SURYA.CO.ID - Gubernur Jambi, Al Haris, bersikap tegas menanggapi kasus pengeroyokan seorang guru bahasa Inggris, Agus Saputra, oleh siswanya sendiri yang tengah viral.
Al Haris menyatakan siap memberikan sanksi kepada sang guru apabila hasil investigasi membuktikan adanya kesalahan prosedur atau perilaku yang tidak pantas.
"Kalau gurunya salah kita berikan sanksi. Kalau memang perkataan dia tidak patut sebagai seorang guru maka akan ditindak," tegas Al Haris, Kamis (15/1/2026).
Baca juga: Pemicu Guru SMK di Jambi Dikeroyok Siswa Bantah Hina Orang Tua, Agus Saputra Sebut Hanya Motivasi
Al Haris merupakan birokrat dan politikus dari Partai Amanat Nasional (PAN) yang kini menjabat sebagai Gubernur Jambi dua periode.
Ia pertama kali dilantik pada 7 Juli 2021 bersama Wakil Gubernur Abdullah Sani.
Pada Pilkada Serentak 2024, pasangan ini kembali dipercaya masyarakat Jambi dengan perolehan suara lebih dari 61 persen dan resmi dilantik untuk periode kedua pada 20 Februari 2025.
Sebelum menjadi gubernur, Al Haris meniti karier dari bawah. Ia mengawali pengabdian sebagai lurah di Kota Jambi dan bahkan meraih penghargaan lurah teladan se-Kota Jambi pada 2004–2005.
Karier birokrasi membawanya hingga menjabat Kepala Biro Umum Setda Provinsi Jambi sebelum akhirnya terjun ke dunia politik sebagai Bupati Merangin selama dua periode (2013–2021).
Di Merangin, ia dikenal dengan program “Pertisun” (perjalanan tidur di dusun), sebuah inovasi kepemimpinan yang mendekatkan kepala daerah dengan masyarakat hingga ke pelosok.
Latar belakang kehidupan Al Haris turut membentuk karakter kepemimpinannya.
Lahir dari keluarga petani karet di Desa Sekancing, ia terbiasa bekerja keras sejak kecil.
Semasa sekolah, ia membantu orang tua menyadap karet, menjadi loper koran, hingga bekerja di bengkel motor demi membiayai pendidikannya.
Pengalaman hidup ini menumbuhkan empati yang kuat terhadap persoalan rakyat kecil, termasuk isu-isu sosial dan pendidikan.
Dari sisi pendidikan, Al Haris memiliki rekam jejak akademik yang lengkap. Ia menempuh pendidikan sarjana Ilmu Administrasi, meraih gelar Magister Hukum, hingga menyelesaikan pendidikan doktoral Ilmu Pemerintahan.
Bekal akademik dan pengalaman lapangan ini membuatnya dikenal sigap dan terukur dalam mengambil kebijakan.
Selain menjabat sebagai Gubernur Jambi, Al Haris juga dipercaya sebagai Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI).
Di tingkat nasional, ia menerima berbagai penghargaan, termasuk Satyalencana Wira Karya atas keberhasilannya mendorong sektor pertanian dan perkebunan melalui program Dumisake (dua miliar satu kecamatan).
Dalam kehidupan pribadi, Al Haris menikah dengan Hesnidar dan dikaruniai tiga orang anak. Ia juga menyandang gelar adat Datuk Mangkubumi Setio Alam dari Lembaga Adat Melayu Jambi, sebuah pengakuan atas peran dan pengabdiannya bagi daerah.