan di tingkat Kalurahan/Kelurahan.
"Penguatan Kelembagaan di tingkat Kelurahan ini mutlak wajib dilakukan, salah satunya dengan mendorong segera dilakukan perubahan Perda Perangkat Daerah di Kota Yogya.
Ke depan, perlu segera dibentuk Kelurahan sebagai Organisasi Perangkat Daerah, tujuannya agar APBD DIY khususnya Dana Keistimewaan dapat dialokasikan secara maksimal di tingkat Kelurahan melalui BKK Kota Yogyakarta.
Selama ini Lurah dan jajaran sebagai unsur staf Kemantren (Kecamatan) memiliki keterbatasan kewenangan dalam mengelola anggaran di Kelurahan", ujar Alumni MEP UGM ini.
Kurniawan, Paniradya Kaistimewan DIY mengapresiasi kinerja Lurah dan perangkat di Kota Yogyakarta dalam pelaksanaan dan pelaporan kegiatan penanganan stunting yang telah dialokasikan sebesar Rp 100 juta pada tahun 2025.
"Terima kasih atas dedikasi dan disiplin jalankan program pemberdayaan masyarakat. Hasilnya angka stunting turun di Kota Yogyakarta. Selamat atas kerja keras bapak ibu Lurah juga tim pendamping sehingga prevalensi stunting menurun signifikan," kata Kurniawan, Paniradya Keistimewaan DIY.
Aan Iswanti, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Yogyakarta menyatakan berkat kerja kompak tim pendamping keluarga juga lurah di masing-masing Kemantren serius upayakan penanggulangan stunting berjalan baik.
"Kita rutin dampingi dan lakukan intervensi kasus stunting dan ibu hamil yang alami anemia. Alhamdulillah angka stunting di Yogyakarta turun dari 12 persen menjadi 8,6 persen. Ini hasil kerja kita semua," kata Aan Iswanti. (*)