Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Keluarga serta teman Evia Maria melakukan ibadah dan doa bersama di depan rumah kosnya di Tomohon, Kamis (15/1/2026) malam.
Evia Maria adalah mahasiswi Fakultas Ilmu Pendidikan Psikologi (FIPP) Universitas Negeri Manado (Unima) Tondano Minahasa yang ditemukan meninggal tak wajar di kosnya, Selasa (30/12/2025).
Mahasiswi asal Kepulauan Sitaro Sulut itu ditemukan tak bernyawa di sebuah indekost di Kelurahan Matani Satu, Kecamatan Tomohon Tengah, Kota Tomohon, Sulut.
Update terbaru dari kasus Evia Maria, amatan Tribunmanado.co.id, ada lilin ditaruh depan rumah kos yang tertutup.
Satu persatu keluarga dan rekan Evia menyalakan lilin tersebut.
Lagu Allah Peduli berkumandang. Haru merebak.
Ibunda Evia tak sanggup membendung airmatanya.
Terlihat ia menutup mulutnya dengan kedua tangan.
Ayah Evia terus menenangkan istrinya sembari ia menahan suka yang tiada tara.
Adik Evia memegang lilin dan memandang ke arah tempat kos itu, tempat cahaya dalam hidupnya yakni sang kakak pudar.
Sejumlah teman Evia juga meneteskan air mata.
Niczem Alfa Wengen, Kuasa hukum keluarga Evia, menuturkan, ibadah dan doa itu digelar secara spontan.
"Tadi malam itu, spontan ibadah dan doa bersama dilakukan oleh keluarga dan rekan mahasiswa dari almarhum Evie," katanya kepada Tribunmanado Jumat (16/1/2026).
Sebut dia, doa digelar untuk Evia karena dalam beberapa pekan terakhir selalu datang dalam mimpi ibunya dengan segala macam petunjuk.
Karena itulah, keluarga memintakan agar dilakukan ibadah dan doa bersama. Pada kesempatan itu, dirinya minta dukungan masyarakat Sulut untuk berjuang demi keadilan bagi keluarga Evia.
Pihak Keluarga Evia, mahasiswa yang meninggal tak wajar di kosnya di Tomohon, membantah dugaan bahwa Evia mengalami masalah study akademis.
Niczem Alfa Wengen, Kuasa hukum keluarga menuturkan, Evia tidak memiliki masalah akademis.
Ia memastikan ini setelah menghubungi Dekan serta dosen penguji Evia.
"Saya minta raportnya dan nilainya semua tinggi, dari semester 1 hingga 8 berkisar di A dan B," kata dia Kamis (15/1/2026).
Bahkan, kata dia, nilai Evia di semester 8 semuanya A. IPK nya sangat tinggi.
"IP nya 3.73, jadi tak ada masalah akademis," kata dia.
Aku dia, pihak keluarga agak terkejut dengan pernyataan pihak Polda Sulut bahwa Evia bunuh diri karena salah satunya masalah study.
Untuk itu, kata dia, pihak keluarga akan bertemu dengan pihak PPA untuk membawa bukti.
Polda Sulut akhirnya menyampaikan press release pengungkapan kasus kematian Evia Maria Mangolo, mahasiswi UNIMA di tempat kos Tomohon.
Dirreskrimum Polda Sulut, Kombes Pol Suryadi, menjelaskan dari penyelidikan sementara, Evia meningal karena gantung diri.
"Ini kesimpulan sementara dari hasil penyelidikan korban gantung karena depresi," ujar Suryadi didampingi Dires PPA /PPO Noni Sengkey dan Iptu Hasi Berto,
Senin (12/1/2025).
Suryadi mengungkapkan, korban diduga mengalami depresi karena ada tekanan masalah yang dihadapi selama ini.
"Dari bukti-bukti yang kami temui diduga korban depresi karena masalah keluarga, studi dan hubungan asmara," ujar tutur Suryadi.
Menurutnya, penyidik masih mendalami kasus ini dengan meminta keterangan dokter terkait depresi yang dialami korban.
"Kita juga meminta keterangan pihak keluarga, dan juga pacar dari korban.
Yang pasti kasus ini terus kita dalami karena ini sudah dilaporkan ke Polda Sulut," pungkasnya. (Art)