Kasus Guru Agus Saputra Dikeroyok Murid di Jambi Berujung Laporan Polisi, 12 Siswa Terancam Penjara
January 16, 2026 11:44 AM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kasus penganiayaan terhadap Guru Agus Saputra di SMK 3 Tanjung Jabung Timur, Jambi, kini memicu perhatian publik.

Belasan murid terlibat pengeroyokan yang diduga dipicu ucapan tak sopan siswa lalu dibalas rasa kesal guru.

Polisi telah menerima laporan resmi, 12 siswa terancam proses hukum hingga penjara.

Baca juga: Penyebab Meninggalnya Syafiq Ridhan Ali Razan Pendaki Gunung Slamet, Dokter Ungkap Hasil Visum

Kasus guru di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi dikeroyok murid pada Rabu (15/1/2026) berujung panjang.

Guru bernama Agus Saputra akhirnya melaporkan kasus pengeroyokan yang ia alami ke Polda Jambi, Kamis (16/1/2026).

Agus yang sehari-hari mengajar Bahasa Inggris di SMK 3 Tanjung Jabung Timur itu rupanya merasa gusar dengan kasus yang ia alami.

Fakta itu diungkap oleh kakak kandung Agus, Nasir.

"Kami melaporkan tentang pengeroyokan yang dilakukan siswa (kepada Agus)," kata Nasir, dilansir TribunnewsBogor.com.

Ada beberapa alasan kenapa Agus akhirnya mantap melaporkan para muridnya tersebut ke polisi.

Pertama, Agus merasa nama baiknya tercoreng gara-gara insiden tesrebut.

Hal itu mengganggu psikis Agus sebagai seorang tenaga pendidik.

"Secara psikis dia (Agus) terganggu nama baiknya tercoreng di media sosial dan warga," ujar Nasir.

Alasan kedua, Agus mengalami sejumlah luka lebam di tubuhnya usai dianiaya muridnya.

Agus kabarnya mendapatkan lebam di punggung, tangan, pipi, dan pelipisnya memerah.

Terkait luka tersebut, Agus pun telah melakukan visum.

PENGEROYOKAN - Insiden pengeroyokan terhadap guru bernama Agus Saputra di Jambi
PENGEROYOKAN - Insiden pengeroyokan terhadap guru bernama Agus Saputra di Jambi (Tribun Medan/TribunJambi)

Para murid disanksi

Sementara Agus telah lapor ke polisi, nasib para murid telah ditentukan oleh pihak sekolah.

12 murid yang mengeroyok Agus telah dipanggil untuk bermediasi.

Mediasi tersebut dihadiri oleh polisi, TNI, kejaksaan, Dinas Pendidikan Jambi, pihak sekolah, komite sampai orangtua siswa terkait.

Dari hasil mediasi tersebut didapatkan sanksi untuk para murid yang mengeroyok guru Agus.

12 siswa tersebut diminta untuk membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatanya.

"Sanksi bagi pelaku pengeroyokan seluruh siswa harus buat surat pernyataan," kata Kepala Sekolah, Ranto M.

Bukan cuma membuat surat pernyataan, para siswa tersebut belakangan terancam berurusan dengan hukum.

Jika kasus pengeroyokan Agus terus bergulir di kepolisian, para siswa tersebut kemungkinan juga akan diproses.

Kronologi pengeroyokan

Sebelumnya, Agus menceritakan kronologi dirinya dipukuli oleh para muridnya pada Rabu (15/1/2026).

Peristiwa bermula saat Agus lewat depan kelas pelaku.

Agus dibuat terkejut saat ada seorang murid laki-laki yang meneriakinya dengan kata-kata tak pantas.

Padahal kala itu sang murid sedang berada di kelas dan ada guru yang sedang mengajar.

"Kejadiannya bermula dari peneguran siswa di kelas di saat dia belajar ada guru, dia menegurnya dengan tidak sopan dan tidak hormat kepada saya dengan meneriakkan kata yang tidak pantas di saat dia belajar," ujar Agus Saputra.

Hal itu spontan membuat Agus langsung memanggil murid tersebut.

Alih-alih minta maaf, murid tersebut justru menantang Agus, gurunya.

Gusar, Agus emosi lalu menampar murid tersebut sebanyak satu kali.

"Saya masuk ke kelas, saya tanyakan siapa yang memanggil saya seperti itu. Dia (murid) langsung menantang saya. Akhirnya saya refleks satu kali menampar muka dia," kata Agus.

Insiden penamparan tersebut rupanya berbuntut panjang.

Para murid membuat keributan mulai jam istirahat sampai sore hari.

Puncaknya pukul 16.00 Wib, Agus yang sedang berada di depan ruang guru tiba-tiba dikeroyok oleh belasan muridnya.

"Berlanjut sampai dengan istirahat, dia menantang saya kembali anak itu. Bergulir dari jam 1, jam 2 sampai jam 4, kejadian itu lebih kurang. Terjadi mediasi sebelum ada mediasi kepada saya. Saya berusaha tenang pada saat itu, saya masih berada di bawah kantor dengan ada CCTV sebagai pembuktian, saya pun merekam teriakan mereka kepada saya," pungkas Agus.

Setelah insiden tersebut, Agus pun keluar ruang guru lalu mengacungkan celurit ke arah para siswa.

Diungkap Agus, alasannya membawa-bawa senjata tajam itu untuk menggertak para muridnya yang masih rusuh.

Aksi Agus tersebut akhirnya membuat para murid membubarkan diri dan pulang ke rumah.

(TribunNewsmaker.com/TribunnewsBogor.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.