TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Cahaya lampu berwarna putih masih menyala terang di sebuah ruangan kantor, ketika jarum jam menunjukkan pukul lima sore. Di balik layar komputer yang belum padam, Firman (30) masih terus memandangi potongan-potongan video, kemudian diedit menjadi sebuah video utuh. Jemari tangan kanannya menggerakkan tetikus (mouse) untuk memotong dan menggabungkan beberapa spotongan video, hingga menambahkan suara dan teks.
Firman yang sehari-hari bekerja sebagai editor video di sebuah perusahaan media tersebut mengusap matanya perlahan ketika merasakan kedua matanya terasa tidak nyaman (sepet). Tak hanya sepet, ia juga merasakan matanya seperti perih dan lelah. Ia kembali mengusap matanya perlahan, seperti berusaha mengusir rasa lelah yang datang lebih cepat dari semestinya.
“Ini tanda-tanda mata saya mulai kering. Biasanya kalau saya menatap layar komputer dalam waktu yang lama, frekuensi berkedip mata berkurang sehingga menyebabkan mata kering,” kata Firman kepada Tribun-Medan.com, Rabu (14/1/2026).
Menyadari kondisi tersebut, Firman mengambil Insto Dry Eyes dari laci meja. Ia menengadahkan kepala ke bagian belakang dan menarik kelopak mata bagian bawah hingga membentuk kantung. Firman lalu meneteskan masing-masing dua tetes Insto Dry Eyes di mata kiri dan kanan. Setelah diteteskan, ia menutup matanya dan menunggu sekitar dua menit. Dua menit berselang, ia membuka kembali kedua matanya.
“Mata tidak lagi terasa perih dan lelah. Cairan dari Insto Dry Eyes memberikan efek pelumas seperti air mata, sehingga mata kering saya menjadi lembab. Saya pun bisa kembali bekerja dengan nyaman,” kata Firman.
Pengalaman yang sama juga dirasakan Tria Ningsih (25). Pekerjaan sebagai staf keuangan sebuah perusahaan swasta di Kota Medan membuatnya tak bisa lepas dari layar komputer. Beragam laporan keuangan yang harus diselesaikan setiap hari memaksa matanya bekerja keras dari biasanya. Matanya terus menatap deretan angka dan tabel di layar komputer hingga membuat matanya terasa kering. Pendingin ruangan yang terus menyala membuat matanya semakin kering. Rasa perih muncul perlahan. Ia merasakan sensasi berpasir di kelopak matanya.
Tria mengaku, kondisi ini ia alami setengah tahun lalu. Ketika keluhan sepet, perih, dan lelah (SePeLe) muncul di mata, ia hanya memilih untuk mengedipkan mata dan berharap keluhan itu hilang. Ia merasa, keluan tersebut merupakan sesuatu yang wajar di tengah konsekuensi pekerjaan yang menuntut fokus yang maksimal di depan komputer.
“Saya menganggap mata sepet, perih dan cepat lelah sebagai keluhan biasa dan muncul sebagai efek dari bekerja. Tapi dari pengalaman teman-teman, keluhan seperti ini tak bisa dianggap sepele karena menjadi tanda awal mata kering. Benar saja, ketika saya abaikan terus, lama-lama mata semakin lelah dan berat. Kenyamanan bekerja pun jadi terganggu,” kata Tria, Rabu (14/1/2026).
“Tapi itu dulu. Sebulan terakhir saya sudah rutin menggunakan Insto Dry Eyes ketika keluhan mata sepet, kering, dan lelah mulai muncul. Cukup dengan meneteskan satu hingga dua tetes Insto Dry Eyes setiap hari, keluhan mata kering sudah berkurang. Saya pun dapat kembali bekerja dengan nyaman,” lanjut Tria.
Baca juga: Mitos atau Fakta Terlalu Lama Lihat HP Bikin Mata Minus? Berikut Penjelasan Dokter Mata
Tak Sadar Alami Mata Kering
KONDISI yang dialami Firman dan Tria bukanlah hal yang langka. Gejala mata sepet, perih, dan lelah merupakan tanda-tanda mata kering, sebuah kondisi yang sering muncul akibat berkurangnya frekuensi berkedip saat menatap layar dalam waktu lama.
Berdasarkan data Insto Dry Eyes Survei Mata Kering diperoleh hasil bahwa prevalensi mata kering mencapai 41 persen untuk area Jabodetabek dan Bandung. Dari angka tersebut, sekitar 20 persennya tidak sadar mengalami mata kering.
Dari 20 persen orang yang tidak sadar mengalami mata kering tersebut, sebagian dari mereka salah menggunakan jenis tetes mata (tetes mata untuk iritasi mata merah). Sebagian lagi tidak take action untuk mengatasi mata kering tersebut, sehingga berpotensi memperburuk kondisi mata keringnya. Bahkan, sebagian orang yang sudah sadar masih salah menggunakan jenis tetes mata (tetes mata untuk iritasi mata merah), dan tidak take action.
Di sinilah dibutuhkan kepekaan terhadap sinyal yang diberikan oleh mata. Mengenali gejala sepet, perih, dan kering sejak dini merupakan langkah awal untuk mencegah kondisi yang lebih serius.
Salah satu solusi yang dapat membantu meredakan gejala mata kering adalah melalui penggunaan tetes mata yang tepat. Insto Dry Eyes hadir untuk membantu melembapkan mata dan meredakan rasa tidak nyaman akibat mata kering. Dengan penggunaan yang sesuai, mata dapat kembali terasa segar dan nyaman. Dengan begitu, aktivitas bekerja khususnya di depan layar komputer dapat dilakukan dengan baik.
Insto Dry Eyes memiliki kandungan aktif seperti Hypromellose (HPMC) dan Carmellose. Kandungan ini memiliki sensasi sebagai air mata buatan (artificial tears) yang dapat membantu mengatasi gejala Mata Sepet, Perih, Lelah (SePeLe). Kandungan ini dapat ditemui di Insto Dry Eyes yang diformulasikan khusus dengan Hydroxypropyl Methylcellulose (HPMC).
Menariknya, kandungan ini diajukan oleh International Council of Ophtalmology (ICO) ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai panduan terapi untuk mengatasi gejala mata kering, karena bekerja sebagai pelumas yang mirip air mata untuk meringankan iritasi akibat berkurangnya produksi air mata. Saat ini, Insto Dry Eyes tersedia dalam kemasan 7,5 ml. Ukurnanya yang kecil membuat Insto Dry Eyes mudah dibawa dan dapat diaplikasikan dengan mudah di mana pun.
Kampanye “Bebas Mata SePeLe”
GEJALA mata kering seperti mata SEpet, PErih, dan LElah (SePeLe) sering dianggap sepele, padahal bisa jadi tanda-tanda mata kering. Masyarakat luas harus diedukasi tentang hal ini agar semakin peka dengan sinyal yang diberikan oleh mata. Berangkat dari kondisi ini, Insto Dr Eyes dari Combiphar melakukan kamnpanye “Bebas Mata SePeLe” di Mini Atrium Ganmdaria City tanggal 7-9 November 2025 lalu.
Direktur PT Combiphar, Weitarsa Hendarto dalam keterangan persnya yang dikutip dari media sosial resmi perusahaan mengatakan, melalui kampanye ini, Insto Dry Eyes mengajak masyarakat Indonesia agar lebih peka terhadap gejala mata kering dan pentingnya penanganan sejak dini.
Di acara ini, masyarakat dapat mengikuti cek kesehatan gratis, konsultasi dengan dokter mata, games, talkshow edukatif, hingga penampilan penyanyi Ello. Kampanye ini diluncurkan oleh Insto sejak Agustus 2025, dan terus berlanjut hingga kini di berbagai kota besar seperti Yogyakarta, Bandung, dan Jakarta.
“Kampanye ini merupakan wujud komitmen Combiphar melalui Insto Dry Eyes terhadap kesehatan mata bangsa. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kualitas kesehatan mata sebagai gerbang utama menuju masyarakat yang produktif, aktif, dan bahagia,” kata Weitarsa.
Weitarsa mengatakan, sebagai pemimpin pasar tetes mata di Indonesia yang telah berkarya lebih dari 50 tahun, Combiphar terus berkomitmen menghadirkan inovasi produk dan edukasi kesehatan. “Melalui kampanye ini, Combiphar memperkuat visinya yakni Championing a Healthy Tomorrow, menciptakan masa depan yang lebih sehat dan produktif bagi masyarakat Indonesia,” tegas Weitarsa.
Sementara itu Firman dan Tria mengajak masyarakat yang banyak bekerja di depan layar komputer atau di ruangan berpendingin udara dan mengalami gejala mata SEpet, PErih, dan LElah (SePeLe) untuk tidak menganggap sepele. Gelaja tersebut adalah tanda-tanda mata kering. “Jika mata sudah kering aktivitas apap pun menjadi tidak nyaman dan terganggu.
“Saatnya lebih peka dengan kondisi mata kita kalau sudah merasakan gelaja SePeLe. Insto Dry Eyes menjadi pilihan yang cocok untuk mengatasi mata kering,” kata Firman dan Tria. (top/Tribun-Medan.com)