Ujian Kuda Hitam: Mampukah Como 1907 Jegal Ambisi Scudetto Milan?
January 16, 2026 01:29 PM

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Stadion Giuseppe Sinigaglia bersiap menggelar duel panas dalam laga tunda pekan ke-16 Liga Italia, Kamis (15/1/2026).

Pertandingan ini mempertemukan dua tim yang tengah dalam tren positif, di mana baik Como 1907 maupun AC Milan sama-sama tak terkalahkan dalam empat laga terakhir.

Duel ini diprediksi sengit karena kedua tim mengincar poin penuh demi memperbaiki posisi di papan atas klasemen Serie A.

Pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri, melontarkan pujiannya untuk pelatih Como 1907, Cesc Fabregas, jelang bentrokan kedua tim.

Bagi Massimiliano Allegri dari kubu Milan, ini akan menjadi pengalamannya menghadapi pelatih muda bertalenta milik I Lariani, Cesc Fabregas.

Fabregas telah menunjukkan tanda-tanda bakal menjadi pelatih besar di masa depan seiring torehannya bersama Como sejak musim lalu.

Pelatih asal Spanyol itu mampu mentransformasikan klub milik konglomerat Indonesia yang berada di bawah naungan Djarum Group itu menjadi kuda hitam sejak promosi pada 2024-2025.

Baca juga: EURO 2024: Italia Lolos Dramatis ke Babak 16 Besar, Penebusan Dosa Riccardo Calafiori

Bahkan Como 1907 disebut-sebut menjadi salah satu tim yang dijagokan untuk memenangkan scudetto musim ini.

Itu tak lepas dari posisi mereka di klasemen sementara Liga Italia yang bertengger di urutan ke-6.

Perbedaan poin mereka dengan AC Milan bahkan hanya 6 poin saja.

Menyambut duel Como vs AC Milan Massimiliano Allegri melontarkan pujian tinggi untuk Cesc Fabregas.

Menurutnya, Fabregas telah melakukan pekerjaan luar biasa di Giuseppe Sinigaglia.

"Ini bukan Fabregas melawan Allegri, tapi Como melawan Milan," ucap Allegri, dikutip dari Milan News.

"Fabregas melakukan pekerjaan yang luar biasa, dia melatih tim Como yang dinamis, agresif dalam pressing, dan memiliki kekuatan teknis yang baik."

"Dia melakukan pekerjaan yang luar biasa meskipun baru melatih selama 2-3 tahun," imbuhnya.

Peluang AC Milan untuk menaklukkan Como asuhan Cesc Fabregas menjadi tantangan tersendiri.

Pasalnya, meski tak pernah kalah dalam 14 duel terakhir kontra I Lariani, Milan bakal menghadapi tim yang belum pernah kalah dikandangnya sendiri.

 
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
1
35
Inter Milan
20
15
1
4
43
17
26
46
2
35
AC Milan
20
12
7
1
33
16
17
43
3
35
Napoli
20
12
4
4
30
17
13
40
4
35
Juventus
20
11
6
3
32
16
16
39
5
35
Roma
20
13
0
7
24
12
12
39
6
35
Como
20
9
7
4
28
16
12
34
7
35
Atalanta
20
8
7
5
25
19
6
31
8
35
Bologna
20
8
6
6
29
22
7
30
9
35
Lazio
20
7
7
6
21
16
5
28
10
35
Udinese
20
7
5
8
22
32
-10
26
11
35
Sassuolo
20
6
5
9
23
27
-4
23
12
35
Torino
20
6
5
9
21
32
-11
23
13
35
Cremonese
20
5
7
8
20
28
-8
22
14
35
Parma
20
5
7
8
14
22
-8
22
15
35
Genoa
20
4
7
9
22
29
-7
19
16
35
Cagliari
20
4
7
9
21
30
-9
19
17
35
Lecce
20
4
5
11
13
28
-15
17
18
35
Fiorentina
20
2
8
10
21
31
-10
14
19
35
Pisa
20
1
10
9
15
30
-15
13
20
35
Verona
20
2
7
11
17
34
-17
13
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Lihat selengkapnya →

 

Musim ini, status unbeaten di kandang diraih oleh Como lewat dalam 11 pertandingan dengan 7 kemenangan dan 4 hasil seri.

Baca juga: Persipura Berpeluang Depak Barito Putera dari Puncak Klasemen, Ini Syaratnya

Fabregas tentu ingin memperbaiki rekor pertemuan timnya melawan Milan dengan musim lalu harus kalah 1-2 di kandang sendiri.

Adapun I Rossoneri tercatat sudah memainkan 9 partai tandang musim ini di Liga Italia.

Dari statistik tersebut, Mike Maignan dkk. juga belum tersentuh kekalahan karena mengepak 5 kemenangan dan 4 hasil seri.

Bagi AC Milan, kemenangan atas Como juga menjadi target utama mengingat mereka berupaya terus menempel ketat Inter Milan di klasemen sementara Liga Italia.

Untuk sementara klub Kota Mode tertinggal 5 angka dari saudara mudanya itu di tangga klasemen. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.