Kolaborasi LDII Kalbar - STAIM Mempawah Gaungkan Dakwah Ekologis Lewat Gerakan Hijaukan Kampus
January 16, 2026 02:22 AM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Kepedulian terhadap lingkungan terus digaungkan melalui kolaborasi Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPW LDII) Kalimantan Barat bersama Sekolah Tinggi Agama Islam Mempawah (STAIM).

Kedua pihak menggelar kegiatan bertajuk Hijaukan Kampus, Dakwah Ekologis Merawat Bumi di Kampus STAIM Mempawah, Kamis 15 Januari 2026.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata dakwah berbasis aksi lingkungan sekaligus dorongan agar kampus berperan aktif sebagai pusat lahirnya gerakan peduli ekologi di tengah masyarakat.

Ketua DPW LDII Kalbar, Susanto, mengatakan kampus memiliki peran penting dalam menanamkan kesadaran ekologis kepada generasi muda.

Menurutnya, konsep kampus hijau tidak boleh dimaknai sebatas simbol, melainkan harus tercermin dalam perilaku sehari-hari seluruh civitas akademika.

"Kami berharap STAIM benar-benar menjadi kampus hijau. Bukan hanya dari warna gedung atau jas almamaternya, tetapi dari sikap dan kesadaran seluruh civitas akademika terhadap lingkungan," kata Susanto.

Ia menilai meningkatnya frekuensi bencana alam yang terjadi belakangan ini erat kaitannya dengan krisis iklim dan kerusakan lingkungan.

Baca juga: Peringatan Isra Mi’raj di Masjid Al Wasilah, Pemkab Mempawah Dorong Penguatan Iman Generasi Muda

Oleh karena itu, kesadaran ekologis harus diwujudkan melalui tindakan nyata.

"Persoalan lingkungan tidak cukup hanya dibahas dalam ruang-ruang diskusi atau teori. Harus ada aksi nyata yang dimulai dari lingkungan terdekat, dan kampus adalah tempat yang sangat strategis untuk itu," ujarnya.

Susanto menegaskan mahasiswa harus diposisikan sebagai agen perubahan yang mampu menggerakkan kepedulian lingkungan di masyarakat.

"Pengelolaan sampah, penghijauan, penghematan energi, hingga edukasi ekologi berbasis nilai moral dan keilmuan harus menjadi budaya kampus. Inilah bagian dari dakwah ekologis," tegasnya.

Ia menambahkan, dakwah ekologis sejalan dengan ajaran Islam yang menempatkan manusia sebagai khalifah di bumi.

"Menjaga alam adalah amanah. Kepedulian lingkungan harus menjadi bagian dari pengamalan nilai keagamaan sekaligus kebangsaan," imbuh Susanto.

Sementara itu, Ketua Yayasan Asmaul Husna, Ratnaningsih, M.Pd, didampingi Ketua STAIM Mempawah, Dr. Ismail, M.Pd.I, menyambut baik kolaborasi tersebut dan menyatakan kesiapan kampus untuk terus membuka ruang kerja sama.

"Kami terbuka untuk bekerja sama dengan siapa pun, baik pemerintah maupun organisasi kemasyarakatan. Kolaborasi dengan LDII Kalbar ini menjadi energi positif bagi pengembangan kampus," ujar Ratnaningsih.

Ia juga mengajak mahasiswa dan dosen untuk memiliki rasa tanggung jawab terhadap tanaman yang telah ditanam bersama.

"Pohon yang ditanam hari ini harus dirawat. Bahkan kalau perlu, setiap jurusan diberi tanggung jawab dan dilakukan penilaian serta reward agar lebih bersemangat," katanya.

Ratnaningsih berharap kolaborasi antara LDII Kalbar dan STAIM Mempawah dapat berlangsung secara berkelanjutan dan berkembang ke sektor lain.

"Kami berharap sinergi ini tidak berhenti di sini, tetapi terus berlanjut dan memberi manfaat yang lebih luas bagi kampus dan masyarakat," tuturnya.

Kegiatan Hijaukan Kampus ini turut dihadiri oleh civitas akademika STAIM Mempawah serta perwakilan Kapolsek Mempawah Hilir.

Dalam kegiatan tersebut, ditanam berbagai jenis tanaman, mulai dari tabebuya, palem putri, hingga pohon buah seperti lengkeng, alpukat, dan jambu sebagai simbol komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan. (*)

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.