Tekan Zoonosis, FKH Unair Surabaya Gelar Kastrasi Massal Kucing Liar di Kampus C
January 16, 2026 01:32 PM

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (Unair) bekerja sama dengan Rumah Sakit Hewan Pendidikan (RSHP) Unair menggelar kegiatan kastrasi dan sterilisasi kucing liar di kawasan Kampus C Unair, Kamis (15/1/2026)

Program tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Dies Natalis ke-54 FKH Unair sekaligus upaya pengendalian populasi kucing liar yang selama ini hidup dan berkembang biak di lingkungan kampus.

Dekan FKH Unair, Prof. Dr. drh Lilik Maslachah, M.Kes menegaskan pengendalian populasi kucing liar melalui pendekatan medis merupakan langkah paling efektif, berkelanjutan, dan beretika.

Baca juga: Kucing dan Anjing di Banyuwangi Divaksin Rabies Serta Diberi Obat Cacing Gratis

“Kucing liar adalah bagian dari ekosistem kampus yang perlu dikelola dengan bijak. Melalui kastrasi dan sterilisasi, kami tidak hanya mengendalikan populasi, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan hewan serta melindungi kesehatan lingkungan kampus,” ujarnya.

Tekan Laju Reproduksi Kucing Liar

Menurutnya, tindakan kastrasi dan sterilisasi terbukti mampu menekan laju reproduksi, mengurangi perilaku agresif, serta menurunkan risiko penularan penyakit, baik antarhewan maupun dari hewan ke manusia.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini melibatkan dosen, dokter hewan, paramedis veteriner, serta mahasiswa FKH Unair bersama tim medis RSHP Unair.

Seluruh prosedur dilakukan sesuai standar kedokteran hewan, mulai dari pemeriksaan kesehatan awal, anestesi, pembedahan, hingga perawatan pascatindakan. 

Kucing yang telah menjalani prosedur juga dipantau kondisinya sebelum dilepas kembali ke habitat semula.

Cegah Penyakit Zoonosis

Wakil Direktur RSHP Unair, Dr. drh Nusdianto Triakoso, M.Si menekankan kegiatan ini juga berfungsi sebagai sarana edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pengendalian populasi hewan secara bertanggung jawab.

“Masih banyak masyarakat yang memandang kucing liar sebagai masalah semata. Padahal, kastrasi bukan tindakan kejam, melainkan bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan hewan dan kesehatan publik,” jelasnya.

Selain mendukung kesejahteraan hewan, kegiatan ini memiliki peran strategis dalam pencegahan penyakit zoonosis.

Kucing liar berpotensi menjadi reservoir berbagai penyakit seperti toksoplasmosis, rabies, dan infeksi parasit. 

Dengan pengendalian populasi yang terencana, risiko penyebaran penyakit dapat ditekan secara signifikan.

Sarana Pembelajaran Lapangan

Bagi mahasiswa FKH Unair, kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran lapangan yang penting.

Mahasiswa terlibat langsung dalam penanganan hewan di bawah supervisi dokter hewan berpengalaman, sehingga mampu mengasah keterampilan klinis sekaligus meningkatkan kepekaan terhadap isu kesejahteraan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner.

Ke depan, FKH Unair bersama RSHP Unair berkomitmen untuk melaksanakan program serupa secara berkala, disertai edukasi berkelanjutan kepada civitas academica dan masyarakat sekitar kampus mengenai pentingnya sterilisasi hewan serta penerapan konsep One Health.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.