Keikhlasan Ayah Syafiq Ali Lepas Kepergian Sang Anak yang Meninggal di Gunung Slamet: Murni Musibah
January 16, 2026 09:32 AM

 

TRIBUNSUMSEL.COM - Setelah 17 hari pencarian, pendaki Gunung Slamet, Syafiq Ridhan Ali Razan (18) yang hilang ditemukan meninggal. 

Sang ayah, Dani Rusman, Syafiq Ali menjadi salah satu yang paling berduka atas kepergian Syafiq.

Setelah dimakamkan di tempat pemakaman Sidotopo, Dani Rusman mengaku sudah iklas dengan kepergian putra bungsunya itu.

Meski begitu, dia masih terngiang-ngiang pesan terakhir yang dikirim Syaqif Ali ke ibunyanya yakni Duh Bun, Aku kok Kesasar ke Gunung Slamet.

AYAH SYAFIQ BERDUKA - Ayah Syafiq Ridhan Ali Razan (18) berduka sang anak ditemukan tewas setelah 17 hari hilang. Ia ikhlas atas kepergian sang anak. Dhani Rusman merupakan ASN yang bertugas di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kota Magelang.
AYAH SYAFIQ BERDUKA - Ayah Syafiq Ridhan Ali Razan (18) berduka sang anak ditemukan tewas setelah 17 hari hilang. Ia ikhlas atas kepergian sang anak. Dhani Rusman merupakan ASN yang bertugas di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kota Magelang. (Instagram/Tangkapan layar Ig @dhanadhani22)

Sang Ayah Ikhlas Lepas Kepergian Anak Bungsunya Syafiq Ali Tewas saat Mendaki Gunung Slamet

Kamis, (15/1/2026) jenazah Syafiq Ridhan Ali Razan (18) tiba di rumah duka, Perumahan Depkes, Kota Magelang, Jawa Tengah.

Tangis keluarga dan kerabat pecah saat jenazah Syafiq Ali, pendaki Gunung Slamet yang ditemukan meninggal tiba sekira pukul 20.27 WIB.

Sempat hilang sejak akhir Desember 2025, akhirnya setelah 17 hari pencarian, Syafiq Ali berhasil ditemukan dan bisa kembali meski anak bungsu itu kini sudah terbujur kaku.

Jenazah Ali lalu disalatkan di masjid setempat dan dikebumikan di tempat pemakaman di Sidotopo.

Sebelum tiba di kompleks Perumahan Depkes, jenazah Syafiq Ali dibawa ke RSUD Goeteng Taroenadibrata Purbalingga untuk menjalani visum.

Rusman, Ayah Syafiq Ali telah mengikhlaskan kepergian putra bungsunya itu.

"Kami telah mengikhkaskan kepergiannya. Anak saya memang murni musibah kecelakaan," ucapnya di area basecamp Gunung Malang.

Sebelumnya, Syafiq Ali dilaporkan hilang saat melakukan pendakian melalui jalur Dipajaya sejak Sabtu (27/12/2025).

Ia mendaki bersama teman satu sekolahnya, Himawan Choidar Bahran, warga Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang.

Berbeda dengan Ali, Himawan telah ditemukan lebih dahulu oleh tim SAR gabungan dalam kondisi selamat pada Selasa (30/12/2025) di sekitar Pos 5.

Sementara, Syafiq Ali ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu (14/1/2026).

"Duh Bun, Aku Kesasar" Pesan Terakhir Syafiq Kepada Ibunda

Dani Rusman, ayah Syafiq, pendaki asal Magelang yang ditemukan meninggal dunia di Gunung Slamet bercerita, Syafiq bukanlah pendaki berpengalaman.

Gunung Andong mulanya menjadi pendakian pertamanya, sebelum akhirnya Gunung Slamet menjadi gunung kedua, dan terakhir yang ia daki. 

Bahkan, awal kepergiannya pun tak sepenuhnya direncanakan.

“Syafiq awalnya pamit ke Gunung Sumbing,” tutur Dani, mengenang cerita sang anak, Kamis (15/1/2026). 

Namun entah karena keinginan spontan atau perubahan rencana di perjalanan, ia mengatakan Syafiq justru berbelok ke Gunung Slamet. 

Kepada ibunya, Syafiq sempat mengirimkan pesan yang kini menjadi kenangan paling pilu. 

‘Duh Bun, aku kok kesasar ke Gunung Slamet,’ tulis Syafiq.

Pesan singkat itu rupanya menjadi isyarat terakhir bahwa langkah anaknya tengah berada di jalur yang tak ia rencanakan sebelumnya.

Meskipun demikian, bagi Dani peristiwa ini menjadi pengingat penting, tak hanya untuk keluarganya, tetapi juga bagi siapa pun yang hendak mendaki gunung.

“Ini jadi pembelajaran buat kita semua. Mendaki itu harus betul-betul dengan izin dan restu orang tua. Jangan sampai terulang,” ujarnya lirih.

Ia berharap Syafiq menjadi anak terakhir yang harus pergi dengan cara seperti ini.

Sang Ayah Kenang Upayanya Mencari Ayafiq Ali

Adapun, selama pencarian, Dani dan keluarga tak tinggal diam.

Doa tak pernah putus, ikhtiar terus dilakukan. 

Ia mengingat hari pertama menyusuri informasi di internet hingga mendatangi basecamp demi basecamp, saat anaknya mendadak hilang kabar hingga akhirnya sempat dinyatakan hilang.  

“Segala macam cara kami lakukan. Tapi mungkin Allah saat itu belum menunjukkan kekuasaan-Nya. Alhamdulilah Allah menunjukkan jalan sehingga Syafiq bisa ketemu," katanya. 

Meskipun merasa terpukul, ucapan syukur justru mengiringi kabar duka tersebut. 

Dani menyampaikan terima kasih mendalam kepada tim SAR gabungan, relawan, serta warga Desa Clekatakan yang saat itu tanpa pamrih ikut membantu pencarian.

“Mereka luar biasa. Naik turun gunung siang malam, hujan badai, tanpa pandang bulu. Semua ikhlas membantu mencari anak kami,” katanya.

Dengan keikhlasan penuh, keluarga memutuskan tidak melakukan otopsi. Bagi Dani, Syafiq telah pergi karena musibah dan kecelakaan murni.

“Kami hanya ingin tahu perkiraan waktu meninggalnya anak kami, supaya bisa menentukan hari tahlil. Itu saja,” jelasnya.

Selain itu, ia juga menanggapi isu yang sempat beredar terkait keterangan Himawan, sahabat Syafiq sejak SMP, yang dinilai memiliki keterangan kronologi yang janggal.

Ia mengatakan , memilih menutup pintu prasangka.

“Saya sudah ikhlas. Saya tidak mengaitkan ini dengan siapa pun. Himawan sahabat Ali, saya anggap juga anak saya sendiri,” tegasnya.

Dikawal Sampai Rumah Duka

Wakapolres Purbalingga, Kompol Agus Amjat Purnomo, menyampaikan rasa duka mendalam atas meninggalnya korban. Ia memastikan pihak kepolisian siap mengawal proses pemulangan jenazah hingga ke kediaman keluarga di Magelang.

“Kami segenap stakeholder terkait menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya almarhum. Kami juga siap mengawal jenazah sampai ke rumah duka di Magelang dan menyerahkannya langsung kepada pihak keluarga,” ujarnya kepada awak media, Kamis (15/1/2026). 

Ia menjelaskan, dari pihak rumah sakit telah dilakukan visum luar terhadap jenazah. Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, tidak ditemukan adanya luka akibat penganiayaan atau tanda-tanda kekerasan.

“Dari hasil visum luar, tidak ditemukan tanda penganiayaan. Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak keluarga, dan keluarga telah membuat pernyataan untuk tidak dilakukan otopsi atau pemeriksaan lanjutan,” jelasnya.

Dengan adanya kesepakatan tersebut, Polres Purbalingga pun telah secara resmi menyerahkan jenazah almarhum kepada keluarga untuk dimakamkan. 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.